Oleh :Asma Ridha (Penggiat Literasi Aceh)


Mediaoposisi.com-Sejak Ormas HTI dibubarkan, ide khilafah serta bendera Liwa dan Rayyah selalu dikait-kaitkan sebagai isu terlarang yang bertentangan dengan ide pancasila di negeri ini.
Sebagaimana Menko Polhukam Wiranto menegaskan pemerintah menyatakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) terlarang karena menyebarkan paham anti-Pancasila dan anti-NKRI.
Wiranto menegaskan anggota HTI tidak boleh menyebarkan paham khilafah atau ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. Wiranto menegaskan larangan ini juga berlaku bagi ormas lainnya.(DetikNews.com, 19/07/19).
Belum lagi kekhawatiran di negeri ini dengan maraknya masyarakat yang sudah mencintai bendera tauhid. Mulai dari pelajar hingga orang dewasa bangga mengibarkan bendera tauhid, bangga menggunakan atribut seperti topi dan lainnya. 
Sampai akhirnya kejadian juli kemarin beredar di media sosial, foto siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) mengibarkan bendera bertuliskan tauhid di sekolah. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, melakukan investigasi.
Salah satu pengunggah foto itu adalah pemilik akun @Karolina_bee11. Dalam foto itu, terlihat sekelompok siswa berada di lapangan sekolah. Mereka mengibarkan bendera Ar Rayah dan Al Liwa. (DetikNews.com, 21/07/19)
Amat disayangkan setiap pemikiran dan simbol bernafas Islam selalu dianggap ide sesat dan menyesatkan di negeri ini. Islamophobia menjadi hal yang mengakar dan tersusun dengan sistemik mendidik masyarakat muslim Indonesia. Membangun rasa takut dan kekhawatiran saat orang muslim sendiri menyiarkan pemikiran dan simbol-simbol Islam. 
Dan ini terjadi bukan hanya hari ini. Sejak peristiwa tragedi WTC pada 11 September 2001 lalu, komunitas Islam dipandang sebagai penyebab tragedi tersebut, sehingga Islam pun distereotipkan sebagai agama teroris.
Seluruh dunia pun mempunyai kecemasan tersendiri jika memandang agama Islam. Dan seakan Islam selalu diidentikkan dengan paham terorisme, radikalisme, ekstrimisme dan lainnnya. 
Dan pada akhirnya Islamophobia bukan hanya bagi mereka yang non muslim terjangkiti penyakit ini. Fatalnya muslim pun juga takut dan khawatir dengan pemikiran dan simbol-simbol Islam. Padahal Islam di Indonesia yang sedari dulu hidup damai, tentram, dan harmonis pun akhirnya mulai ditaburi dengan debu-debu negatif, seperti radikalisme dan ekstrimisme
Junnah Islamophobia Adalah Khilafah
Tidak dipungkiri, munculnya islamophobia adalah design busuk Barat. Begitu pula solusi yang dihadirkan untuk menghilangkan islamophobia dengan cara dialog antar agama adalah rancangan barat serta menghanguskan setiap pemikiran dari ide khilafah adalah ulah mereka. 
Islamophobia yang menjangkiti di dunia dan di negeri kita saat ini tidak akan mungkin selesai dengan solusi ala demokrasi.  Karena Barat ada di balik rancangan jahat islamophobia tersebut. Kerusakan kehidupan akibat diterapkannya sistem demokrasi kapitalis yang digawangi Barat, berupaya dialihkan mengalihkan kesalahan dan kebencian kepada Islam dan kaum Muslimin.
Tidak cukup personal atau kelompok, tapi harus berupa institusi negara, yakni Khilafah. Khilafahlah yang akan menjadi junnah/perisai bagi kaum Muslimin dari setiap teror dan serangan musuh-musuh Islam. Di belakang Khalifah pula kaum Muslimin akan berperang melawan setiap pihak yang merusak kehormatan Islam dan kaum Muslimin.
Namun kini, di saat Khilafah tengah diperjuangkan kembalinya di tengah umat, dan dianggap ide yang bertentangan dengan paham ideologi Indonesia. Maka jalan satunya-satunya menghadapinya adalah istiqamah menepaki jalan dakwah ‘ala minhaji an nubuwwah. 
Karena ide khilafah hakikatnya adalah ide Islam. Mengapa harus takut untuk menyampaikan ide yang Allah SWT perintahkan? Maka saatnya umat muslim kini bangkit dan menjauhkan diri dari penyakit Islamophobia yang tidak sewajarnya ada pada diri seorang muslim. 
Untuk itu dengan dakwah yang masif, akan terbuka mata umat terhadap kemuliaan Islam. Jelaslah bahwa Islam bukan agama teroris. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Hanya dengan Islam, kehidupan manusia akan mulia.
Sejarah telah membuktikan, bahwa Islam telah membawa kemuliaan dunia selam 13 abad lamanya. Bahkan kemajuan peradaban Barat yang sekarang ada, tidak mungkin hadir tanpa adanya konstribusi besar dari Islam dan kaum Muslimin.
Wallahu A'lambishwab. [MO/sg]

Posting Komentar