Oleh: Dewi Ratnasari
(Muslimah Pengkaji Islam Kaffah) 
Mediaoposisi.com-Jangan heran di negara sekularisme ketika ada orang yang teriak NKRI harga mati justru ia korupsi bahkan minta jatah menteri, ada orang yang ngomong saya pancasila saya Indonesia ternyata tertangkap pakai narkoba, ada juga orang yang suka nyinyir poligami ternyata pendukung kelompok LGBT.
Dan yang tidak habis pikir di negara  ini orang yang terkena kekerasan ketika ia pacaran malah diangkat menjadi duta anti kekerasan, orang yang menghina pancasila diangkat menjadi duta pancasila.
Cacat berfikir seperti ini bahkan merambah juga dalam menyikapi masalah-masalah ekonomi semisal ketika harga cabai naik pemerintah meminta masyarakat untuk tanam cabai sendiri, ketika harga daging melonjak masyarakat diminta diet dan berganti makan keong.
Begitu menggelitik tingkah para elit politik di negeri ini yang benar disalahkan yang salah dibenarkan seakan tidak pernah mengingat bahwa kekuasaan yang Allah titipkan akan  di pertanggung jawabkan di akhirat kelak.
Pun baru-baru ini jagat media sosial digemparkan dengan foto anak MAN 1 Sukabumi yang mengibarkan bendera tauhid sebagaimana dilansir detik.com. Di media sosial, beredar foto siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) mengibarkan bendera bertuliskan tauhid di sekolah. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin kemudian melakukan investigasi. 
Salah satu pengunggah foto itu adalah pemilik akun @Karolina_bee11. Dalam foto itu, terlihat sekelompok siswa berada di lapangan sekolah. Mereka mengibarkan bendera Ar Rayah dan Al Liwa. Ada pula siswa yang membawa bendera Merah Putih. Terlihat ada tulisan 'MAN 1 Sukabumi' di salah satu bendera lainnya. 
Foto itu disorot oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily. Komisi VIII DPR membidangi bidang keagamaan dan bermitra dengan Menteri Agama. Ace langsung memention Menag Lukman di cuitannya. "Pak Menag @lukmansaifuddin mohon segera diklarifikasi tentang penggunaan atribut bendera ini yang kabarnya berada di MAN 1 Sukabumi. Seharusnya Madrasah, apalagi yang dikelola @Kemenag_RI harus mengedepankan semangat NKRI daripada penggunaan bendera yang identik dengan organisasi yang terlarang," cuit Ace. 
Cuitan Ace itu ditanggapi langsung oleh Menag Lukman. Kemenag telah menerjunkan tim ke MAN tersebut untuk mendapatkan penjelasan. "Sejak semalam sudah ada tim khusus dari pusat yang ke lokasi untuk investigasi," kata Lukman lewat Twitter, Minggu (21/7/2019).  
Kejadian tersebut mengundang pro kontra di masyarakat. Ada yang setuju dengan sikap pemerintah ada juga yang menolak karena beranggapan bahwa bendera tauhid adalah simbol ummat Islam dan tak perlu dikriminalisasi. Maka sangat disayangkan sekelas menteri agama yang setiap sholatnya membaca kalimat Tauhid namun sangat alergi dengan simbol tersebut.
Asas kebebasan yang dianut negeri ini juga pemisahan agama dalam mengurusi masalah muamalah dan pemerintahan menjadi akar masalah saat ini. Maka ketika bendera tauhid di investigasi , lalu apa kabar para tikus berdasi? Apakah dengan teriak saya indonesia saya pancasila maka semua jerat hukum dipermudah. Mengapa hukum seolah tak berlaku bagi mereka.
Oleh karena itu sekulerisme menjadi masalah publik yang harus segera dihapuskan. Karena ketika sistem rusak tersebut masih diadopsi makin banyak masalah-masalah ummat yang solusinya asal-asalan bahkan tambal sulam juga makin menjamurnya kriminalisasi terhadap simbol - simbol Islam. 
Islam datang menjadi rahmat untuk seluruh alam maka hal tersebut bisa terwujud ketika adanya institusi yang siap mengaplikasikan seluruh syariatNya. Sudah saatnya ummat sadar bahwa sekularisme hanya menjadi masalah dan segera terapkan islam secara kaffah dalam bingkai daulah khilafah 'alaminhajinnubuwwah.
Wallahu'alam bishowab. [MO/sg]

Posting Komentar