Oleh : Dina Evalina
(Aktivis Dakwah)

Mediaoposisi.com-Setelah resmi menjadi Presiden Indonesia periode 2019-2024, Joko Widodo menyampaikan pidato kebangsaan pada acara yang bertajuk Visi Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu 14 Juli 2019. Pidato Jokowi yang sempat memuncaki trending topik di Indonesia dengan tagar #VisiIndonesia salah satunya menyinggung masalah investasi.

Seperti yang dilansir dalam TEMPO.CO, Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak untuk tidak alergi terhadap adanya investasi, termasuk investasi Asing. Sebab,investasi asing berguna terutama bagi Indonesia untuk menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya. "Kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya. Dalam rangka apa? Dalam rangka untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, karena itu jangan alergi terhadap investasi asing ." Ucap Jokowi dalam pidatonya.

Catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Triwulan I 2019 total mencapai Rp 195,1 triliun. Nilai ini naik 5,3 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, yaitu sebesar Rp 185,3 triliun. Adapun perinciannya, nilai investasi dalam negeri sebesar Rp 87,2 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 107,9 triliun.

Kesulitan ekonomi yang melanda rakyat di Indonesia, akibat dari kebijakan penguasa yang tidak pro terhadap rakyat. Pemerintah yang kehilangan perannya sebagai pelayan rakyat lebih  suka memposisikan diri sebagai perpanjangan kepentingan asing untuk mengokohkan penjajahan gaya baru, neoimperialisme. Gaya pemerintahan neoliberal yang dipraktikkan pada kebijakan pemerintahan menjadikan ekonomi negeri ini tak mandiri. Selalu bergantung terhadap Asing.

Neoliberalisme tidak dapat dipisahkan dari keberadaan ideologi kapitalisme yang bercokol di negeri ini. Karakter liberal telah melekat dalam ajaran yang mendewakan kebebasan ini. Akibat dari pemahaman demikian menjadikan kegiatan ekonomi berjalan seperti hukum rimba lantaran diberikan kebebasan untuk memiliki bagi para Pemiliki modal serta menomorsatukan kepentingan individu.

Kebebasan kepemilikan dengan menonjolkan kepemilikan individu merupakan prinsip dasar dari sistem ekonomi kapitalisme. Dan menjadi hal yang wajar dalam alam kapitalisme pihak yang kuat akan semakin kuat karena memiliki modal untuk berinvestasi sebesar-besarnya menguasai Kekayaan Alam sebuah negeri, sementara yang lemah yang tidak memiliki modal besar akan semakin tertindas.

Indonesia memang negeri yang kaya raya, memiliki kekayaan alam yang melimpah dari hasil tambang seperti Minyak bumi dan gas alam, batu bara, timah, emas, tembaga, mangan, nikel, intan ditambah dengan hasil hutan dan lautnya melengkapi kekayaan alam yang dimiliki negeri ini. Dengan kekayaan alam yang melimpah tersebut sangat mudah menarik para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Kita sudah mengenal nama PT  Freeport yang dikenal mengelola tamabang emas di Papua. Selain itu ada PT Chevron Pasific yang merupakan salah satu perusahaan energi terbesar dunia asal Amerika Serikat. Chevron mengelola tamabang panas bumi untuk dijadikan sebagai sumber energi. Salah satu lokasi terbesarnya di Indonesia terletak di Gunung Salak, Jawa Barat. 

PT Newmont asal Colorado yang mengeksplorasi tambang emas dan temabaga di kawasan NTT. Ada juga PetroChina yang mengelola tambang minyak di Papua, Laut Jawa dan Jambi. ConocoPhillips perusahaan energi asal Amerika Serikat, mengelola tambang minyak bumi di Riau, Sumatera Selatan dan Jambi, serta  masih banyak lagi perusahan-perusahaan asing lainya yang berinvestasi di negeri kita.

Kekayaan Alam yang dikuasai Perusahan-perusahaan asing membuktikan bahwa negara ini belum mampu menjadi negara yang mandiri dan berdaulat atas kekayaan Alam milik sendiri. Alasan ketidakmampuan dalam pengelolaan selalu dihembuskan pemerintah, tetapi tidak ada upaya yang sungguh-sungguh dari pemerintah dalam meningkatkan mutu dan kualitas Sumber Daya Manusia maupun peralatan yang dimiliki.
Jika membuka selebar-lebarnya pintu investasi menjadi cara untuk mengatasi banyaknya pengangguran, meningkatkan perekonomian masyarakat serta memperbaiki taraf hidup rakyat seharusnya dengan banyaknya investasi dapat mengatasi kemiskinan di negeri ini. Seharusnya kesejahteraan dan kemakmuran mampu dirasakan seluruh rakyat dengan investasi-investasi teesebut. 

Namun pada faktanya, Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto pada Februari 2019 angka pengangguran berada di angka 6,82 juta orang. Angka kemiskinan Indonesia per Maret 2019 tercatat sebesar 9,41%. Angka tersebut setara dengan 25,14 juta orang.

Sebuah negara sangat memerlukan kekayaan Alamnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat didalamnya. Negara berkewajiban memberikan fasilitas-fasilitas memadai, membangun infrastruktur yang diperlukan rakyat untuk memudahkan aktivitas mereka. Negara dapat menggunakan kekayaan alam yang dimiliki untuk membangun pabrik-pabrik persenjataan guna meningkatkan pertahanan negara. 

Selain itu Kekayaan Alam sebuah negara dapat dipergunakan dalam memproduksi barang-barang yang dibutuhkan rakyat sehingga kebutuhan rakyat dalam negeri dapat terpenuhi. Dengan pengelolaan yang diambil alih negara dapat merekrut tenaga kerja lebih banyak dengan gaji yang sepadan.

Namun, jika Kekayaan Alam tersebut diserahkan kepada investor asing untuk mengelolanya selain negeri ini hanya mendapat bagian yang sedikit dari hasil pengelolaan tersebut, investor asing juga mampu menguasai pasar, meningkatkan harga-harga barang yang mereka produksi dimana rakyat Indonesia tidak mempunyai pilihan lain selain membelinya karena membutuhkan barang tersebut. Hal ini juga berpengaruh terhadap lancarnya pembangunan infrastruktur yang dijalankan negara karena para perusahaan asing dapat memainkan biaya meterial yang diperlukan dalam pembangunan.

Walhasil, negara yang telah kehilangan kekayaan alamnya yang dengan sukarela diserahkan kepada investor, menjalankan perekonomian dalam negerinya, mencukupi anggaran belanja negara lewat jalan hutang dan menarik pajak dari rakyat. Bagaimana sebuah negara dapat menjadi negara yang maju, unggul, berdaulat dan mandiri jika Kekayaan alamnya telah diserahkan ke Asing?

Maka tidak ada cara lain untuk menyelamatkan negeri ini dari keterpurukan diberbagai aspek kehidupan selain mencampakkan ideologi rusak yang telah lama bersarang di Indonesia. Terbukti bahwa ideologi sekuler kapitalis yang melahirkan ide kebebasan selalu menghadirkan mimpi buruk bagi masyarakat seperti penindasan, kedzoliman, kemiskinan, ketidaksejahteraan, kesenjangan sosial dan sebagainya.

Negera ini harus mengadopsi serta menerapkan ideologi yang benar yang mampu mewujudkan Indonesia menjadi Negera yang maju, berdaulat, unggul dan dapat bersaing dengan negara lainnya. Mengharapkan terciptanya perubahan hakiki hanya dapat terjadi jika negeri ini mengambil Ideologi Islam untuk diterapkan secara menyeluruh disemua aspek kehidupan. Sejarah telah mencatat sebuah negara yang disebut dengan khilafah yang menggunakan ideologi Islam sebagai nafas dalam menjalankan roda pemerintahan mampu dengan sangat gemilang memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Negara yang menerapkan ideologi Islam ini dapat bertahan selama lebih dari 13 abad lamanya menaungi 2/3 dunia dengan Rahmat Islam.

Dalam Islam Salah satu hal yang membantu negara mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya yakni dengan mengelola kekayaan alam negerinya secara sungguh-sungguh dan profesional yang hasilnya dikembalikan lagi kepada rakyat. Islam mengatur dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Ahmad bahwa " Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api." Dari hadits ini termasuk tambang batu bara, emas, minyak bumi dan gas tidak boleh diserahkan kepada investor untuk mengelola namun negara yang berhak mengelolanya serta mengembalikan seluruh hasilnya kepada rakyat.[MO/sg]










Posting Komentar