Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com-Demokrasi menciptakan manusia serakah dan tamak atas harta dan kekuasaan sehingga sering melakukan hal yang menjijikkan hanya untuk menuruti nafsunya itu. Salah satu yang ditunjukkan anggota dewan di Sidoarjo dengan berkipas-kipas menggunakan uang sungguh memalukan. 

Dia tidak hanya mempermalukan diri sendiri tapi juga membuat kecewa rakyat yang diwakili. Bupatipun kecewa karena banyak anggota DPRD Sidoarjo tidak hadir dalam rapat bersama dengan bupati.

Anggota dewan harusnya mengurusi urusan rakyat. Mereka dipilih untuk rakyat jadi rakyat harus menjadi prioritas bukan yang lain, urusan pribadi.

Uang adalah tujuan dari mereka dalam melakukan aktifitas politik dalam sistem demokrasi. Mereka tidak perduli berbagai masalah rakyat yang harusnya diurusi. Sehinggah wajar jika anggota dewan kipas-kipas dengan uang karena itulah tabiat aslinya simbol dari keserakahan dan ketamakan.

 Demokrasi sudah mengajari mereka menjadi pribadi yang sangat berbeda sebelum dia memasuki dunia politik demokrasi dan masuk dalam parlemen. Idealisme yang  dipegang erat sebelum masuk parlemen menghilang dan yang ada sikap menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. 

Korupsi dan menjarah uang rakyat dilakukan agar bisa memenuhi keinginanannya untuk meraih kesuksesan dalam pandangan kapitalisme. Celakalah, mereka yang bermegah-megahan dengan menumpuk harta sebanyak-banyaknya tidak perduli cara mendapatkannya dengan cara haram.

Komitmen bersamapun dilanggar agar tujuan politiknya tercapai. Tidak ada idealisme tapi pragmatisme agar tercapai kursi kekuasaan. 

Uangpun mudah dikumpulkan setelah kekuasaan dalam genggaman. Korupsi dan cara-cara haram lainnya dilakukan agar bisa bersenang senang dengan bertaburan uang. Hukumpun  mampu dibeli sehingga mereka tidak takut melakukan berbuatan melanggar hukum.

Mereka lupa dengan pengadilan yang sebenarnya. Di dunia mungkin mereka merasa aman, tapi tidak saat mereka menghadapi pengadilan di akhirat nanti. Di pengadilan dunia, mereka bisa beli hukum, tapi pengadilan di akhirat uang dan harta mereka tidak lagi bisa menolong.

Kipas-kipas dengan menggunakan uang juga bentuk kesombongan atas harta kekayaan dan kesuksesan yang ditunjukkan pada orang lain. Mereka berfikir kesuksesan adalah saat materi yang diinginkan tercapai. 

Pemahaman kapitalisme yang ada pada kepalanya memahami kesuksesan saat bergelimang uang dan harta kekayaan dalam hidupnya. Segala cara dilakukan meskipun haram dan dilarang agama. Pemikiran sekulerisme telah menjaukan dirinya dari agama saat bekerja sebagai anggota dewan.

Ibarat kain putih yang bersih akan menjadi kotor saat dimasukkan ke air comberan. Demokrasi akan merubah pribadi yang bersih, lurus dan idealis menjadi pribadi yang kotor, bengkok dan pragmatis. Itulah gambaran sistem demokrasi yang harus dicampakkan dan diganti dengan siatem Islam yang mulia. Islam akan membersihkan sesuatu yang kotor dalam pemikiran manusia. 

Islam akan meluruskan pemahaman yang bengkok. Islam akan memuliakan manusia dan menjadikan manusia sebaik-baik makhluk. Sebaliknya, demokrasi telah menjadikan manusia lebih buruk dari binatang ternak. Mereka menjijikkan dengan melakukan perbuatan yang jauh dari aturan Islam [MO/vp]





Posting Komentar