Oleh Nursyam
Anggota MT Khairunnisa Bal-tim

Mediaoposisi.com-Internet kini menjadi kebutuhan utama bagi semua kalangan. Namun, kemudahan akses ini menjadi salah satu penyebab kecanduan internet pada  anak . Bahkan tak jarang orang tua sendirilah yang mengenalkan media sosial kepada anaknya sejak usia dini. 

Hingga tak heran, bila kita melihat anak-anak di usia yang sangat belia sudah tidak bisa dipisahkan dengan media sosial. SebagianSebagian orang tua  beranggapan dengan memberikan gawai pada anak agar  demi kelancaran komunikasi. Padahal justru pemberian gadget pada anak di usia dini menimbulkan banyak persoalan.

Hal ini terjadi karena  banyak para ibu yang tidak memahami bahwa internet berisi konten yang tidak bermanfaat bahkan menimbulkan pengaruh buruk bagi anak. 

Contohnya iklan rokok,  porno aksi, adegan kekerasan, serta hiburan lain yang dapat melalaikan anak.  Saat ini banyak anak yang terpapar bahkan sudah kecanduan rokok sebagai dampak dari internet. Iklan rokok sering muncul di laman internet.

Hal ini diakui pemerintah sebagai fenomena yang meresahkan. Seperti dilansir oleh media Tempo Jakarta.Com Menteri Kesehatan,  Nila F Moeloek menyampaikan tentang keseriusan pemerintah untuk menghapus iklan rokok di kanal-kanal media sosial guna mencegah meningkatnya jumlah perokok pemula,  terutama pada anak-anak.

Kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (KPPA) juga mengusulkan internet layak anak. Dengan cara menghapus semua iklan-iklan rokok yang sering muncul di internet. Rencana pemerintah untuk mewujudkan internet layak anak tak akan mampu menyelesaikan masalah,  apabila sistem yang diterapkan adalah sistem demokrasi sekuler. 

Karena sistem ini mendewakan kebebasan. Sekuarisme ibarat virus jahat yang senantiasa menelan korban,  terutama anak-anak.

Arus deras sekularisme ini sengaja menggiring anak-anak kearah kebebasan. Yakni bebas berbicara, bertingkah laku serta digiring agar semakin jauh dari aturan agama. Mereka diarahkan untuk menikmati kehidupan sebatas materi saja. Oleh sebab itu hidup dalam naungan demokrasi tidak mungkin bisa mewujudkan peraturan untuk membuat internet layak dan aman bagi anak.

Virus sekularisme yang kian meresahkan ini hanya bisa dihentikan dengan cara islam. Namun sistem islam hanya bisa ditepkan secara sempurna dengan adanya pemimpin umat yang akan mengatur seluru aspek kehidupan sesuai dengan sayariat islam. Karna hanya Islam yang memiliki peraturan yang sempurna dalam membentuk generasi muda. Islam memberikan pembekalan ilmu serta membentuk perilaku yang sehat.

 Kejayaan peradaban Islam mampu mencetak generai yang gemilangan. Generasi yang prestatif, inovatif dan berkepribadian islam. Sebut saja Muhammad Al fatih, sang penakluk konstantinopel. Thoriq bin ziyad, penakluk spanyol, Salahuddin Al- ayubi sang pembebas palestina. 

Yang semuanya berusia muda. Ini yang  seharusnya  menjadi role model bagi anak-anak kita. Yang waktunya dihabiskan untuk perjuangan Islam. Bahwa dengan penerapan islamlah seluruh permasalahan yang dialami oleh anak-anak saat ini bisa dihentikan.

Islam memiliki cara yang khas dalam membentuk karakter generasi muda. Antara lain dengan menanamkan akidah yang benar sebagai pondasi kokoh, memberikan pembekalan ilmu dan membentuk mental yang benar dimulai dari usia dini. Dengan cara pendidikan yang tepat kapada anak akan membentuk mereka hingga terbiasa melakukan kebaikan bahkan berlomba-lomba melakukan kebaikan.

Anak-anak yang sudah terbentuk akhlaknya dengan baik akan menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak berguna seperti menghabiskan waktu dengan sia-sia, menjauhkan diri dari hura-hara.  Mereka  menjaga diri  dengan tidak akan bercampur baur dengan lawan jenisnya tidak ber pacaran apalagi sampai berzina.

Sistem Pemerintah Islam juga menutup rapat sagala pintu kemaksiatan yang bisa menjerumuskan para generasi muda. Selain itu sanksi yang diberikan  sangat keras dan tegas.  Sehingga pelanggaran terhadap syariat akan minim. 

Penjagaan dalam Islam menjamin seluruh kehidupan masyarakat benar-benar bersih dari semua bentuk kriminal yang bisa merugikan kehidupan. Wallahu alam bisshowab.[MO/vp]

Posting Komentar