Oleh : Khaulah Al-Azwar

Mediaoposisi.com- Apa kau tau makna patriot sejati ?

Menjadi kebimbangan umat saat  di hadapkan jika Prabowo memihak rezim Tirani atas ancaman penangkapan para pengunjuk rasa 21-22 yang belum bisa bebas. Saudaraku, kalian sadar bahwa banyak kedzaliman terjadi namun kenapa kalian belum bisa berfikir secara realistis ?

Menjadi pahlawan tak perlu kita tunduk di rezim anti-Islam ini, justru ketundukanmu akan membuat mereka bangga sudah menjadikan impian mereka terwujud. Kami tidak menyudutkan Bapak Prabowo karena memilih Rezim Tirani ini. Saya hanya mengajak Umat berfikir secara idealis tentang fakta yang ada.

Siapa yang akan menjadi pahlawan bagi umat itu akan terseleksi dengan sendirinya. Karena Allah Maha Tau perjuangan yang haq tidak akan pernah terkotori oleh kebusukan para penghianat.
Saya tidak ingin umat di bodohi secara terus-menerus, sedangkan tidak ada yang berani menyuarakan kebenaran untuk masa depan Negeri ini. Setiap orang yang menyampaikan kebenaran akan di tangkap dan di masukkan dalam penjara.

Banyak ancaman yang di berikan kepada orang-orang yang menyampaikan kebenaran, sehingga mereka mundur. Tapi perlu kalian pahami bahwa tentara-tentara Allah tidak akan pernah mundur hanya dengan sebuah ancaman.

Mari Berfikir Saudaraku !!

Menjadi pahlawan di siang bolong atas nama pelanggaran HAM dan pembebasan itu bukan sebuah solusi. Kalian sadar dan tau bahwa Rezim Tirani akan menghalalkan berbagai macam cara, termasuk apa yang di bicarakan publik atas pertemuan Prabowo dengan Jokowi dan Megawati.

Saudaraku, jika kita menjadi pahlawan di tengah sistem Demokrasi itu menjadi hal yang sia-sia. Karena hakikatnya Sistem Demokrasi yang kalian banggakan itu merusak kehidupan kalian. Saya tak perlu banyak bicara, tapi cukup tanyakan kepada hati nurani kalian. Apakah kalian mendapatkan kesejahteraan dan kebahagiaan sejati ? Atau justru apa yang saya katakan itu benar.

Saudaraku, kita tak perlu meminta pertolongan kepada manusia. Cukup Allah sebagai penolong kita dan memperjuangkan yang telah Allah serukan kepada hambanya.

Di dalam jiwa-jiwa pejuang sejati tak berlaku ketundukan kepada manusia dan di rezim Tirani. Kami berjuang semata-mata untuk Allah dan bukan untuk menduduki jabatan seperti kalian perebutkan saat ini.

Kehancuran demokrasi sudah sangat nampak dan cahaya kebangkitan telah datang. Maka kami akan memilih menjadi pejuang sejati yang tak akan pernah tunduk di Rezim anti-Islam ini.

Saudaraku, jika kalian ingin menjadi pahlawan maka kalian tak perlu tunduk kepada para penghianat. Karena pahlawan sejati terlahir bukan dari para penghianat tapi ia yang sadar dan mau bangkit untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan yang sesungguhnya.

Kembalilah kepada aturan pencipta dan pengaturmu Saudaraku. [MO/ra]

Posting Komentar