Oleh : Dania Puti Rendi
(Pemerhati Generasi dan Peradaban)

Mediaoposisi.com-Setelah viral kasus Nunung yang tertangkap akibat nyabu. Lain pula, remaja yang satu ini, tengah digandrungi para millenial. Aktingnya diberbagai film layar lebar seolah menjadikannya idola baru di kalangan kaula muda. Jefri Nichol, artis yang membintangi film Habibie Ainun 3 ini ditangkap di kawasan Jakarta Selatan malam (23/7). Kasat Narkoba Polres jaksel Kompol Vivick Tjangkung membenarkan adanya penangkapan Jefri.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Rabu (24/7/2019), saat penggerebekan, dari dalam kamar apartemen, petugas mendapati daun ganja kering seberat 6,01 gram yang disimpan di dalam lemari pendingin.Bahkan aktor ini dikenal sebagai sosok anak baik-baik dimata mantan manajernya. Dia mengaku, hanya ingin nyoba-nyoba karena telah ditawari sebelumnya oleh temannya.

Lain Jefry, lain pula Nunung, ia mengaku motifnya memakai sabu ialah karena sebenarnya fisik nya tidak kuat untuk bekerja banyak. Alih-alih ia mengurangi pekerjaanya, namun ia malah memaksakan untuk menambah jam kerja, karena ia merasa berat beban hidupnya, yang harus menyekolahkan anak-anaknya.

Sehingga, ia mengonsumsi sabu lagi mulai Maret 2019, setelah 20 lalu tidak mengonsumsi.Ia menambahkan dengan bekerja ia bisa membahagiakan keluarga, agar anak-anak nya memperoleh pendidikan yang mumpuni.

Lagi-lagi ini membuktikan ketenaran dan lucu serta sejumlah prestasi dibidang keartisan, tidak mampu mewujudkan kebahagiaan yang haqiqi. Kekayaan tidak mampu membuat seseorang puas dengan dunia, malahan semakin dicari semakin menuju titik jenuhnya.

Selain tuntutan hidup, seorang artis harus punya segala-galanya, juga ada tuntutan tanggungan biaya ekonomi dan pendidikan.  Ekonomi yang semakin sulit dan pendidikan yang semakin mahal, menuntut para orang tua untuk lebih keras bekerja ditengah ketatnya persaingan kerja, seperti Nunung. Ditambah lagi, banyaknya remaja yang menjadi tulang punggung keluarga dengan berbagai alasan, semisalnya Jefri Nichol.

Bahkan, membuat banyak kalangan terjerat ke lubang hitam dan lingkaran setan narkotika. Dari pelaku kelas teri sampe ke kelas kakap. Ditambah lagi penegak hukum dan aparat kepolisian yang juga banyak terjerat oleh barang haram ini.

Ini menunjukkan, pribadi yang baik saja tidak mampu mencegah seseorang untuk tidak jatuh ke lingkaran setan ini. Karena, lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap pribadi seseorang. Seperti halnya Jefri yang terjerat akibat lingkungan pertemanan yang salah.

Kasus Jefri juga membuktikan lemahnya negara untuk mencegah penyalahgunaan barang haram ini karena negara memiliki peran utuh untuk memastikan setiap warga negara tidak terjerumus pada perilaku merusak ini.

Semua itu akan tetap terjadi jika halnya masih menerapkan sistem yang berlandaskan sekulerisme. Yang mana seseorang menghalalkan segala cara tanpa memandang haram dan halalnya suatu perbuatan.

Ditambah lagi, ide kebebasan atau liberal dan hedonisme digaung para penganut ideologi kapitalis. Budaya hedonisme menjalar di seluruh kalangan artis. Harga diri dan martabat dinilai dari seberapa banyak uang yang dimiliki.

Apa hukum menggunakan narkoba?? Bagaimana Islam mampu mencegah penggunaan dan pengederannya? Dan lantas, bagaimana Islam menindak lanjuti pengguna dan pengedar narkoba??
Dilansir dari (https://muslim.or.id/9077-narkoba-dalam-pandangan-islam.html).

Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya. Istilah lainnya adalah Napza [narkotika, psikotropika dan zat adiktif]. Istilah ini banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi.Dalam istilah para ulama, narkoba ini masuk dalam pembahasan mufattirot (pembuat lemah) atau mukhoddirot (pembuat mati rasa).

Para ulama sepakat haramnya mengkonsumsi narkoba ketika bukan dalam keadaan darurat. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).

Dalil-dalil yang mendukung haramnya narkoba:

Pertama: Allah Ta’ala berfirman,
وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Setiap yang khobits terlarang dengan ayat ini. Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif.

Kedua: Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah: 195).

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisa’: 29).

Hukuman bagi pengguna dan pengedar narkoba.
Pertama: Hukuman bagi pengguna narkoba.Orang yang mengkomsumsi narkoba disamakan dengan para peminum khamr, hukumannya adalah ta’zir, yaitu hukuman yang belum ditetapkan syariat batasannya dan diserahkan kepada pemerintah setempat dengan mengacu kepada maslahat. 

Ta’zir ini bisa berupa penjara, cambuk, sampai hukuman mati, tergantung kepada kasus yang menimpanya dan dampak kerusakan yang ditimbulkannya.

Kedua: Hukuman bagi produsen dan pengedar narkoba. Para ulama menyatakan bahwa hukuman para produsen dan pengedar narkoba yang menyebabkan kerusakan besar bagi agama bangsa dan negara khususnya generasi muda yang menjadi tulangpunggung bagi kehidupan bangsa adalah hukuman mati.

Seperti hal nya dalam firman Allah : QS. Al-Maidah : 33,

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيم

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikianitu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhiratmerekaberolehsiksaan yang besar. “

Dengan demikian, Islam memiliki seperangkat aturan, yang tidak hanya untuk individu saja tapi juga masyarakat dan negara. Islam memberikan solusi permasalahan mulai dari yang bersifat preventif sampai kuratif.

Saking sempurnanya aturan Islam, yang pastinya sangat jauh berbeda dengan aturan yang sudah banyak kompromi dari manusia yang lemah dan terbatas akalnya. Maka, bagaimana bisa seperangkat aturan ini bisa diterapkan jikahalnya tidak ada institusi yang menaunginya.

Maka, wajib bagi umat untuk mewujudkan institusi itu, karena kewajiban untuk menghukumi para pengedar dan pengguna narkoba tidak akan bisa terlaksana jika tidak ada institusi. Jadi, tuntasnya semua problematika ini hanya bisa dengan adanya negara Islam yang Khilafah 'ala minhajin nubbuwah.

Bagaimana mewujudkannya,?? Yakni dengan perjuangan Dakwah seperti halnya Rasulullah dahulu memperjuangkan berdiri Negara Islamiyah di Madinah. Wallahu'alam bisshawwab. [MO/vp]

Posting Komentar