Oleh : Dini Azra

Mediaoposisi.com-Terungkapnya kasus prostitusi, bukan berita baru lagi di negeri ini. Seolah menjadi suguhan sehari-hari di media massa maupun Televisi. Dari  warung remang-remang, hingga hotel berbintang yang melibatkan artis-artis kondang. 

Namun kali ini kita dibuat tercengang. Dengan terungkapnya kasus prostitusi yang dilakukan pasutri. Seorang suami rela menjual tubuh isterinya, untuk dinikmati oleh laki-laki durjana.

1July 2019 lalu, Ditreskrimsus Polda Jawa Timur membongkar praktik prostitusi sepasang suami isteri. Disebuah villa di desa Pecalukan, kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. NH (23) telah menawarkan istrinya PR (20), untuk melayani pria hidung belang. Dengan melakukan praktek seks menyimpang. Threesome.

Kepada polisi NH mengakui sengaja mengunggah foto-foto syur sang istri di akun twitter miliknya. Foto-foto tanpa busana dengan pose diatas ranjang. Tak ayal, akun twitter yang baru dibuatnya tiga bulan itu. 

Sudah memiliki follower hingga dua ribu. Siapa yang berminat dengan sang isteri, bisa berkomunikasi lewat jalur pribadi. Untuk menentukan kesepakatan tempat dan harga.  Setiap satu jamnya dia memasang tarif 1,5 juta.

Saat digerebek, diakuinya bahwa itu adalah layanan keempat kalinya. Dan dia menolak tuduhan, jika dia memaksa sang isteri untuk berbuat demikian. Menurutnya, ini sudah menjadi kesepakatan. Alasan yang memicu perbuatan mereka, adalah untuk melunasi hutang. 

Ketika isterinya melahirkan melalui operasi caesar , NH berhutang kepada temannya sebesar 8 juta. Hutang itupun sudah dicicilnya dari hasil bisnis kotor tersebut, dan kini tinggal 1 juta.  

Sungguh miris dan menyedihkan. Seorang suami sejatinya adalah pemimpin bagi kaum wanita. Memimpin dalam rangka mentaati Allah dan RasulNya. Bersama-sama membina keluarga sakinah mawadah warahmah. Meskipun menjalaninya tidak mudah. Namun tetap harus berusaha istiqomah, sampai ke Jannah. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka..." (QS. An Nisa [4]: 34 )

Suami berkewajiban menafkahi istri dan anaknya, dalam hal makanan, pakaian dan tempat tinggal. Sesuai dengan kemampuannya. Menggauli isterinya dengan baik, penuh kasih sayang, dan pengertian. Tidak boleh bersikap kasar dan zalim. 

Pun dia harus membimbing isteri dalam mentaati agama. Menjaga kehormatan istri, harga diri dan tak boleh membuka aibnya. Kepada siapapun.

Apa yang dilakukan NH, meskipun dalam keadaan terpaksa tidak bisa dibenarkan. Begitupun PR, yang menuruti perintah suaminya untuk berbuat zina. 

Tidak ada ketaatan dalam hal maksiat. Seorang suami yang tidak memiliki kecemburuan terhadap isteri dan keluarganya. Terhadap keburukan yang dilakukan, dan dia menganggap itu baik-baik saja. Tidak marah atau melarangnya. Maka dia adalah lelaki dayuts.

Dari Sâlim bin Abdullah bin Umar, berkata: Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma bercerita kepadaku bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiga orang yang Allâh haramkan surga untuk mereka: pecandu khmar (minuman keras), anak yang durhaka, dan dayûts, orang yang membenarkan keburukan di keluarganya”. [HR. Ahmad, no. 5372, 6113. Dishahihkan oleh syaikh Syu’aib al-Arnauth di dalam Takhrij Musnad Ahmad]

Namun hidup dalam sistem kapitalis yang berasas sekularisme. Hal seperti ini sepertinya sudah marak terjadi. Karena hidup manusia sekalipun dia muslim. Kebanyakan hanya menuruti hawa nafsu saja. Hanya berkisar urusan perut dan bawah perut. Sebab agama dipisahkan dari kehidupan. Banyak yang tidak memiliki pemahaman Islam. 

Karenanya keberadaan masyarakat, tak lagi menjadi kontrol sosial. Sibuk dengan urusan masing-masing. Bersikap individualis juga egois. Yang penting keluarga tercukupi dan selamat. Tak perlu lagi repot memikirkan urusan umat. 

Ditambah negara yang abai, terhadap kondisi iman juga penyimpangan di tengah masyarakat. Negara hanya mampu memberikan fasilitas hukum. Apabila ada pelanggaran, tindakan asusila, dan laporan kejahatan. Barulah diambil tindakan. Dengan hukuman yang sangat ringan, dibandingkan kerusakan yang ditimbulkan.

Selain itu, bagaimana negara bisa membiarkan konten pornografi tersebar di media sosial? Status-status porno sering bermunculan. Baik video, foto, ataupun tulisan. Bukankah pemerintah sudah mementuk tim cybercrime yang berbiaya mahal. 

Apakah hanya untuk memantau ormas-ormas yang dianggap radikal? Situs, dan akun-akun dakwah sering ditumbangkan. Tapi akun-akun tak senonoh perusak generasi justru dibiarkan.

Kita tak bisa berharap banyak dari sistem demokrasi. Sebab hanya sistem Islam lah yang bisa menjadi solusi hakiki. Islam memiliki hukum yang adil dan tegas. Jika dilaksanakan, maka para pelaku zina, pencuri, pembunuh dan lainnya akan mendapatkan hukuman yang sepadan dengan perbuatannya. 

Dan tentunya akan memberi efek jera, bagi pelaku sendiri juga masyarakat yang menyaksikan. Hukuman itu juga sudah menjadi kafarat atas dosa yang dibuat. Sehingga pelaku sudah terbebas dari hukuman di akhirat. Semoga segera berdiri institusi Negara Islam bernama Khilafah. Yang akan menjaga iman dan martabat umat Islam dengan amanah. 

Yang hanya melaksanakan Undang-Undang Allah Subhanahu wa ta'ala. Keadilan dan kesejahteraan akan terwujud. Sehingga tak ada lagi alasan untuk menempuh jalan haram. Dalam mencari penghidupan. Wallahu a'lam bishawab.[MO/vp]


Posting Komentar