Oleh: Mochamad Efendi











x
Mediaoposisi.com-Narkoba semakin merajalela dan banyak selebritis yang terjerat oleh barang haram ini karena kehidupan mereka kering dari nilai-nilai agama. Ambisi dan ketamakan hidup membuat mereka tertekan dan tidak merasa bahagia meskipun hidup bergelimang harta dan ketenaran.
Kegelisahan dan beban hidup  membuat mereka lari dari kenyataan dengan menjadi pengguna narkoba. Bukan solusi yang didapat, malah malapetaka yang datang menjerat mereka. Semuanya hancur, keluarga dan juga karirnya. 
Kebebasan tak terbatas dalam bertingkah laku dan ambisi mengejar materi adalah buah dari ajaran kapitalisme demokrasi. Sementara, ajaran agama ditinggalkan saat menghadapi masalah kehidupan.  Jiwa-jiwa yang kosong dari ajaran agama akhirnya lebih memilih untuk menenggelamkan dirinya dalam kecanduan narkoba dari pada mendekatkan diri pada sang pencipta alam semesta, Allah SWT.
Sayang rezim seolah tidak peduli dan menutup mata atas fakta penyebaran perdagangan narkoba yang meningkat tidak hanya di kalangan selebritis tapi juga orang biasa bahkan remaja dan anak-anak menjadi targetnya.
Kasus narkoba tidak pernah tuntas di Indonesia terbukti komedian Nunung mengaku sudah 20 tahun menjadi pengguna narkoba. Itu berarti masih banyak lagi kasus narkoba yang lain yang masih belum terungkap dan mereka aman melakukan itu.
Sistem demokrasi memang sangat memberi ruang bagi pengguna narkoba selama aksinya tidak mengganggu penguasa. Sama halnya seperti perzinahan dan LGBT tumbuh subur dan memang dibiarkan oleh negara karena dianggap sebagai bentuk kebebasan berekspresi dalam sistem demokrasi.
Narkoba tidak dianggap ancaman bagi rezim penguasa negeri ini sehingga kasus narkoba tidak mendapatkan perhatian yang serius. Penguasa negeri ini lebih sibuk dengan urusan kursi kekuasaan. Narkoba yang jelas merusak generasi tidak dianggap penting oleh selama itu tidak mengancam dan menggoyang kursi kekuasaan yang sudah dalam genggaman.
Sementara, anak bangsa yang kritis, cerdas dan peduli dengan nasib negeri ini tidak mendapat ruang untuk menyampaikan buah pemikirannya. Mereka yang menginginkan dan memperjuangkan perubahan yang lebih baik dianggap ancaman yang bisa menggoyang kursi kekuasaannya. Ancaman, persekusi bahkan penjara ditujukan bagi mereka yang kritis pada penguasa yang anti kritik.
Inilah fakta yang menggelikan generasi dibiarkan bodoh dan bahkan menjadi korban kecanduan narkoba, sehingga penguasa rezim merasa aman untuk terus berkuasa dan melakukan kedzalimannya.
Narkoba akan tumbuh subur dan tidak akan pernah tuntas dalam sistem demokrasi. Kasus narkoba yang tidak terungkap mungkin jumlahnya jauh lebih besar dari pada yang tertangkap oleh aparat.
Penyebarannya tidak hanya di kalangan selebritis tapi semua lapisan masyarakat bahkan remaja dan anak-anak. Itu berarti negeri ini sudah dalam kondisi darurat narkoba yang akan merusak generasi dan mengancam negeri ini.
Negeri ini dirusak dari berbagai lini kehidupan. Tapi apa yang bisa dilakukan para pemimpin yang sibuk dengan perebutan kekuasaan. Rakyatlah yang jadi korban dari peredaran narkoba yang semakin menggila.
Hanya Khilafah akan menghentikan laju peredaran narkoba di negeri darurat narkoba ini. Narkoba akan menjadi perhatian serius dalam sistem khilafah. Pengedar narkoba akan dihukum berat  sehingga memberikan efek jera bagi yang lain untuk menjauhi barang haram ini.
Peredaran narkoba tidak dibiarkan ada dan pasti dapat dihentikan dengan itikad baik dan kemauan keras penguasa untuk menjaga generasi dari kerusakan karena narkoba.
Pemimpin dalam sistem khilafah akan mengurusi rakyatnya dengan sepenuh hati. Jadi narkoba tidak dibiarkan tumbuh apalagi merajalela. Rakyat diberi pemahaman Islam yang kaffah. Aqidah umat yang kuat dan tsaqofah keislaman mereka yang mantap akan membentengi umat dari pengaruh narkoba.
Kasus Narkoba akan benar-benar tuntas  terselesaikan dalam sistem khilafah. Generasi yang terjaga dari narkoba akan menjadi generasi unggul yang siap menjadi pemimpin masa depan yang amanah dan hebat yang membawa kehidupan Islami di negeri ini yang bebas dari narkoba yang merusak.
Mari kita wujudkan bersama sebuah negeri yang bebas dari narkoba dengan memperjuangkan sistem khilafah. Jiwa-jiwa bertaqwa akan tumbuh di sebuah negeri yang bebas narkoba.
Islam kaffah akan mengikis habis benih sekularisme yang menciptakan pribadi-pribadi yang kosong dan kering dari nilai agama. Negara akan berkembang pesat melesat dengan generasi hebat tanpa narkoba. Cahaya Islam akan terus terpancar dan menjadi rahmatan seluruh alam semesta. Negeri ideal yang bebas narkoba hanya bisa terwujud dalam sistem khilafah bukan demokrasi.
Sudah saatnya kita campakkan demokrasi dan kita ganti dengan sistem khilafah agar kehidupan di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim ini menjadi berkah dan bebas dari narkoba. Generasinya akan kuat dan menjadi pemikir hebat tanpa narkoba. Sungguh negeri indah yang kita cita-citakan bersama.[MO/sg]

Posting Komentar