Oleh: Lilieh Solihah














Mediaoposisi.com-Melihat dan menyaksikan kehidupan akhir-akhir ini semakin terlihat adanya upaya untuk menyudutkan simbol-simbol Islam dengan sebutan teroris, intoleran.
Misal dulu pernah ramai tentang pelarangan suara adzan, ada lagi kriminalisasi jilbab dan cadar yang sampai sekarang belum berakhir, karena sampai saat  ini jilbab dan .cadar kadang selalu diidentikkan dengan teroris, kearab-araban,sebagai simbol keradikalan,.
Pun dengan yang terjadi akhir-akhir ini ketika Kemenag sigap dalam melakukan investigasi ke sekolah MAN 1 Sukabumi yang siswanya mengibarkan bendera tauhid.karena disinyalir bendera tauhid di identikan dengan bendera suatu kelompok radikal yang di stigmakan dengan stigma buruk sehingga akhirnya Kemenag melakukan investigasi ke sekolah tersebut.
Fenomena seperti ini menjadikan indikasi kuat bahwa di negara kita sudah menyebar virus yang namanya Islamophobia, tentu kita sebagai seorang muslim merasa miris dengan apa yang terjadi saat ini, kita berhadapan dengan seorang muslim tapi mereka phobia terhadap syiar-syiar Islam, terhadap simbol-simbol Islam.
Sungguh sangat ironis aqidahnya diyakini tapi simbolnya tidak disukai, sungguh sangat aneh kaum Muslimin takut dengan simbol-simbol agamanya sendiri.
Misal tentang jihad, syariah, khilafah, tentang jilbab sampai Alliwa dan Arrayah dikonotasikan negatif. Dan ini sudah merupakan bagian dari Islamophobia, padahal itu sudah melekat di dalam Alquran dan hadits Rosululllah SAW, tapi mereka seolah berupaya menyimpangkan hal tersebut terhadap muslim yang taat.
Akhirnya orang-orang muslim yang menjadikan syariat Islam secara sempurna akhirnya mereka dilabeli dengan kata fanatik, radikal, intoleran tidak pancasilais bahkan di sebut teroris dan ini yang akhirnya di dengungkan, sementara dari kalangan mereka sendiri mendengungkan moderasi, toleransi.
Islamophobia muncul sejak tahun 1980 an, adanya kebencian terhadap Islam, antipati terhadap Islam. Gejala Islamophobia sudah ada sejak awal di sampaikannya oleh para Nabi dan Rasul, misal reaksi dari kaum Nabi Luth yang mendapat penentangan dan penolakan secara keras, dan peristiwa ini ada di dalam Alquran surat Al'arof ayat 80-82.
Begitu juga dengan Rasulullah SAW saat menghadapi Islamophobia dari kalangan- kalangan orang Qurais pada saat beliau melaksanakan shalat di Masjidil haram yang ternyata di larang oleh Abu Jahal. Ini di abadikan dalam Alquran surat Al'alaq ayat 9-12.
Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa Islamophobia muncul dari orang-orang kafir, orang-orang musyrik dan itu sudah menjadi karakter yang melekat pada diri mereka. Sikap permusuhan dan kebencian yang muncul pada diri mereka menjadi sebuah ideologi atau dari aqidah yang mereka anut di dalam menentang Islam. 
Itulah karakter dari orang-orang kafir yang mereka membenci Islam. Islamophobia itu pasti ada ditengah-tengah orang kafir. Yang menjadi kejanggalan dan keanehan kita ketika Islamophobia terjadi di tubuh umat Islam itu sendiri.
Negeri ini mayoritas penduduk muslim tapi seolah anti dengan syiar-syiar ataupun simbol-simbol Islam dan ini menjadi permasalahan yang mendasar yang harus segera dipecahkan.
Adapun faktor yang mendasari munculnya Islamophobia:
1.) Masifnya propaganda buruk terhadap ajaran Islam, dengan munculnya Islam moderat, Islam nusantara, Islam radikal, dan sebagainya.
2.) Masih tingginya tingkat kebodohan umat Islam tentang syariat Islam itu sendiri.
3.) Adanya malpraktek di dalam pelaksanaan Alquran dan Assunah, seperti munculnya ruwaibidhah atau juru dakwah yang menyesatkan dan akhirnya terjadi kesalahan di dalam memahami dan menjalankan syariat Islam.
Ini yang semakin memperparah kondisi umat Islam dan semakin menyuburkan virus Islamophobia kaum muslimin hanya memahami Islam secara parsial saja. Maka pada saat Islamophobia ini menjangkiti umat Islam tentu ini mendatangkan pengaruh untuk kehidupan baik di masyarakat maupun keluarga.
Ditengah-tengah masyarakat pada saat Islamophobia ini sudah merasuki maka akan muncul perang saudara akibat saling curiga yang berlebihan terhadap sesamanya. Adanya kriminalisasi kepada para pengemban dakwah yang mereka mengajak kepada Islam secara kaffah.
Efek Islamophobia menjadi penghalang bagi bangkitnya kesadaran umat mereka takut terhadap simbol- simbol agamanya sendiri, pun di dalam keluarga tidak sedikit orangtua yang cemas melihat anaknya aktif dalam kajian-kajian keislaman yang  dikaitkan dengan radikal, teroris, intoleran, dan akhirnya orangtua merasa lebih nyaman jika anak-anaknya dibebaskan tanpa pegangan agama yang sempurna dan akhirnya mereka menjauhkan anak-anak dari pemahaman Islam.
Dari sisi anak pun akan muncul rasa takut untuk memperlihatkan jati diri mereka sebagai seorang muslim dan inilah efek dari Islamophobia.
Untuk mengatasi hal ini tentu bukan hal yang mudah untuk dilakukan, tapi kita sebagai seorang muslim harus mempunyai semangat yang membara untuk bisa mengatasi Islamophobia ini, kita harus mewujudkan di tengah-tengah kaum muslimin pada pengetahuan Islam secara sempurna bisa dalam bentuk edukasi baik dalam masyarakat maupun keluarga supaya mereka bisa mengenal dan memahami syariat Islam secara kaffah.
Misal dalam keluarga memunculkan kepercayaan diri pada anak sebagai seorang muslim yang taat dan ini juga harus di tanamkan kepada masyarakat secara konferensif. [MO/sg]

Posting Komentar