Oleh : Zulaika
(Ibu Rumah tangga dan Pegiat Dakwah)

Mediaoposisi.com-Allah SWT berfirman: "Manusia sejak dahulu adalah umat yang satu, selanjutnya Allah mengutus para nabi sebagai kabar gembira dan pemberi peringatan, dan menurunkan bersama mereka kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan.." (TQS al-Baqarah:213).

Dari ayat di atas kita dapat menyimpulkan bahwa umat Islam dari dulu hingga sekarang adalah umat yang satu.

Saat ini Islam wasathiyah atau Islam moderat tengah booming di masyarakat. Bahkan secara fisik, fasilitas pendukung Islam moderat ini telah dibangun di kampus 3 Cileunyi dan akan terus dikembangkan. 

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Mahmud, menyatakan komitmen lembaganya untuk lebih implementatif dalam membangun gerakan moderasi Islam (Republika.co.id). Nantinya akan ada miniatur moderasi Islam di Jawa Barat yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota. 

Dia juga menjelaskan gerakan moderasi Islam tersebut merupakan bagian dari komitmen UIN SGD Bandung untuk menjadi agen penyebar gerakan Islam moderat di Jawa Barat, juga Indonesia. "Hulu ke hilir akan kita bangun semaksimal mungkin. 

Di hulu, ada wacana yang kuat dan kokoh, wacana moderasi Islam. Di hilir, kita akan lahirkan ulama zaman now dengan rumah moderasi Islam tersebut,"ucapnya.

Islam moderat dikenal sebagai upaya menjadikan Islam yang pertengahan, yakni Islam yang lebih toleran, Islam yang tidak "kaku". Dimana istilah Islam moderat sendiri selalu di-lawan-kata-kan dengan Islam radikal, Islam fundamental atau ekstrimis yakni Islam yang "kaku" dan cenderung tidak mau menerima perbedaaan alias intoleran. 

Kaum muslimin dari sejak masa Rasulullah Saw pada dasarnya tak pernah mengenal istilah-istilah itu.

Menurut Robert Spencer, analis Islam terkemuka di Amerika Serikat, menyebut kriteria seseorang yang dianggap sebagai muslim moderat antara lain: menolak pemberlakuan hukum Islam kepada non muslim, meninggalkan keinginan untuk menggantikan konstitusi dengan hukum Islam, menolak supremasi Islam atas agama lain dan lain-lain. 

Jadi sangat jelas sekali istilah Islam moderat ini muncul dari Barat, bukan dari Islam. Moderasi Islam ini tidak lebih dari upaya "sekularisasi" dalam rangka menjauhkan syariat Islam yang sempurna dari kehidupan kaum muslimin.

Islam moderat ini adalah Islam "jalan tengah" yang bisa menerima segala bentuk sekularisme dan tentu saja bertentangan dengan syariat Islam hanya demi meluluskan jalan bagi para penguasa yang merupakan kaki tangan penjajah Barat. 

Islam dijadikan layaknya hidangan prasmanan yang bisa dipilah pilih, dapat disinkronkan dengan keinginan penguasa atau penjajah Barat. Ini adalah salah satu cara penjajah Barat melalui penguasa-penguasa yang ada di negeri-negeri kaum muslimin agar ide sekularisme dapat diterima di kalangan umat. Ini merupakan agenda global untuk memecah kaum muslimin sehingga mudah untuk dikangkangi oleh kepentingan penjajah Barat.

Pada hakikatnya Islam adalah satu yakni Islam kaffah yang dicontohkan Rasulullah Saw yang tidak bersekat bangsa. Sebab Islam adalah agama (ad-diin) yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, diri dan sesamanya. 

Dengan demikian, Islam mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk masalah ideologi, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, pemerintahan, politik luar negeri dan lain sebagainya. Karena itu, Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna, sehingga tidak lagi membutuhkan peran manusia untuk menambahkan aturan yang akan diberlakukan. Ini ditegaskan oleh Allah SWT,

"Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (TQS al-Maidah: 3)

Bahkan jika ada yang merasa perlu untuk mengambil dari agama atau ajaran lain, dengan tegas Allah SWT menolaknya, dan apa yang diambilnya itu tidak akan pernah diterima Allah SWT. Maka, sikap terhadap ajaran Islam moderat atau moderasi Islam ini harus kita tolak. 

Dan yang kita butuhkan saat ini adalah Islam kaffah tentu dalam bingkai warisan Rasulullah saw yakni Daulah Khilafah Minhajj an-Nubuwwah sajalah Islam kaffah ini dapat diterapkan dan agar ajaran atau paham-paham yang bertentangan dengan Islam kaffah tidak ada lagi.b Wallahu a'lam bi showwab [MO/vp]


Posting Komentar