oleh: Yuniasri Lyanafitri

Mediaoposisi.com-Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi manusia untuk memahami kehidupan. Tempat untuk berlindung dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi penghuninya. Keluarga mempunyai pengaruh besar dalam membentuk karakter seorang individu. Pula sebagai tempat pembinaan manusia agar siap menghadapi lingkungan bermasyarakat. 

Dari keluargalah, manusia mampu menjadi peradaban bagi dunia. Namun, dewasa ini banyak terjadi permasalahan pada keluarga-keluarga di dunia yang memberikan dampak negatif bagi masyarakat secara luas. Misalnya, kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh seorang ibu atau anak atau anggota keluarga lainnya. Banyak kasus perceraian yang terjadi akibat faktor pertengkaran yang terus menerus, ekonomi, dan meninggalkan salah satu pihak. 

Hanya dari dua kasus tersebut dapat memberikan dampak secara psikologis dan fisik terhadap korban maupun anggota keluarga lainnya sebagai generasi penerus peradaban.

Hal ini bukan semata-mata disebabkan oleh ketidaktahuan atau kurang pahamnya dalam menjalankan peran sebagai anggota keluarga. Melainkan akibat dari penerapan sistem demokrasi sekuler yang memberikan dampak di segala sisi kehidupan. Misalnya dalam bidang ekonomi dan hukum yang hanya berpihak kepada pemilik modal (penguasa dan pengusaha). Sehingga tingkat kesenjangan sosial yang semakin tinggi.

Krisis moral dan budaya dalam pergaulan antara wanita dan laki-laki yang semakin meninggalkan perilaku malu. Krisis politik yang selalu menimbulkan kerusuhan dan pertikaian dalam perebutan kekuasaan. Keadaan ini semakin diperparah dengan adanya pemikiran liberal yang sekuler. 

Sehingga berdampak pada penghancuran kepribadian individu yang merusak cara berpikir manusia untuk dapat membedakan salah dan benar. Tidak terkecuali terjadi pada keluarga muslim yang ikut terguncang.

Pemikiran liberal yang sekuler berlandaskan pada kebebasan dan memisahkan kehidupan dari agama. Keluarga yang dibentuk dari pemikiran tersebut akan menghasilkan kepribadian individu yang egois.Seperti halnya pada wanita masa kini yang tidak mau dianggap lebih kecil perannya daripada laki-laki dalam berkarir dan dalam hal apapun. Mengapa demikian? Karena bagi wanita yang dapat memiliki jabatan yang tinggi dalam karirnya melebihi karir seorang laki-laki merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan. 

Sehingga tanpa sadar wanita ingin disejajarkan dengan para laki-laki. Padahal pemikiran seperti inilah yang dapat membuat sebuah keluarga hancur. Karena terbengkelainya peran masing-masing dalam keluarga. Khususnya peran seorang wanita sebagai istri dan ibu.

Padahal peran seorang wanita dalam keluarga mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk menentukan kualitas generasi penerus peradaban. Karena karakter dan kepribadian seorang anak adalah hasil dari pola asuh sang ibu. Jika seorang ibu sibuk dengan urusannya sendiri, maka dapat dipastikan pembentukan kepribadian anak yang berkualiatas akan gagal. Anak sebagai peniru ulung akan berperilaku sesuai dengan hal-hal yang dilihatnya di dalam keluarganya. 

Yaitu seorang ibu yang sibuk dengan karir dan acuh terhadap anak dan suaminya. Sedangkan seorang ayah yang menolak mengurusi anaknya dengan dalih bukan merupakan kewajibannya. Dari sinilah terbentuk maklumat shabiqoh (informasi sebelumnya) yang akan menjadi landasan cara berpikir untuk membedakan baik dan buruk, salah dan benar. 

Pada akhirnya, banyak para pemuda pemudi yang mendukung gerakan feminis untuk mendukung kesetaraan gender dan emansipasi wanita. Sehingga mereka menuntut wanita diperlakukan sama dengan laki-laki dalam hal apapun.

Menurut fitrahnya, wanita dan laki-laki mempunyai banyak perbedaan yang tidak mungkin untuk disamaratakan. Contoh, otak dan kekuatan antara wanita dan laki-laki. Wanita cenderung bisa membagi fokus dalam bekerja sedangkan laki-laki tidak bisa. Seorang ibu bisa mengurus anaknya, memasak, dan menyapu dalam waktu yang bersamaan. 

Sedangkan seorang laki-laki hanya mampu fokus pada satu pekerjaan. Laki-laki mampu mengangkat beban hinggaberton-ton sedangkan wanita tidak. Wanita lebih mengedepankan perasaan. Sedangkan laki-laki lebih banyak menggunakan logikanya. 

Sehingga jika seorang wanita menjadi seorang pemimpin, maka setiap keputusan yang diambilnya akan selalu berlandaskan pada perasaannya. Sabda Rasulullah saw. “Tidak akan beruntung suatu kaum yang perkaranya dipimpin oleh seorang wanita.” (HR. Bukhari)

Begitulah sedikit dari banyaknya perbedaan wanita dengan laki-laki secara fitrahnya. Betapa kacaunya masyarakat jika kedudukan seorang wanita dan laki-laki disamaratakan.

Di dalam Islam yang mengatur segala sisi kehidupan, mempunyai aturan dalam memperlakukan wanita dan laki-laki. Terlebih lagi Islamsangat memuliakan dan melindungi kaum wanita sesuai dengan fitrahnya. Karena di dalam Islam berlandaskan atas akidah islamiyah yang hanya mengharap ridho dari Sang Pencipta yaitu Allah swt. Sehingga semua perbuatan yang dilakukan hanya yang Allah swt. 

Sukai dan perintahkan. Seperti menjalankan perannya sebagai wanita yang kelak akan menjadi seorang istri dan seorang ibu dalam keluarganya. Seorang wanita akan mendahulukan kewajibannya sebagai istri dan ibu daripada mementingkan karir yang sebenarnya hanya mubah (boleh) dalam pilihannya.

Sabda Rasulullah saw. yang artinya, “Jika seorang wanita selalu menjaga shalatnya 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya sebagimana sayriat mengaturnya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepada wanita, masuklah ke surga melalui pintu manapun yang kalian inginkan.” Betapa besar balasan bagi kaum wanita yang menjalankan perintah-Nya sesuai dengan syariat Islam.

Ketika seorang wanita menggunakan syariat Islam sebagai landasannya dalam bertindak, maka keluarga yang akan dibangunnya akan menjadi pilar utama yang kokoh. Dan mampu membentuk generasi penerus peradaban yang sangat berkualitas. Namun dalam faktanya, penerapan syariat Islam secara kaffah hanya mampu diemban oleh sebuah negara. Karena hanya negara yang memiliki alat untuk membuat dan memaksa umat untuk taat dan tunduk kepada kebijakan negara.

Wallahu’alam bi ashowwab[MO/sg]

Posting Komentar