Hasil gambar untuk bahaya islamophobia

Oleh : Binar Iftikar 

Mediaoposisi.com-Mereka (musuh Islam) tidak henti-hentinya memerangi kalian (umat Islam) sampai mereka dapat mengembalikan kalian dari agama kalian (kepada kekafiran), jika mereka mampu. (TQS. Al-Baqarah [2] : 217)

Penggalan ayat diatas memberikan pemahaman bahwa sampai kapanpun, mereka para musuh Islam akan berupaya dengan berbagai cara agar umat semakin jauh dari agamanya.

Hingga sampai pada titik mereka mencampakkan nilai-nilai syariat yang sejatinya justru merupakan senjata terkuat untuk menangkal jahatnya agenda kaum kuffar. Dan salah satu upaya mereka dalam menghancurkan kaum muslimin yang harus diwaspadai adalah penyebaran virus Islamphobia.

Secara bahasa, Islamofobia berasal dari dua kata, yaitu Islam dan fobia (ketakutan yang berlebihan). Runnymede Trust dari Inggris mendefinisikan Islamofobia sebagai "rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan oleh karena itu juga pada semua Muslim," dinyatakan bahwa hal tersebut juga merujuk pada praktik diskriminasi terhadap muslim dengan memisahkan mereka dari kehidupan ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan bangsa. (Wikipedia.org)

Inilah yang tengah dihadapi oleh umat sekarang. Bangkitnya kesadaran mayoritas kaum muslimin akan syariat Islam sebagai satu-satunya solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan umat, tengah dihadang oleh penetrasi virus Islamphobia. Mereka para antek sekuler radikal  dengan begitu keji telah menyebarkan fanatisme dan prasangka anti-Islam. 

Virus yang seringkali menyasar penduduk muslim minoritas, kini juga mulai menjangkiti negeri dimana Islam menjadi agama mayoritas penganutnya. Mirisnya virus ini gencar dihembuskan oleh para pemilik kewenangan yang notabene seorang muslim. Mungkin para pemuja paham kebebasan ini lebih nyaman menonton kemaksiatan daripada mendukung ketaatan pada Sang Khaliq. 

Sikap over reaktif terhadap pengibaran bendera tauhid, beberapa waktu lalu sungguh telah melukai hati umat Islam. Bagaimana mungkin mengibarkan panji yang mulia diframing sebagai sebuah kejahatan.

Tidakkah mereka belajar dari para pahlawan terbaik Islam yang bahkan rela mengorbankan  jiwa dan raganya demi tetap berkibarnya panji suci. Kemanakah perginya nalar hingga cadar,jenggot, celana cingkrang,kajian-kajian keislaman sampai sebuah konsep pemerintahan yang menjadikan wahyu Illahi sebagai hukum tertinggi mereka balut dengan narasi radikal.

Islamphobia agenda barat

Islamophobia sesungguhnya merupakan agenda penjajahan Barat. Mari kita cermati. Dalam upayanya mencitraburukan Islam, barat seringkali memunculkan kelompok-kelompok ekstrem semisal Al-Qaeda dan ISIS . 

Padahal, pembentukan dan aktivitas kelompok itu sesungguhnya diinisiasi sekaligus didanai oleh Barat. Dikutip dari laman globalresearch.ca bahwa Al Qaeda maupun negara Islam (ISIS) dibuat di AS. Dan merupakan sebuah instrumen teror yang sengaja dirancang untuk memecah dan menaklukkan Timur Tengah yang kaya minyak.

Serta untuk melawan pengaruh Iran yang berkembang di wilayah tersebut. Fakta bahwa AS dibalik peristiwa-peristiwa teror juga telah banyak diungkap oleh berbagai pihak.

Inilah cara barat dalam menancapkan kekuasaannya di negeri-negeri muslim yang kaya sumber daya alam. Mereka menghancurkan umat Islam dengan membajak Islam. Disamping mengeruk kekayaan negeri muslim, barat juga mempunyai agenda ideologis. Yaitu menyebarkan paham kapitalisme liberal sekuler ke seluruh dunia. Umat dicekoki paham kebebasan tak terbatas yang merusak.

Sungguh barat sangat menyadari sepenuhnya bahwa hanya umat Islam yang totalitas menjalankan agamanya. Yang tidak hanya menjadikan Islam sebagai agama ritual tapi juga sebagai ideologi dalam kehidupannyalah yang mampu menghadang mereka. 

Barat sangat mengerti bahwa Khilafah Nubuwwah sebagai institusi global yang akan menumbangkan ideologi mereka yang rusak. Sebuah institusi yang tidak terbantahkan telah mengantarkan umat pada kegemilangan peradaban selama belasan abad lamanya.

Karenanya untuk menghadang kebangkitannya kembali, mereka pun mengkriminalisasi istilahnya. Mereka menciptakan opini untuk menakuti umat yang tidak paham. Mereka juga memanfaatkan orang-orang yang lemah imannya untuk memerangi saudara-saudaranya sendiri  yang berjuang dalam ketaatan.

Sayangnya para antek sekuler radikal ini tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya telah diperalat untuk menyerang umat Islam. 

Teladan Rasul

Islamphobia sesungguhnya bukanlah hal baru. Pada masa awal mendakwahkan Islam Rasul dan para pengikutnya juga tidak luput dari serangan kebencian yang dilakukan oleh kaum Kafir Makkah.

Karena menolak mengadopsi nilai-nilai jahiliyah, seorang tokoh Quraisy seperti Abu Jahal dan Abu Lahab gencar menebarkan kebencian pada orang-orang Makkah untuk menghadang gerak dakwahnya. Beberapa riwayat menyebutkan Rasulullah SAW bahkan pernah dihina dan disakiti oleh orang-orang yang memusuhi-Nya. Tapi beliau menghadapinya dengan penuh kesabaran.

Mereka para musuh Islam memang tidak akan pernah berhenti menebarkan ketakutan pada sesuatu yang sesungguhnya tak beralasan. Dengan meneladani Rosulullah SAW, umat muslim hendaknya menyadari bahwa ini adalah ujian, untuk mengukur seberapa tabah dan kuat umat Islam menggenggam akidahnya. 

Sebagai umat beriman kita juga tentu memahami sepenuhnya, bahwa visi seorang muslim bukan hanya dunia.Tetapi juga menggapai Ridho-Nya untuk jalan keselamatan akhirat. Karenanya para pejuang agama Allah, tidak perlu gentar dengan fitnah.

Umat justru harus semakin jelas memperlihatkan identitas keislamannya. Karena menangkal virus Islamphobia hanya bisa dilakukan dengan menampakan kebenaran, keindahan,kemuliaan dan kesempurnaan ajaran Islam.  Islam sebagai ideologi yang akan menjadi kompas dan solusi paripurna dalam mengatasi berbagai persoalan kehidupan.

Wallohu 'alam bishowab[MO/sg]


Posting Komentar