Oleh : Mira Susanti (Aliansi Penulis Perempuan Untuk Generasi)

Mediaoposisi.com-Aplikasi FaceApp saat ini sedang naik daun berkat kemampuannya mengubah foto wajah jadi muda atau tua. Di sisi lain  Amerika Serikat (AS) menyerukan agar aplikasi yang membuat tampilan wajah tampak tua, FaceApp, diselidiki. Penyelidikan ini terkait kecurigaan kalau aplikasi ini melanggar privasi dan bisa mengganggu keamanan nasional di negara itu. Hal ini diimbau oleh Senator Amerika Chuck Schumer kepada badan intelijen AS (FBI), Komisi Federal Perdagangan (FTC), dan Badan Perlindungan Konsumen. 
FaceApp sendiri merupakan aplikasi yang dibuat oleh salah satu perusahaan rintisan asal Rusia untuk mengubah wajah pengguna menjadi lebih "kinclong", tampak tua, bahkan dapat mengubah jenis kelamin. Di samping kontroversi FaceApp tentang kerahasiaan data pribadi penggunanya, aplikasi berteknologi AI (artificial intelligence) ini masih tetap diminati berbagai kalangan. Kenapa banyak orang terobsesi dengan aplikasi yang mempunyai fitur pengubah wajah ini?

"Secara naluriah orang memang ingin tahu lebih banyak tentang diri mereka. Karena hidup itu penuh ketidakpastian, jadi bentuk umpan balik apapun yang bisa membantu seseorang untuk memprediksi masa depannya. Tetapi, mungkin sedikit yang menyadari bahwa aplikasi pengubah wajah seseorang ini memberikan dampak buruk pada psikologis diri sendiri. Bahkan memancing seseorang secara tidak sadar mengolok-ngolok wajah orang lain ketika menjadi tua. Dampak Lebih parahnya lagi foto-foto tersebut bisa saja  disalah gunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab demi memuluskan kepentingan mereka.
Terlepas dari berbagai alasan netizen tentang Face App ,tetap saja sebagai orang yang hidup ditengah kecanggihan teknologi saat ini harus cerdas dan selektif.  Tidak semua hal baru latah untuk kita ikuti. Karena bisa saja membuat kita terlena bahkan lupa tentang halal atau haramnya suatu perbuatan tersebut. 
Islam memandang bahwa aktivitas dalam merubah ciptaanNya  termasuk perkara haram dan pelakunya mendapatkan dosa besar. Adapun mengedit foto suatu objek yang bernyawa, misalnya mengedit foto wajah manusia dengan mengubah warna kulit, menghilangkan kerutan wajah, mengubah warna bola mata, dan semisalnya, hukumnya haram. Sebab hadits-hadits yang mengharamkan menggambar makhluk bernyawa dapat diberlakukan pada aktivitas mengedit foto. (‘Atha bin Khalil, Jawab Sual, 21/09/2010).

Hadits-hadits tersebut antara lain sabda Nabi SAW ,Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar/patung (makhluk bernyawa) akan disiksa pada Hari Kiamat, dikatakan kepada mereka,’Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan.’ (HR Bukhari no 5951, dari Ibnu ‘Umar RA,).
Ketika berbicara usia tua merupakan suatu ketetapan sang pencipta. Tugas kita bagaimana membekali diri sebaik-baiknya dengan amal kebaikan dimasa muda.Karena usia tua itu pasti tanpa diminta ia akan menua dengan sendirinya.
Imam Al-Ghazali menasihatkan agar setiap hari kita meluangkan waktu sesaat
“Aku tidak mempunyai barang dagangan kecuali umur. Apabila ia habis, maka habislah modalku sehingga putuslah harapan untuk berniaga dan mencari keuntungan lagi. Allah telah memberiku tempo pada hari yang baru ini, memperpanjang usiaku dan memberi nikmat.”
Al Quran Surat al ‘Ashr 1-3: mengingatkan; “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati dalam supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”[MO/sg]



,






Posting Komentar