Oleh: Elis Herawati
(Ibu Rumah Tangga)
Mediaoposisi.com-Akhir-akhir ini, bendera yang bertuliskan kalimat “Laa Ilaha Illa Allah, Muhammad Ar-Rasulullah”  sedang naik daun, bendera yang bertuliskan hitam dengan latar berwarna putih serta bertuliskan putih dengan latar berwarna hitam ini sedang menjadi polemik di tengah masyarakat bahkan sampai tataran penguasa.

Biasanya masyarakat menyebut bendera ini dengan sebutan bendera Tauhid, disebabkan kalimat Tauhid yang ada didalamnya, kalimat yang menunjukkan identitas seorang Muslim. Lalu ada apa dengan bendera Tauhid ini?

Setelah beberapa waktu lalu sempat dihebohkan dengan adanya pembakaran oleh salah satu oknum yang berakhir dengan aksi bela bendera Tauhid.

Kini, muncul lagi pemberitaan mengenai bendera Tauhid yaitu di lansir dari tempo.co, jakarta yang memberitakan tentang sebuah foto yang diduga siswa-siswi Madrasah Aliah Negeri 1 Sukabumi, Jawa Barat sedang membentangkan bendera tauhid kemudian menjadi viral di media sosial sejak Sabtu malam, 20 Juli 2019.

Dalam kasus ini, foto bendera Tauhid itu pertama kali disorot oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily. Ace me-retweet unggahan akun @Karolina_bee1. Ace menilai tidak sepatutnya bendera yang identik dengan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia dikibarkan oleh siswa Indonesia. Mengetahui hal itu, Menteri Agama Lukman Hakim ditemani tim khusus langsung melakukan investigasi terhadap foto siswa di MAN 1 Sukabumi yang mengibarkan bendera Tauhid.Sejatinya apakah bendera Tauhid itu?

Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Bendera Rasulullah SAW berwarna hitam, sedang panjinya berwarna putih dan ada tulisan kalimat tauhid.” (HR. Abu asy-Syekh)

Bendera Tauhid adalah bendera hitam dan putih yang bertuliskan kalimat Tauhid, atau juga lebih dikenal dengan Ar-Rayah dan Al-Liwa. Dalam sejarah Islam bendera ini lebih dikenal dengan bendera Rasulullah. Maka, dari sini bisa kita simpulkan bahwa keberadaan bendera Tauhid tidak ada kaitannya dengan organisasi tertentu.

Lalu, apakah yang harus dikhawatirkan dengan foto siswa yang membawa bendera ini? Padahal, jika diamati hal tersebut adalah wujud kecintaan terhadap Islam yang sangat menghargai bendera ini. Inilah akibat dari kesesatan cara berpikir rezim sekuler dalam memandang kebaikan dan keburukan. Hal yang sejatinya baik, justru dianggap sebaliknya.

Fakta ini ialah bukti yang menunjukkan betapa pemerintah begitu takutnya terhadap bendera tauhid, padahal bendera tauhid ini ialah simbol persatuan Kaum Muslimin. Lebih dari pada itu bendera tauhid inilah yang menjadi salah satu bukti bahwa islam pernah berjaya, serta menjadi gemilang dalam peradaban.

Sehingga tidak sepantasnya kita takut atau bahkan menganggap bahwa bendera ini menyimpan suatu pemikiran radikal ataupun teroris, sebab islam bukanlah agama yang radikal, islam dengan seperangkat aturannya ialah Rahmat bagi semesta alam.

Suatu ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap masyarakatnya dengan menuding pihak yang  sebenarnya tak bersalah menjadi salah dan melanggengkan pihak yang seharusnya diperkarakan menjadi benar, semua itu disebabkan aturan yang digunakan ialah aturan manusia yang memiliki kelemahan, keterbatasan, serta disesuaikan oleh kondisi serta zaman.

“Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zalim.”(HR.Tirmidzi)

Daripada mengurusi bendera tauhid yang jelas-jelas bendera kaum muslimin, bukankah lebih baik menginvestigasi korupsi yang ada di depan mata? Entah sudah berapa kasus yang tak tentu ujungnya.

Mereka yang korupsi itu mengambil sesuatu yang bukan haknya, mengambil sesuatu yang seharusnya digunakan untuk kepentingan bersama tapi mereka menggunakannya untuk keperluan pribadi. Itu yang sudah jelas harus diurus, bukan malah mengurusi bendera tauhid yang tidak ada salahnya bila ummat mengibarkannya. Korupsi terjadi tidak lain dikarenakan tidak tegasnya sikap pemimpin dan salahnya sistem sekuler yang berlaku sekarang.

Itulah pentingnya sistem Khilafah, sistem yang mengatur segala urusan kehidupan sesuai dengan apa yang Allah perintahkan. Sistem yang menerapkan hukum syara dan menjadikan islam sebagai pedoman.

Paham mana yang harus diurus antara keimanan dan kebanggaan seorang muslim akan bendera Rasulullah atau kebiasaan para penjahat akan tindakan korupsi yang tiada hentinya yang sudah jelas salah dan terlarang. Bahkan tindakan tersebut sangat tidak disukai oleh Rasulullah bahkan Allah SWT pun melaknatnya.

Wallahu'alam Bi Shawwab. [MO/sg]

Posting Komentar