Oleh : Ayu W

Ratusan kontainer barang impor bermasalah telah datang ke Indonesia setiap harinya. Mirisnya isi dari kontainer itu adalah ribuan ton sampah. Sampah tersebut datang dari negara-negara Uni Eropa dan Amerika. 

Diperkirakan kontainer sampah tersebut datang sejak bulan Mei. Material sampah bermacam macam, mulai dari limbah plastik, kertas dan jenis sampah yang lainnya. Diperkirakan ada 300 kontainer sampah datang ke Indonesia setiap harinya.

Dari Surabaya, lalu Mojokerto hingga kepulauan Batam sudah didatangi ratusan kontainer sampah impor. Dilansir Antara, tim gabungan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, dan Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Batam akan menindaklanjuti 65 kontainer sampah impor bermasalah yang ditemukan di Pelabuhan Bongkar Muat Batu Ampar, Batam. 

Untuk jangka pendek KLHK sedang menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek dan panjang untuk mengatasi persoalan masuknya sampah atau limbah B3 secara ilegal melalui jalur impor ini.

Kontainer Sampah Impor Juga Ditemukan di Batam Lima Kontainer berisi sampah waste paper terkontaminasi limbah B3 telah dikembalikan Indonesia ke Amerika Serikat. Dalam beberapa bulan terakhir Indonesia kedapatan banyak kontainer sampah impor yang bermasalah dari negara lain. 

Pada akhir Maret lalu misalnya, ada lima kontainer sampah impor bermasalah yang dikirim dari Seattle di Amerika Serikat ke Surabaya, Jawa Timur. Pada pertengahan Juni ini, pemerintah Indonesia telah mengembalikan lima kontainer sampah tersebut ke Amerika Serikat.

Tak cuma di Surabaya, kontainer sampah impor bermasalah ternyata juga ditemukan di Batam, Kepulauan Riau. Dilansir Antara, tim gabungan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, dan Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Batam akan menindaklanjuti 65 kontainer sampah impor bermasalah yang ditemukan di Pelabuhan Bongkar Muat Batu Ampar, Batam. 65 kontainer tersebut merupakan milik dari empat perusahaan yang datang secara bertahap sejak awal Mei lalu. Namun hingga kini puluhan kontainer tersebut belum dikirimkan balik ke negara asalnya. 

"Kalau (65 kontainer yang ada di) Batam baru akan diinvestigasi minggu ini. Saya belum bisa kasih penjelasan," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati kepada Antara di Jakarta, Ahad (16/6). Sampah waste paper terkontaminasi limbah B3 yang akan dikembalikan Indonesia ke Amerika Serikat.

Vivien menjelaskan, KLHK sedang menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek dan panjang untuk mengatasi persoalan masuknya sampah atau limbah B3 secara ilegal melalui jalur impor ini. Untuk jangka pendek, katanya, pemerintah akan melakukan re-ekspor material impor termasuk kertas dan plastik yang mengandung sampah. 

KLHK akan melakukan verifikasi di lapangan untuk memastikan jumlah sampah ikutan dalam impor kertas bekas. Selain itu, KLHK juga akan meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) tentang kebutuhan impor kertas bekas untuk material.

Selain itu, KLHK juga akan meningkatkan koordinasi pengawasan dengan Kementerian Keuangan yang dalam hal ini diwakili Ditjen Bea Cukai. 

Berdasarkan data Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah Ecoton, masuknya sampah dengan merk dan lokasi jual di luar Indonesia, diduga akibat kebijakan China menghentikan impor sampah plastik dari sejumlah negara di Uni Eropa dan Amerika yang mengakibatkan sampah plastik beralih tujuan ke negara-negara di ASEAN.

Terutama Indonesia sebagai negara terluas di ASEAN. Kejadian impor sampah ini adalah cermin dari lemahnya taring wibawa negara Indonesia di kancah internasional. 

Apalagi perusahaan yang mengirim kontainer sampah itu adalah perusahaan- perusahaan internasional yang bermodal besar. Seakan- akan pemerintah hanya bisa tunduk dan patuh atas segala kebijakan negara lain. 

Padahal, jika berpijak pada sistem rahmatan lil'alamin, kita akan menemukan kewibawaan negara yang diakui oleh luar negeri dan dalam negeri. Negara akan mampu menangkis segala impor yang bisa berakibat membahayakan rakyatnya, baik secara alam lingkungan maupun dari segi manusianya. Negara akan membuat aturan tegas tentang kebijakan impor. 

Jika negara pengimpor masih bersikeras, maka kita bisa menangkalnya dengan ancaman. Mulai dari pemutusan kerjasama dagang, penghentian kebijakan ekspor impor ke negara tersebut, sampai ancaman keamanan. Hingga tindakan tegas bisa dilakukan oleh negara kita. 

Karena kita meyakini bahwa kita diutus di dunia ini sebagai khalifah, yang bisa menjaga alam dan kelestariannya.[MO/vp]

Posting Komentar