Penulis : Mela Ummu Nafiz
(Pemerhati Generasi)

Mediaoposisi.com-Sekulerisme, sebuah paham yang memisahkan kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Menyusup halus masuk kedalam benak kaum Muslimin yang menyebar rata hampir diseluruh negeri dan negara yang saat ini ada.

Mereka yang benaknya tersusupi sekularisme, menganggap sekulerisme merupakan sistem hidup modern yang diimpikan bisa membawa banyak perubahan nasib bagi para pengusungnya.

Mereka menganggap sekulerisme mampu membawa perubahan dan keadilan hidup bagi yang memperjuangkannya.

Namun apa daya, fakta membuktikan, sekulerisme banyak menimbulkan masalah bagi para pengusungnya, utamanya kaum Muslimin,  yang hidup di negeri-negeri Muslim.

Akibat penerapan konsep sekulerisme, masyarakat Muslim mendapatkan banyak tekanan oleh penguasa yang notabene juga Muslim. Sebagai contoh dibeberapa negeri Muslim para wanita dilarang berjilbab, dilarang bercadar, padahal berjilbab adalah salah satu kewajiban agama yang wajib dilaksanakan oleh setiap wanita Muslim yang sudah baligh. 

Akhirnya larangan ini menimbulkan banyak kegaduhan ditengah masyarakat yang mau tidak mau telah menghabiskan energi banyak pihak, yang sebetulnya tidak perlu habis untuk mengurusi masalah ini dan bisa mengalihkan dan mengabaikan negara dari mengurusi urusan-urusan vital kemasyarakatan, semisal agenda menyejahterakan warga masyarakat yang dipimpinnya. 

Rakyat dan penguasa terlibat dalam debat kusir yang tidak perlu, akibat satu larangan yang dibuat berdasarkan konsep sekularisme. Jadilah kebanyakan negara yang menerapkan konsep sekularisme dalam mengatur kehidupan warganya, menghasilkan penguasa yang membenci dan melaknat warganya dan warganyapun membenci dan melaknat penguasanya. Seburuk-buruknya tipe penguasa negeri.

Atau saat negara dinegeri-negeri Muslim mengambil aturan sekuler berdasarkan hawa nafsunya semata, tidak mengindahkan aturan agama. Sebagai contoh masifnya penjualan harta milik negara dan masyarakat untuk biaya operasional kenegaraan. 

Akhirnya negara terpuruk dalam ketidakberdayaan setelah harta hasil penjualan aset habis dipakai belanja negara. Negara terlilit utang dengan nilai yang sangat fantastis yang sulit untuk ditutup dan dilunasi. Jadilah negeri dengan selemah-lemahnya kondisi.

Banyak negeri-negeri Muslim menghadapi masalah pelik ini. Lilitan utang yang menggerogoti kedaulatan negeri dan negara. Padahal agama, utamanya syariat Islam sangat melarang keras penjualan aset milik negara dan masyarakat, namun apa daya sekulerisme berhasil memperdaya para pemimpin negeri kaum Muslimin yang mengadopsi faham sekulerisme.

Para pemimpin di negeri-negeri kaum Muslimin berubah menjadi pemimpin yang tidak mampu banyak berkutik dan memberikan andil bagi penegakan keadilan dunia. Para  pemimpin dinegeri-negeri Muslim dibuat mandul oleh sistem sekuler yang telah diadopsinya saat ini.

Nasib negeri-negeri kaum Muslimin saat ini, yang teracuni oleh sekulerisme, tak mampu berkutik menghadapi tekanan negara-negara asing, utamanya tekanan yang berasal dari negara kampiun demokrasi-sekuler saat ini.

Wajar saja, tersebab negeri-negeri kaum Muslimin saat ini tengah kehilangan jati dirinya sebagai Muslim, akibat berani menenggak racun sekulerisme hingga masuk kedalam tubuhnya.

Adalah sesuatu yang wajib dilakukan berupa all out atau totalitas dalam menerima sebuah konsep hidup. Apakah sekularisme ataukah Islam. Tersebab penerimaan setengah-setengah akan konsep hidup akan berakibat hilangnya jati diri.

Penerimaan terhadap sekularisme harus total. Pun dengan penerimaan terhadap Islam juga harus total. Sedangkan antara sekularisme dengan Islam bagaikan air dan minyak, tidak bisa bersatu. Tersebab konsep dasar kedua  faham ini sangat bertolak belakang.

Sekularisme menegasikan campur tangan agama dalam urusan kehidupan dunia. Sedangkan Islam menuntut penerapan hukum yang berasal dari agama untuk mengatur urusan kehidupan dunia, walaupun sistem Islam bukanlah sistem teokrasi.

Karenanya, selama negara malu-malu kucing untuk menerapkan sistem sekuler secara utuh atau menerapkan sistem Islam secara utuh, konsekuensi besarnya adalah negara tidak akan pernah benar-benar menjadi negara mandiri dan berdikari. Ia akan senantiasa menjadi negara pengekor dan akan menjadi negara lemah yang ada dalam hegemoni kekuasaan negara kampium demokrasi-sekuler murni.

Faktanya seorang muslim, tidak akan pernah mampu hidup dalam kubangan sekulerisme. Tersebab ada aturan dasar dalam Islam yang tidak dapat dikompromikan dengan konsep dasar sekulerisme. Pengadopsian konsep sekulerisme oleh seorang muslim akan menjadikannya sebagai pribadi-pribadi hipokrit. 

Lantas bagaimana mungkin pribadi hipokrit mampu mengantarkan bangsa dan negaranya menjadi bangsa dan negara yang maju ? Sedangkan untuk mengantarkan menuju bangsa dan negara yang maju membutuhkan modal dasar berupa keutuhan kepribadian, keunggulan kepribadian. Bukan kepribadian setengah-setengah atau hipokrit.

Karenanya, sekulerisme akan menjadi malapetaka, akan menjadi sumber segala macam kemaksiatan, kedzoliman dan seluruh pelanggaran hukum syariat, manakala diadopsi oleh muslim. 

Tersebab dia tidak akan pernah mampu menyelesaikan seluruh permasalahan hidupnya, bangsanya dan negaranya, seperti yang dituntut penyelesaiannya sesuai dengan tuntunan agamanya. Karena sekulerisme adalah musuh seluruh agama yang menghendaki keselamatan hidup manusia baik didunia maupun diakherat.

Untuk itu, wajiblah bagi seorang Muslim untuk membuang jauh sekulerisme dalam kehidupannya. Karena sekulerisme tidak akan pernah mampu memberikan kebaikan sedikitpun bagi seorang Muslim dalam kehidupannya. Juga sekulerisme hanya akan menjerumuskan seorang Muslim kedalam kubangan dosa yang akan menggeretnya pada kesengsaraan hidup, baik didunia maupun diakherat.

Juga wajiblah seorang Muslim untuk kembali kepada Islam secara sempurna, agar ia mampu menjadi pribadi utuh sebagai Muslim hingga memiliki kepribadian yang bisa menjadikannya mampu memimpin negeri dan masyarakatnya. Dan yang terpenting mampu terhindar dari malapetaka sekulerisme yang mematikan yang menyebarkan banyak kemaksiatan dan kezdoliman. [Mo/vp]


Posting Komentar