Oleh : Hervilorra Eldira Dmg, S.ST 

Mediaoposisi.com-Indonesia adalah salah satu Negara yang menganut sistem kapitalis yang liberal. Begitulah salah satu pernyataan dari narasumber yang didapat dari hasil diskusi bertajuk Tantangan Bangsa Indonesia Kini dan Masa Depan di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (14/8). 

Surya Paloh sebagai narasumber dalam acara tersebut juga mempertanyakan mengapa hingga saat ini tak ada satu pun lembaga peneliti, lembaga ilmiah hingga pengamat yang memperhatikan sistem kapitalis liberal yang tengah terjadi di Indonesia.(Sumber: www.cnnindonesia.com)

Pernahkah kita mendengar tentang istilah ideologi? Apakah arti sebuah ideologi? Di dalam Wikipedia dijelaskan bahwa makna Ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yg dijadikan asas pendapat (kejadian) yg memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup. 

Menurut Muhammad Ismail dalam bukunya Al Fikru Al Islamiy, Artinya, ideologi adalah akidah rasional yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan (nizham). Menurut dua definisi ideologi diatas maka bisa disimpulkan bahwa ideology itu terdiri dari dua hal yaitu pemikiran (fikrah) dan cara untuk menerapkan pemikiran tersebut (thariqah).

Kapitalisme adalah salah satu dari tiga ideologi yang ada di dunia ini. Dua selainnya adalah ideologi Islam dan ideologi sosialime. Kapitalisme lahir di Eropa, karena adanya penindasan kaum gereja terhadap rakyat. Atas nama tuhan kaum gereja mengambil kebijakan yang justru merugikan rakyat. Mulai urusan memungut pajak, hingga masalah ilmu pengetahuan diatur oleh gereja. 

Kemarahan rakyat pada saat itu yang menyebabkan kaum gereja dilarang untuk mengatur urusan rakyat lagi. Ide seperti inilah yang kemudian melahirkan ide dasar sekularisme yaitu pemisahan agama dari kehidupan (dunia). Dan sekularisme adalah merupakan pemikiran (fikrah)  Kapitalisme.  

Dari sekularisme inilah maka kita mengetahui bahwa aturan yang diambil oleh Kapitalisme adalah aturan buatan manusia. Hal ini karena aturan Tuhan hanya dipakai untuk mengurus urusan agama saja. 

Dan cara untuk menerapkan pemikiran tersebut (thariqah) adalah dengan cara melakukan penjajahan. Karena tujuan utama kapitalisme adalah memperoleh sebesar-besarnya dan sebanyak-banyaknya kekayaan berupa harta dunia.  

Di Indonesia, pelaku Kapitalisme yang dipimpin oleh Negara adidaya Amerika melakukan penjajahan yang dibungkus dengan istilah kerja sama bilateral dan multilateral. 

Dengan melakukan intervensi terhadap pembuatan UU dan aturan di dalam negeri, maka mereka bisa melakukan penjajahan politik terhadap penguasa sehingga regulasi yang dihasilkan akan berpihak kepada mereka (para kapital). 

Agar semakin cantik, mereka juga bersembunyi dibalik lembaga-lembaga internasional seperti Asia Development Bank, Bank Dunia, USAID, IMF, dan lain sebagainya.

Penjajahan Kapitalisme juga bisa kita lihat dari besarnya hutang Negara, banyaknya Badan Usaha Negara yang diprivatisasi dan pengurusan hajat hidup rakyat yang diserahkan kepada para kapital semisal pengelolaan SDA dan infrastruktur. Inilah kemudian yang akan membuat ‘si kaya’ akan menjadi semakin kuat dengan kekayaannya. 

Karena para kapital (pemilik modal) inilah yang akan mengatur urusan rakyat. Sehingga Indonesia tidak akan pernah menjadi sejahtera dan mandiri, karena akan senantiasa dijajah oleh Negara Kapitalis lain.

Islam sebagai sebuah solusi atas segala permasalahan manusia. Turun sebagai wahyu dari Sang Pencipta manusia, Allah SWT. Dengan seperangkat aturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan dirinya sendiri dan manusia dengan sesamanya. Allah SWT berfirman:
“Hari ini telah Aku sempurnakan agama kamu dan telah Aku cukupkan nikmatKu untukmu, serta Aku ridlai Islam sebagai agama bagimu.”(QS Al Maidah: 3)

Islam adalah ideologi. Pemikiran (fikrah) nya berupa akidah Islam dan syari’atNya sedang cara untuk menerapkan pemikiran tersebut (thariqah) adalah dengan cara menerapkannya di dalam seluruh aspek kehidupan (Negara).

Negara khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah akan memberikan jaminan kesejahteraan terhadap setiap individu masyarakatnya. Rasulullah saw. bersabda,

“Imam (kepala negara) adalah pengurus rakyat. Dia bertanggung jawab atas rakyat yang diurusnya.” (HR. Muslim)

Islam mengatur tentang kepemilikan umum. Dan melarang hal yang masuk dalam kepemilikan umum dimiliki oleh individu atau sekelompok orang saja.

Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Negara bertugas untuk mendistribusikan harta kekayaan agar tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya saja. Allah SWT berfirman:

“Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu…” (QS. Al Hasyr: 7)

Negara khilafah juga akan melindungi rakyatnya dari kejahatan dan tindak kriminalitas. Adanya hukum potong tangan bagi yang mencuri. Juga hukuman berat bagi yang melakukan perampokan dan juga pembunuhan. 

Hukum Qishash (balas) akan ditegakkan bagi pelaku kejahatan. Islam juga akan melindungi wanita baik-baik dari fitnah zina, maka orang yang memfitnah akan mendapat hukuman.

Demikianlah baru sebagian sistem yang diatur dalam Islam. Masih banyak urusan rakyat yang dijelaskan di dalam Al Qur’an dan Al hadist. Dari uraian di atas, maka jelaslah bahwa Islam adalah merupakan sistem yang lengkap dan paripurna untuk mengatur kehidupan manusia. 

Pengaturan yang berasal dari Pencipta manusia yang memahami hakiki dari manusia. Sehingga aturan yang dihasilkan pastilah aturan terbaik untuk diterapkan manusia.

Lalu, sistem mana lagi yang pantas menggantikan Kapitalisme selain Islam? hingga Rahmatan lil ‘alamin akan tercipta di tengah-tengah manusia karena akibat diterapkannya sistem Islam. 

Kita sebagai kaum muslim yang mengimaninya harusnya senantiasa memperjuangkan agar Islam bisa tegak secara kaffah di bumi ini. Dengan dakwah pemikiran, mengganti pemikiran Kapitalisme yang rusak sehingga masyarakat akan membuangnya jauh-jauh dari kehidupan mereka. 

Dan dengan sadar menginginkan ditegakkannya Negara Khilafah Islam yang mengikuti Manhaj Kenabian. Wallahu’alam. [MO/vp]

Posting Komentar