Oleh Nursyam
Anggota MT Khairunnisa bal tim

Mediaoposisi.com-Narkoba! Yah nama barang yang satu ini sangat popeler bahkan hampir seluruh masyarakat pernah mendengar nama barang tersebut, bagaimana tidak. Media cetak maupun media elektronik sangat sering membawakan berita mengenai barang haram ini.

Menariknya walaupun sudah dikatakan , narkoba adalah barang yang berbahaya, atau memakai narkoba adalah suatu bentuk kejahatan, bahkan memahamkan bahwa narkoba adalah barang haram untuk dikonsumsi, tetapi pada faktanya berita tentang tertangkapnya pelaku narkoba tidak berkurang, justru semakin bertambah banyak dan yang sangat menyedihkan karna pengguna narkoba sekarang menyasar kepada anak-anak.

Menurut kepala (BNNK) konpol M Daud mengungkapkan ada sekitar 4 juta pelajar di Indonesia ter dampak pengaruh obat obaran terlarang. Di balikpapan tercatat pengguna narkoba sekitar 3,3 persen atau sekitar 43 ribu data pengguna narkoba, beliau juga menyampaikan bahwa donasi pelajar sebagai dampak penyalahgunaan narkoba tak bisa ditampik. 

Mereka menjadi sasaran empuk bagi pebisnis barang haram tersebut. Hal ini disampaikan pada hari kamis 27/6/2019 di hotel Grand Senyiur Balikpapan saat memperingati hari anti Narkotika internasional (HANI).

HANI adalah bentuk sebuah gerakan untuk melawan terhadap bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang. dikonfirmasi kepala seksi Tindak Pidana Umum (kasi pidun)kejari Balikpapan. Iqbal mengatakan dirinya kebingungan melihat data pemakai narkoba di Balikpapan yang semakin tinggi. 

Iyapun menyerukan agar pemerintah bersama BNN , kepolisian dan kejaksaan mengaktipkan penyuluhan dan sosialisasi ke kampung-kampung.

menurut data dari seluruh propinsi internal Kaltim. Bahwa Balikpapan masih berada diurutan ke2 tertinggi pemakai narkoba setelah samarinda. Para penjual narkoba saat ini tidak hanya menyasar Orang dewasa melainkan anak muda mulai dari usia SD sampai dengan mahasiswa, menyadari bahwa masa depan bangsa ini ada di tangan para pelajar untuk itu strategi dalam memberantas mata rantai narkoba dilakukan dengan berbagai cara.

Narkoba sudah sejak lama menjadi momok permasalahan di negeri ini. Namun para penegak hukum kesulitan untuk menangkap para pelaku kejahatan penyalahgunaan narkotika, narkoba sangat mudah masuk di Indonesia karna Indonesia ada di jalur perdagangan gelap narkotika Internasional. 

Narkotika masuk dari Bangkok ke Singapura kemudian ke Indonesia melalui kepulauan Riau. Dari Hongkong ke Singapura melalui beberapa kota di Sumatra dan sampailah di Jakarta dan Bali. Adapun dari Malaysia menuju Tarakan ke Samarinda.

Penerapan  hidup serba bebas yang memisahkan kehidupan dari agama, yang tidak memiliki standar halal dan haram. Gaya hudup ala kapitalis sekuler inilah yang membuat para pengedar narkonba bertambah banyak. 

Mereka menjadikan barang haram narkoba dalam mencari rezeki, tanpa  mengambil pertimbangan benar dan salahnya perbuatan,  Hal inilah yang membuat permasalahan narkotika ini tidak bisa terselesaikan. Sistem demokrasi kapitalis yang di terapkan saat ini tidak memiliki sulusi untuk mengatasi permasalah ini.

Islam punya solusi mengenai narkoba.
Solusi Islam menggunakan solusi yang bersumber dari sang pencipta Allah, serta maha tau apa yang terbaik bagi manusia.karna itu seharusnya manusia hanya tunduk pada aturan dan solusi yang disampaikan oleh islam. 

Sebab fakta sudah membuktikan bahwa kapitalisme demokrasi telah gagal untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkoba, Jangankan untuk memberantas yang ada justru kasus narkoba semakin menggila. Karna itu sudah saatnya Islam kaffah diterapkan di negeri ini. 

Islam memiliki sistem kehidupan dan memiliki solusi tuntas dalam memberantas penyalahgunaan narkoba.

Solusi islam dalam mengatasi persoalan narkoba. Dengan meningkatkan ketaqwaan individu masyarakat, serta difahamkan bahwa mengkomsumsi, mengedar dan yang membuat narkoba adalah perbuatan haram. 

Yang akan mendatangkan murka Allah yang pelakunya kelak akan dimasukkan ke dalam neraka. Dengan ketaqwaan ini menjadi kontrol pada mereka untuk melakukan kejahatan.
Negara di dalam Islam juga menjamin kebutuhan pokok, (sandang pangan dan papan) dan kebutuhan dasar lainya seperti ( pendidikan kesehatan dan keamanan) masyarakatnya. 

Karena dengan begitu ekonomi tidak menjadi faktor seseorang untuk melakukan kejahatan. Tapi apabila masih ada yang melakukan tindakan tersebut maka sistem sanksi (uqubat) adalah cara efektif untuk mengatasinya. Efek yang bisa membuat jera untuk mencegah terjadinya kejahatan.

Dalam kasus kejahatan narkoba, masuk dalam sanksi takzir yakni hukuman yang di syariatkan oleh Kholifah (pemimpin).bahwa penggunaan narkoba dapat di penjara selama 15 tahun, apabila pengguna saja dihukum berat apalagi pengedar atau pembuat narkoba , mereka bisa dijatuhi hukuman mati. 

Sesuai keputusan hakim atau sesuai dalam bab” ta”zir. Pelaksanaan hukuman harus disaksikan masyarakat seperti dalam bab penzina (Qs An-Nur 24:2) dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang beriman. 

Agar  masyarakat faham bahwa itu adalah hukuman atas perbuatan tersebut dan merasa ngeri, sehingga mereka berpikir ribuan kali untuk melakukan hal yang sama. Waalahu ‘alam bishowab [MO/vp]

Posting Komentar