Oleh Dian Riana Sari

Mediaoposisi.com-Beberapa waktu lalu tersiar kabar yang disampaikam oleh Direktur Utama PT Waskita Toll Road (WTR) Herwidiakto, mengenai penjualan jalan Tol Solo-Ngawi-Kertosono. Dimana jalan Tol ini telah ditawarkan kepada pihak investor dari Hong Kong.

Dikutip dari Kompas,  "Dua saja ruasnya, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, kami lepas ke investor Hong Kong. Sekarang sudah proses, (tapi) ini lebih serius," kata Herwidiakto menjawab Kompas.com,Kamis (11/7/2019).

Menurut dia, pembeli kedua ruas tersebut berasal dari satu konsorsium yang sama. Namun, Herwidiakto masih merahasiakan nilai divestasi yang bakal diraup. Herwidiakto mengungkapkan, tidak adanya satu kesepakatan dengan investor dalam negeri lantaran harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan investor tersebut. 

Memang bukan hal baru ketika pembangunan jalan tol selesai langsung dijual dan ditawarkan ke pihak swasta ataupun asing. Dimana jalan tol Serang-Panimbang pun juga disebut-sebut akan dijual. Alih-alih ini digadang-gadang akan mampu meraup keuntungan yang besar dengan penjualan ini, tapi justru rakyat yang semakin dipersulit.

Digenjotnya pembangunan jalan tol pun telah menambah sederet polemik yang berkepanjangan hingga saat ini. Dari pembebasan lahan yang menuai kontra dari masyarakat sekitar yang rumahnya tergusur. Meskipun masyarakat secara tegas menolak adanya pembebasan lahan dalam pembangunan jalan tol tetapi faktanya pihak pemerintah di rezim Jokowi-Jusuf Kalla nyatanya terus melakukan pembangunan sampai detik ini.

Jebakan hutang yang telah menjerat negeri ini membuat rakyatlah yang kena imbasnya. Hingga hutang negara saat ini membengkak sampai tembus 5000T lebih. Dengan adanya pembangunan jalan tol yang dasarnya dari uang hasil hutang berbunga inilah yang telah membuat rakyat yang kena imbasnya. Jadi harga tol yang harusnya itu hak rakyat pun dikomersilkan sehingga rakyat harus bayar dengan tarif mahal.

Dengan pembangunan infrastruktur yang berbasis hutang ini pun juga membuat dominasi asing semakin kuat mencengkram negeri ini. Keuntungan yang di terima negara pun tak seberapa dengan jumlah hutang yang harus dibayar. Sehingga rakyat lagi yang harus jadi korban akibat liberalisasi fasilitas negara.

*Pandangan Islam Mengurusi Umat*
Saat ini Indonesia menerapkan sistem ekonomi kapitalis sehingga yang paling kuat uang atau modalnya dialah yang akan berkuasa. Sehongga faktanya negeri ini pun telah menyepakati penjualan jalan-jalan tol yang dibangunnya ke asing atupun aseng tanpa memikirkan kondisi dan perasaan rakyat sekalipun.

Padahal dalam Islam jalan tol adalah merupakan fasilitas negara yang diberikan untuk rakyatnya, Bukan malah dikomersilkan ke rakyat. Kewajiban negara adalah mengurusi urusan rakyat dalam segala aspek tanpa terkecuali. 

Dalam Islam negara hanyalah sebagai pengelola bukan pemilik kekayaan dan juga fasilitas negara. Sehingga negara berkewajiban memenuhi semua kebutuhan rakyatnya termasuk dalam hal jalan tol. Negara tidak haramkan untuk menjual aset-aset negara ke asing dan aseng karena itu hak rakyat dan harus dikembalikan ke rakyat.

Dalam masa kehilafahan dahulu dibangun infrastruktur berupa rel kereta yang menghubungkan antara Turki-Madinah. Infrastruktur ini pun dibangun bukan memakai dana hutang tetapi memaki dana negara yang dimana didalamnya dipastikan sumber dananya halal. Bukan dari hutang berbunga ke negara-negara penjajah.

Sebagaimana Rasulullah Saw mencontohkan bagaimana kewajiban seorang pemimpin dalam Islam. Rasulullah Saw bersabda:
"Tidak seorang hamba pun yang diserahi oleh Allah untuk mengurusi rakyat, lalu tidak menjalankan urusannya itu dengan penuh loyalitas, kecuali dia tidak akan mencium bau surga" (HR al-Bukhari).

Dalam kesempatan lain Rasulullah Saw. juga bersabda:
"Tidaklah seorang hamba diserahi oleh Allah urusan rakyat, kemudian dia mati, sedangkan dia menelantarkan urusan tersebut, kecuali  Allah mengharamkan surga untuk dirinya" (HR Muslim).

Di sinilah pentingnya akan kehadiran sosok pemimpin yang mampu mengurusi urusan umat dan tidak menelantarkan amanah kepemimpinannnya. Menjamin kesejahteraan rakyatnya adalah tugasnya. Tetapi sayangnya sosok pemimpin yang benar-benar memikirkan rakyat dan memenuhi segala kebutuhannya tak akan dapat dirasakan dalam naungan sistem demokrasi kapitalisme.

Sosok pemimpin dan juga peran negara yang mampu menjalankan amanah dalam pengurusan umat hanyalah dengan hadirnya sistem shahih yang membawa kebaikan untuk seluruh alam, itulah sistem Islam yang datang dari Allah. Sistem Islam yang hakiki akan mampu mewujudkan kesejahteraan untuk rakyat di bawah naungan sosok pemimpin yang tegas. Sehingga pembangunan infrastruktur dan juga fasilitas negara yang lain pun akan dinikmati umat secara gratis.[MO/vp]

Posting Komentar