Oleh : Hesti Umi Majidah
(Aktivis Dakwah Muslimah)

Mediaoposisi.com- Jakarta (ANTARA) - Film berjudul Dua Garis Biru yang baru tayang di bioskop hari ini dinilai sangat menggambarkan nilai-nilai yang ingin ditanamkan dalam program remaja di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN M Yani di Jakarta, Kamis, mengatakan film Dua Garis Biru dapat membantu BKKBN dalam menjangkau remaja Indonesia lebih luas dengan program Generasi Berencana (GenRe).

"Dalam program kita sulit menggambarkan realita ini, tapi film ini dengan mudah memberikan gambaran yang benar-benar terjadi di tengah masyarakat," kata Yani.

Film Dua Garis Biru karya sutradara Ginatri S Noer mengisahkan sepasang remaja yang melampaui batas dalam berpacaran sehingga berujung pada pernikahan usia dini.

Film tersebut memberi pesan bahwa remaja harus memiliki rencana kehidupannya sejak awal hingga kelak membangun rumah tangga. Garis Dua Biru menggambarkan pernikahan di usia muda bisa merusak masa depan dan memupuskan berbagai cita-cita.

Menutut dia, menyampaikan sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan, dan nilai-nilai lain kepada remaja memang lebih tepat dengan menggunakan media film. Dwi pun mengatakan BKKBN akan membawa film Dua Garis Biru sebagai sosialisasi program agar bisa ditonton oleh remaja di seluruh provinsi. 

Isu tentang seks di kalangan anak muda memang masih dianggap sebagai topik yang tabu dibicarakan bagi sebagian masyarakat Indonesia, apalagi jika diangkat menjadi sebuah tontonan. Tentu saja, sebagian orang merasa kaget bahkan menentang jika hal berbau seks diangkat menjadi film, ditambah lagi jika karakter yang bermain masih berusia remaja.

Dan fakta yang di dapat pada film yang ditonton lebih banyak keburukan di dalamnya, seperti banyak wanita atau pria yang tidak menutup aurat hingga membuat orang yang menonton melihatnya sama saja hal tersebut adalah zina mata walaupun tidak melihat orangnya secara langsung, tetap saja ia melihat sesuatu yang buruk. Dalam film tersebut juga mengajarkan adanya hubungan tidak halal yaitu pacaran.

Apakah itu penerus generasi muda yang patut di contoh? Tidak. Generasi muda adalah generasi penerus bangsa ini, tetapi Rusaknya generasi muda saat ini ditandai dengan mulai lunturnya nilai-nilai moral yang di awali dari hilangnya budaya malu.

Melalui sistem liberal yang mengagungkan kebebasan, pembuatan film bernilai bisnis yang menguntungkan bagi mereka, Selama ada yang berminat dan menjanjikan keuntungan film akan dibuat dengan judul trailer yang "menjual".

Kita butuh sistem pendidikan Islam sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam dulu. Pendidikan yang dilandasi oleh akidah Islam. PR Besar untuk para orangtua untuk mendidik anak-anaknya kelak agar memiliki kepribadian Islam dengan akidah Islam yang kokoh, menjadi pemimpin umat

Padahal Secara jelas Islam telah mewajibkan kepada kaum mukmin laki-laki dan kaum mukmin perempuan untuk menjaga pandangannya terkait hal-hal yang diharamkan oleh hukum Syara’. Allah swt Berfirman, yang artinya:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; … Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padany,” (TQS. Al-Nur [24]: 30-31).

Maka dari itu hanyalah sistem Islam yang mampu menerapkan hukum-hukum syara' Mengatur  tanpa membeda-bedakan antara satu individu dengan yang lainnya.  kesadaran inilah yang kelak akan menggerakkan umat untuk bersama menuntut perubahan yang lebih besar dan lebih mendasar. 

Yakni dengan menumbangkan sistem sekuler demokrasi yang kufur dan menggantinya dengan sistem Khilafah Islam. Sebagaimana dulu, dakwah fikriyah yang dilakukan Rasulullah Saw bersama para sahabatnya juga berbuah sama. Yakni tumbangnya sistem kufur jahiliyah dan tegaknya sistem politik Islam di Madinah al-Munawwarah yang dipenuhi dengan keberkahan.

Sebagaimana di jelaskan dalam salah satu hadits :

حدثنا سليمان بن دوود الطيالسي حدّثني داود بن إبراهيم الواسطي حدثني حبيب بن سالم عن النعمان بن بشير قال : كنا قعدوا في المسجد مع رسول الله ﷺ وكان بشير رجلا يكف حديثه فجاء أبوثعلبة الخشني فقال : يا بشير بن سعد أتحفظ حديث رسول الله ﷺ في الأمراء، فقال حذيفة : أنا أحفظ خطبته فجلس أبو ثعلبة فقال حذيفة : قال رسول الله ﷺ : ” تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها ، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة، فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون ملكا عاضا فيكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها إذا شاء الله أن يرفعها، ثم تكون ملكا جبريا فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة. ثم سكت

“Adalah Kenabian (nubuwwah) itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang menempuh jejak kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah), yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Kekuasaan yang menggigit (Mulkan ‘Aadhdhan), yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Kekuasaan yang memaksa (diktator) (Mulkan Jabariyah), yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya, apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam.”(Dikeluarkan oleh: Imam Ahmad; Musnad Imam Ahmad no.18319 hal.162 Jilid 14 cet.Darul Hadits. Wallahu a'lam bishawab [MO.IP]

Posting Komentar