Oleh : Khaulah Al-Azwar

Mediaoposisi.com-  Tak di pungkiri bahwa setiap pertemuan para tokoh Negara akan menjadi sorotan, apalagi dengan pertemuan tertutup. Kali ini masyarakat bahkan wartawan di buat cukup penasaran. Tak cukup luka atas pertemuan Jokowi-Prabowo kini umat di lukai dengan pertemuan Prabowo-Megawati.

Pernahkah terlintas di benak kalian saudaraku, jika kita di permainkan oleh sistem Demokrasi. Mengapa saya katakan demikian ? Karena hakikat yang ada bukan kesejahteraan yang di dapatkan melainkan penderitaan bertubi-tubi.

Kepercayaan yang di berikan Umat di gadaikan dengan sebuah ambisi dan kepentingan kelompok. Rakyat kian di injak-injak atas nama pembangunan Indonesia dan atas nama persatuan Indonesia.  Ribuan bahkan jutaan penduduk Indonesia menumpukan perubahan kepadanya, namun semua runtuh seketika oleh rezim Anti-Islam.

Kemanakah umat meminta pertolongan atas penindasan ini ?

Cukuplah Allah sebagai penolong kita. Kembalilah kepadanya, perjuangkan kebenaran sampai titik darah penghabisan. Sungguh kita hanyalah Abdullah (Hamba Allah) yang tak perlu tunduk dan patuh kepada makhluk yang menyimpang dari perintah-Nya.

Saya ingin memahamkan umat bahwa apa yang kalian pilih, akan berdampak ke depan. Maka pilihan terbaik adalah  menjadi penolong Agama Allah. Karena dari sanalah kita akan mendapatkan kemuliaan hidup dunia akhirat.

Manusia bisa membuat konspirasi dan mengubah hukum Allah dengan hukum manusia. Manusia pun bisa menghalang-halangi perjuangan kami, namun saya tegaskan kepada “Para Penghianat Umat”  bahwa kalian tidak akan bisa mencegah kebangkitan.

Kebangkitan akan terjadi setelah umat paham. Selama umat tidak paham, maka umat akan di kendalikan oleh “Rezim Tirani”. Berbagai kebijakan akan menggiring umat masuk kedalam jurang kenestapaan.

Bukan sebatas pertemuan dan jamuan yang biasa. Tapi ada maksud di balik semua itu. Tujuan menyelamatkan Indonesia telah di gadaikan dengan keselamatan jiwa dan imbalan kedudukan bagi dirinya dan partai yang ada di belakangnya.

Politik demokrasi memang tidak ada kejujuran, di dalamnya selalu di warnai kebohongan. Bukan sebatas abu-abu dalam menilai rezim Tirani ini. Di dalam rezim Tirani telah nampak mana yang hak dan mana yang bathil.

Rezim Tirani akan segera berakhir, Waktu yang akan membuktikkan. Wahai para penghianat, dusta kalian di hadapan khalayak tak membuat para pejuang percaya. Karena sosok para penghianat akan bersembunyi di balik topeng kebaikan.

Secara kasat mata mungkin kalian tidak akan takut, tapi tanyakan kepada hati kalian yang paling dalam bahwa kalian merasa ketakutan jika hari kebangkitan itu datang. Dan kalian akan melihat bahwa Umat Islam tidak bisa di pecah belah, kami akan bersatu melawan kedzaliman di Negeri Tirani. CAMKAN !! [MO/ra]

Posting Komentar