Oleh Nana Rosida 
(Pengajar di Jogjakarta)

Mediaoposisi.com-Setelah sengketa pilpres 2019 telah selesai beberapa waktu yang lalu, Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin menyelenggarakan pidato kemenangannya.

Seperti dilansir TEMPO.CO 14 juli 2019,  Presiden terpilih Joko Widodo  dalam pidatonya bertajuk "Visi Indonesia" di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat Ahad malam, 14 Juli 2019 banyak menyinggung tentang persatuan dan investasi.

Presiden terpilih  menyampaikan lima visinya untuk pemerintahan mendatang. Lima visi itu ialah pembangunan infrastuktur, pembangunan sumber daya manusia, mengundang investasi seluas-luasnya, reformasi birokrasi, dan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang tepat sasaran.

Pada periode ini pemerintah cukup berat dalam memulai pemerintahannya membawa beban hutang yang cukup besar. Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kuartal I 2019 tercatat US$ 387,6 miliar atau sebesar Rp 5.542,6 triliun (kurs Rp 14.300). Angka ini tumbuh 7,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Rasio pembayaran utang atau DSR ini naik jadi 27,9%. Kenaikan DSR ini mengindikasikan bahwa kinerja utang makin tak produktif dalam mendorong penerimaan valuta asing (valas) khususnya dari ekspor," ujar Bhima peneliti INDEF saat dihubungi detikFinance, Sabtu (18/5/2019). DSR adalah rasio pembayaran pokok dan bunga utang luar negeri terhadap penerimaan transaksi berjalan.

Sementara itu memburuknya DSR terjadi karena kinerja pemerintah yang terlalu agresif menerbitkan utang di tengah kondisi global dan domestik yang berisiko. (detik.com 18 Mei 2019)

Visi investasi ini telah dimulai dari November 2019 Pemerintah melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI terkait deregulasi Daftar Negatif Invetasi (DNI) memutuskan untuk meningkatkan porsi kepemilikan melalui penanaman modal asing (PMA) menjadi maksimum 100 persen bagi 25 bidang usaha. REPUBLIKA.CO.ID, 19 Nov 2018

Ini berarti pihak pemodal asing bebas berinvestasi dalam 25 sektor tersebut ini menjadi momok baru bagi pemodal lokal. Berikut daftar 25 bidang usaha yang ditingkatkan kepemilikan modal asingnya menjadi 100 persen dalam DNI 2018.

Diantaranya:

Pengusahaan pariwisata alam berupa pengusahaan sarana, kegiatan, dan jasa ekowisata di dalam kawasan hutan

Jasa konstruksi migas, jasa survei panas bumi, jasa pengeboran migas di laut, jasa pengeboran panas bumi, jasa pengoperasian dan pemeliharaan panas bumi,

Pembangkit listrik lebih dari 10 megawatt, memeriksaan dan pengujian instalasi tenaga listrik atau instalasi penyediaan tenaga listrik atau pemanfaatan tenaga listrik tegangan tinggi,

Jasa survei atau jajak pendapat masyarakat dan penelitian pasar, galeri seni, gedung pertunjukan seni, angkutan orang dengan moda darat tidak dalam trayek;

Angkutan pariwisata dan angkutan tujuan tertentu, angkutan moda laut luar negeri untuk penumpang,

Jasa sistem komunikasi data, penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap, penyelenggaraan jaringan telekomunikasi bergerak, penyelenggaraan jasa telekomunikasi layanan content, pusat layanan informasi dan jasa nilai tambah telepon lainnya, asa akses internet, jasa internet teleponi untuk keperluan public, jasa interkoneksi internet,jasa multimedia lainnya,

Pelatihan kerja, industri farmasi obat jadi, fasilitas pelayanan akupuntur, pelayanan pest control/fumigasi.

Investor asing akan yang membanjiri sektor-sektor tersebut, hal ini sangat rawan bagi keamanan negara karena salah satu yang bidang yang dibebaskan investasinya yaitu penyediaan telekomunikasi, akses internet maupun data.

Serta penyediaan energi listrik, yang menjadi kebutuhan vital dalam pertumbuhan ekonomi. Dengan ini masyarakat semakin tdapat melihat liberalisasi ekonomi berlangsung di Indonesia.

Liberalisasi dan kapitalisasi ekonomi  membawa ke penjajahan ekonomi gaya baru. Penjajah  ekonomi akan sangat mudah mengatur roda ekonomi negara, sebagai permisalan mereka mengatur tarif/harga produk pada bidang investasi yang mereka kuasai 100%, yang terjadi monopoli harga.

Aliran dana hasil investasi dapat dipastikan mengalir ke luar negeri. Apa yang didapatkan negara?Dan apabila pada sektor-sektor tersebut telah dibangun kemudian ditinggalkan secara besar-besaran maka negara akan terjadi goncangan ekonomi.

Masih teringat pidato rezim yang berkuasa semangat nasionalisasi industri yang didominasi asing? seperti dilansir Tempo.co 30 November 2018 Freeport 40 tahun dikelola oleh Amerika. Sekarang sudah 51 persen kita ambil mayoritas. Semangat divestasi pada perusahaan yang didominasi asing sangat kontradiktif dengan Visi Indonesia yang baru diungkap dalam pidato kemenangan presiden terpilih.

Ekonomi kerakyatan yang berkadilan, Yang membawa kepada kebangkitan umat/rakyat kearah kemandirian dan penuh martabat/ wibawa dimata dunia yang dicita-citakan umat. Bukan hanya slogan “Saya Indonesia, Saya Pancasila” dengan terjemahan liberalisasi ekonomi yang mengarah ke imperalisasme. Semestinya pemerintah merancang visinya membangun negara dengan ideologi yang kuat.

Ideologi dalam Islam adalah suatu aqidah aqliyah yang melahirkan peraturan. Yang dimaksud aqidah adalah pemikiran yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan hidup, serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan, di samping hubungannya dengan Zat yang ada sebelum dan sesudah alam kehidupan di dunia ini.

Dengan kata lain ideologi adalah suatu ide dasar yang menyeluruh mengenai alam semesta, manusia, dan hidup. Mencakup dua bagian yaitu, fikrah/pemikiran dan thariqah /metodelogi. Dengan definisi ideologi yang spesifik dan dipahami oleh setiap individu dalam sebuah negeri, maka kebangkitan umat tidak akan terbendung.

Karena semua tindakan pemerintah maupun umat akan menurut dengan peraturan dari dihasilkan dari mabda yang shahih. Yang mempertimbangkan keberadaan alam semesta, manusia, dan hidup, serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan, di samping hubungannya dengan Zat yang ada sebelum dan sesudah alam kehidupan di dunia ini.

Yang akan  menghindarkan dari penjajahan ekonomi dan kerusakan lain. Saatnya kembali kepada Mabda yang shahih yaitu Islam. Wallahu a’lam bishowab [MO/vp]

Posting Komentar