Oleh Nurul Irma N, S.Pd

Mediaoposisi.com-Salah satu rekomendasi hasil Ijtima Ulama IV berbunyi mewujudkan NKRI syariah yang berdasarkan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan dan batang tubuh UU 1945 dengan prinsip ayat suci, di atas ayat konstitusi, agar diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara[detiknews, 07-08-2019],menuai respon pro dan kontra, terkait dengan penggunaan syariah kaffah. 

Opini syariah kaffah mulai mengema di negeri khatuliswa ini, ditengah masyarakat yang mulai menyadari berbagai kerusakan dan kelalaian dalam pengurusan urusan rakyat yang didasarkan pada sistem demokrasi. Masyarkat mulai melirik dan memahami bagaimana Islam memiliki kemampuan dalam menyelesaikan semua permasalahan kehidupan. 

Muslim Jangan Alergi Syariah
Sungguh mengherankan melihat seorang yang berstatus muslim tapi menolak dengan lantang pengaturan semua urusan kehidupan dengan agamanya Islam. 

Apakah tak pernah memahami makna sesungguhnya dalam kalimat syahadatnya, yang hampir disetiap harinya dia melafalkan sebanyak sembilan kali dalam shalat wajib bahkan bisa lebih ketika ditambah dengan shalat Sunnah. 

Dalam kalimat syahadat ini tidak hanya mencakup persaksian Allah Subhanahuwata’ala sebagai pencipta saja tapi juga sekaligus sebagai pengatur.

Apakah sebagai seorang muslim engkau memilih aturan yang ada dalam Al qur'an seenaknya saja? Ketika shalat, puasa, zakat, dan haji engkau memakai Islam bahkan tak ingin ada kesalahan disana karena takut tidak diterima ibadahmu, namun ketika mengurusi masalah ekonomi engkau pakai aturan hukum rimba, siapa yang kuat dia yang menang. Bahkan engkau gunakan segala cara demi meraih kekuasaan. Pergaulan bebas kau dengungkan padahal sudah banyak efek negatifnya.

Tak pernahkah membaca arti sebuah ayat : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku [TQS. Adh-Dhariyat :56]. Dalam ayat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan manusia dan jin itu hanya untuk beribadah kepada-Nya saja bukan yang lain. 

Setiap aktifitas manusia adalah ibadah, maka seharusnyalah terikat dengan aturan yang diturunkan oleh Allah Subhanahuwata’ala melalui rasulnya Muhammad Shalahuailaihiwassalam.

Sebagai seorang muslim harusnya tidak alergi dengan syariah kaffah. Karena penerapan syariah kaffah adalah konsekuensi mengucapkan dua kalimat syahadat. Jadi syahadat ini bukan sekedar menunjukkan status sebagai muslim saja namun sekaligus penyerahan yang total dan menerima dengan lapang dada segala aturan yang Allah Subhanahuwata’ala berikan tanpa disertai dengan berbagai alasan.



Syariah Kaffah Penyelamat  dan Membawa Rahmat di Dunia dan Akhirat

Allah Subhanahuwata'ala menciptkan manusia dan menjadikan sebagai sebaik-baik makhluk dengan memberikan akal yang mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Serta diciptakan pula didalam dirinya berbagai potensi yang meliputi kebutuhan jasmani berupa makan, minum, buang hajat, dan tidur serta kebutuhan naluri baik naluri beragama, naluri mempertahankan diri serta naluri melangsungkan keturunan. 

Dengan berbagai potensi ini maka manusia memerlukan untuk terpenuhinya semua dengan menggunakan berbagai benda dan sarana yang ada. Agar semua kebutuhan terpenuhi dengan baik  dan menghasilkan ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan maka manusia memerlukan aturan yang menetapkan status hukumnya baik atau buruk, boleh atau tidak boleh, terpuji atau tercela.  

Maka, yang layak menetapkan status hukumnya hanya Allah semata, karena Dialah yang menciptakan manusia sehingga lebih tahu baik dan buruknya bukan manusia yang memiliki banyak keterbatasan.

Ketika manusia mengambil alih penetapan status hukum suatu perbuatan dan menjadikan akal dan hawa nafsu untuk menentukannya atau dengan kata lain membuat aturan sendiri yang kecenderungannya bertentangan dengan aturan yang diturunkan Allah Subhanahuwata'ala maka yang didapat hanyalah kesengsaraan, kekacauan, kerusakan, kegelisahan dan berbagai bencana yang silih berganti. 

Sebagaimana yang sudah kita rasakan di negeri ini. Padahal Allah Subhanahuwata'ala sudah mengingatkan dalam Qur'an surat Ar Ruum ayat 41 yang artinya : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.

Islam didalamnya mencakup aqidah dan syariah guna mengatur kehidupan manusia dalam rangka beribadah sehingga selamat dunia dan akhirat. Syariat Islam memiliki berbagai kelebihan yaitu mencakup 3 dimensi :

  1. Mengatur kehidupan setiap individu itu sendiri berupa aturan berpakaian, makan dan minum.
  2. Mengatur  kehidupan antara seorang individu dengan sang penciptanya Allah Subhanahuwata’ala berupa aturan ibadah seperti puasa, shalat, zakat, haji dan lain-lain.
  3. Mengatur kehidupan sesama manusia berupa aturan muamalah/ekonomi, cara berbakti pada orang tua, aturan pendidikan, aturan pemilihan penguasa, aturan kesehatan, aturan pergaulan, aturan kepemilikan, aturan persangsian dan lain-lain.  
Sehingga, Islam itu datang dalam rangka membawa kemaslahatan yang hakiki bagi manusia dan membawa rahmat serta menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat.

[Dan] tidaklah kami mengutus kamu [Muhammad] melainkan untuk memberi rahmat bagi seluruh umat manusia {QS. Al-Anbiya:107}


Penerapan Islam Kaffah
Begitu lengkapnya Islam memberikan tuntunan dan aturan untuk manusia di dunia ini. Namun, ketika hidup dalam sistem demokrasi seperti saat ini tak mampu melaksanakan secara sempurna aturan tersebut. 

Bahkan, menerapkan aturan dalam ranah pribadi saja masih banyak kesulitan yang melanda. Sebagai contoh, dalam mengenakan pakaian yang syari bagi seorang wanita yang berupa jilbab dan gamis masih banyak pelarangan terlebih dalam dunia kerja. Apalagi, aturan yang mencakup hubungan antara sesama manusia, banyak yang tidak bisa ditunaikan.

Aturan Islam kaffah [sempurna] hanya mampu diterapkan dan diaplikasikan secara benar dan sempurna hanya dalam sebuah sistem yang mendukung pelaksanaannya. Bukan dalam sistem demokrasi yang mengagungkan atau menuhankan manusia dalam membuat aturan. 

Aturan Islam yang mulia dan sempurna hanya dapat dilaksanakan oleh sistem yang mulia juga, yang berasal dari Allah Subhanahuwata'ala saja yaitu sistem khilafah.

Namun sayang, syariah kaffah dan sistem islam yang mulia ini sekarang dimonsterisasi oleh pihak-pihak yang tidak memahami dengan benar, membenci dan menghalangi diterapkan dan tegaknya sistem islam. Mereka bertujuan membuat umat ketakutan sehingga akan menentangnya bahkan akan membencinya serta  menghalangi tegaknya. 

Dapat dipastikan usaha dan makar apapun yang mereka lakukan tidak akan berhasil, karena sistem Islam ini adalah ajaran Islam serta janji Allah Subhanahuwata'ala. Ketika mereka menentang bahkan menghalangi tegaknya sama halnya mereka berhadapan secara langung dengan Allah Subhanahuwata'ala.

Wahai kaum muslimin, kembalilah pada Islam, pelajari, fahami dengan benar dan aplikasikan didalam kehidupan. Jangan mudah terpengaruh dengan propanganda jahat yang memonsterisasi semua ajaran Islam. 

Karena hanya Islam sajalah hidup kita akan bahagia di dunia dan akhirat. Renungkanlah kembali ayat ini : Alif, laam raa. [Inilah] Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita menuju cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, [yaitu] menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji {TQS. Ibrahim: 1} [MO/vp]
             

             

Posting Komentar