Oleh : Khaulah Al-Azwar

Mediaoposisi.com-  Tak di pungkiri bahwa khilafah saat ini menjadi Tranding Topic. Kenapa saya memilih topic Khilafah karena persoalan Khilafahlah yang menjadi momok di dunia  terkhusus Indonesia. Persoalannya bukan hanya menjadi tranding topic saja melainkan banyak yang bertanya-tanya seperti :

“Mengapa harus Khilafah ?” “Kenapa Khilafah muncul di Indonesia yang masyarakatnya berbagai etnis ?” Kenapa ummat manusia wa bil khusus umat Islam harus percaya dengan Khilafah ?”
Setidaknya beberapa pertanyaan yang muncul di benak beberapa orang akan sedikit  saya jelaskan.
Yang membawa ide Khilafah jangan di anggap hanya dari ormas Hizbut Tahrir (HT) saja, melainkan ide Khilafah sudah di bawa oleh beberapa kalangan. Ironisnya ormas yang membawa ide itu untuk di syiarkan kepada umat manusia akan di persekusi, di kriminalisasi, bahkan sampai di bubarkan. 

Apakah muslim phobia dengan ajaran Islam itu sendiri ?

Sebelumnya tulisan ini bukan untuk membela HT atau pun pihak lain. Ini murni analisis penulis terhadap fakta yang ada. Mari lanjutkan !!!

Banyak yang mengatakan bahwa yang mendukung Khilafah pasti anti pancasilais. Selain itu sumber-sumber referensi terkait Khilafah banyak di temukan dari ujaran orang-orang yang tidak suka Khilafah, pamflet  dan baliho.

Khilafah merupakan ajaran Islam, itu yang harus tertancap di benak kalian saudaraku.  Track record HT sendiri dari awal memang hanya menyampaikan ajaran Islam. Kalau persoalannya ada pada ‘Kenapa HT seolah-olah tidak membela pancasila ?’ bukan kita tiba-tiba menjudge itu tidak pancasilais.

Ciri orang cerdas ialah ia tidak akan termakan oleh informasi yang beredar hanya dari satu dua orang saja. Tetapi orang cerdas ialah dia yang mampu mencari tau segala sumber dan memutuskan apa yang hendak dipilihnya. Namun pedoman itu tetap harus merujuk Al-Qur’an dan Al-Hadist.

Oleh sebab itu kenapa kita harus mengetahui alasan di balik keputusan ‘Mereka’ memperjuangkan Islam dan alasan kenapa  ‘Mereka’ memusuhi Islam. Bukan tiba-tiba menyalahkan Khilafah itu penghancur NKRI. Karena kita tidak bisa mengotak-atik hukum dari Allah yakni Khilafah.

Sama halnya dengan kalian yang tidak suka dengan Khilafah. Pasti ada alasan entah itu memang untuk kesejahteraan umat atau untuk sebuah kepentingan dalam menduduki kekuasaan.
Saya meneliti fakta yang terjadi saat ini, memang Khilafah menjadi solusi fundamental bagi segala problematika yang terjadi. Sebagai warga negara yang baik saya menyadari dan ingin bangkit dari keterpurukan yang di derita oleh rakyat.

Lantas anda tak perlu takut saudaraku jika kalian membicarakan Khilafah sebagai ajaran Islam. Jangan sampai kalian itu  justru phobia dengan ajaran Islam. Fakta saat ini memberikan bukti siapa yang terdzalimi dan siapa yang menghakimi. Rakyat bisa melihat dan menilai sendiri. Jika pada tahun 2017 BHP Hizbut Tahrir di cabut lantas saat ini ormas yang terancam seperti HTI adalah FPI.

Padahal jika kita telisik track record dari FPI justru sangat loyal sekali dengan Negeri ini. Saya ambil contoh di beberapa daerah yang mengalami bencana alam gerakan front pembela Islam (FPI) inilah yang maju di garda terdepan sebelum bantuan pemerintah sampai.

Pertanyaannya, kenapa ‘Mereka’ yang  loyal sekalipun menjadi target pembubaran ? Apakah ‘Mereka’ melakukan kesalahan yang fatal dengan loyalitas ke Negeri ini ? Apakah ‘Mereka’ salah dalam memperjuangkan ajaran Islam ? atau mungkin Pemerintahlah yang justru ingin menjegal semua ormas agar kepentingan ‘Mereka’ tidak di hadang oleh para pejuang Islam dalam menilai penguasa. Bukankah menilai penguasa sangat di anjurkan dalam memantau kinerja penguasa ?  Apakah kebijakan  penguasa itu adil ataukah tidak  ? Renungkanlah !!!

Ada apa sebenarnya di balik semua ini ? Kenapa polemik ini muncul baru-baru di beberapa tahun terakhir ? Padahal jika kita amati ‘Para Pejuang Islam’ sudah sejak lama mendakwahkan Islam, tetapi kenapa harus di jegal di beberapa tahun ini ?

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5430) yang di ubah menjadi Undang-undang Nomor 2 tahun 2017 (Perppu Ormas).
Tak di pungkiri jika yang akan di jegal pemerintah bukan hanya dari ormas Hizbut Tahrir dan Front Pembela Islam saja melainkan ormas-ormas lain. Ya semua itu bisa terbaca dari track record pemerintah dalam menjegal beberapa ormas tersebut.
Bukan hanya menyerang kepada ormas tersebut saja, namun pemerintah akan menggencarkan cara agar rakyat semakin jauh dan takut dengan ajaran Islam sendiri. Baik dari anak-anak, remaja, bahkan kalangan kampus akan di lenakan dengan kurikulum pendidikan yang menyita waktu agar mereka tidak dapat memahami ajaran Islam itu apa saja.
Selain itu mereka condong apatis dengan realita yang ada, sehingga banyak kalangan yang membungkam para kritikus saat menyuarakan penilaian terhadap kebijakan pemerintah.
Para pejuang Islam seolah-olah selalu terlabeli dengan kata ‘Radikalisme’. Padahal telah nyata mana yang haq dan mana yang batil. Kata-kata yang di lebelkan kepada para pejuang itu seolah-olah membuat rakyat enggan untuk mencari tau dan memahami ajaran Islam sesungguhnya.
Jadi lantaskah jika kita menuding bahwa Khilafah itu bukan ajaran Islam ? Pantaskah jika kita mengolok-olok ormas yang lain dan mengabaikan kebenaran yang ada ? Itu perlu kalian renungkan saudaraku.
Menyikapi fakta yang ada saat ini, Apakah kita hanya diam saja melihat yang haq selalu di sudutkan terlebih jelas Khilafah sebagai ajaran Islam dan Islam di jadikan alat agar rakyat menjadi phobia dengan ajaran Islam itu sendiri.
Setelah fakta-fakta terpapar dengan jelas, Masihkah kamu terombang-ambing ? Masihkah kamu ragu dengan ajaran Islam ? Masihkah pantas jika kamu memusuhi Khilafah ?
Jika kamu belum tau apa itu Khilafah, bukan dengan cara ikut-ikutan memusuhi tetapi cari taulah seperti apa Khilafah itu.
Karena orang yang paham akan selalu menghindari perdebatan Hukum Syara’, karena hukum syara tidak bisa di perdebatkan karena sudah jelas-jelas datangnya dari Allah sang pencipta dan pengatur. Apakah dengan memperdebatkan Hukum Syara’ akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Saya rasa tidak !!!
Hakikatnya manusia yang belum mengetahui hukum atau informasi itu ia akan mencari tau informasi sebanyak-banyaknya dari sumber-sumber yang valid hingga ia menemukan kebenaran yang hakiki bukan hanya sebatas follower semata.
Nah oleh sebab itu tak perlu ragu dengan ajaran Islam karena jelas ajaran Islam bukan untuk menakut-nakuti kalian saudaraku. Cobalah kita buka fikiran dengan positif thinking bukan dengan negative thinking. Cobalah kita pahamkan orang-orang sekitar kita agar memahami apa itu khilafah agar mereka tidak tiba-tiba takut dengan Islam terkhusus ajaran Islam itu sendiri. [MO/ra]

Posting Komentar