Oleh : Restu Febriani

Mediaoposisi.com-Tidak hanya dikenal dengan impor barang dan jasa, ternyata Indonesia kini terkenal pula karena impor sampahnya. Dalam beberapa bulan terakhir Indonesia kedapatan banyak kontainer sampah impor yang bermasalah dari negara lain. 

Pada akhir Maret lalu misalnya, ada lima kontainer sampah impor bermasalah yang dikirim dari Seattle di Amerika Serikat ke Surabaya, Jawa Timur. 

Pada pertengahan Juni ini, pemerintah Indonesia telah mengembalikan lima kontainer sampah tersebut ke Amerika Serikat. Tak cuma di Surabaya, kontainer sampah impor bermasalah ternyata juga ditemukan di Batam, Kepulauan Riau. (kumparan.com 17/6/19)

Indonesia diperkirakan menerima sedikitnya 300 kontainer yang sebagian besar menuju ke Jawa Timur setiap harinya. (inews.id 19/6/19)

Sungguh memilukan memang, ditengah carut marut sampah dalam negeri yang tak kunjung bisa diselesaikan, kini ditambah dengan sampah impor dari luar Negeri. Hal ini membuktikan bahwa begitu lemahnya posisi Indonesia dalam politik dan ekonomi Internasional. Indonesia seperti tidak mempunyai wibawa dihadapan para penguasa yang mengordernya.

Mereka bukan hanya mengimpor sampah, tapi secara tidak langsung mengimpor berbagai macam penyakit dan racun juga masuk ke Indonesia. Menurut Dewan Pembina Koalisi Kawal Lingkungan Hidup Indonesia (KAWALI), Bagong Suyoto yang dilansir dalam republika menyatakan, “impor sampah mengancam kelestarian lingkungan di Indonesia. Menurutnya, sampah yang masuk ke Indonesia tegolong sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)”.

Padahal Indonesia adalah negara yang kaya raya, terdapat sumber daya alam yang begitu melimpah ruah, akan tetapi mengapa negara yang kaya raya ini, masih banyak rakyatnya yang jauh dikatakan hidup sejahtera, lalu kemana larinya sumber daya alam kita ini? hingga negara terkaya didunia ini, justru harus mengekor ke negara-negara maju lain. Sehingga tidak  punya wibawa dihadapan para penguasa yang mengordernya.

Negara tidak mampu menjamin kesejahteraan rakyatnya. Bahkan Negara pun tidak mengetahui maksud dari para perusahaan asing tersebut mengimpor sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun. 

Negara juga terkesan tidak tegas dan lamban dalam menghentikan impor sampah tersebut. Sebab problem ini sudah berjalan selama kurang lebih 6 bulan. Inilah bukti Negara Demokrasi sangat lemah dalam menjamin kesejahteraan masyarakatnya.

Jelas sudah bahaya yang mengancam negeri ini! Bukan Islam yang menjadi ancaman, tetapi justru Demokrasi yang menganut paham Kapitalisme yang dibuka pintunya oleh penguasa terhadap Negeri ini. 

Dengan mudahnya sampah impor masuk ke Indonesia dan mengancam kesehatan dan kesejahteraan masyarakaat Indonesia. Penguasa seolah cuci tangan dengan kejadian ini, padahal dialah yang mempunyai andil besar dengan semua kejadian yang menimpa negeri ini. Padahal Rasulullah SAW telah mengingatkan para penguasa yang menipu rakyatnya dengan ancaman yang keras:

“Tidaklah mati seorang hamba yang Allah minta untuk mengurus rakyat, sementara dia dalam keadaan menipu(mengkhianati) rakyatnya, kecuali Allah mengharamkan surga bagi dirinya”.(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Demokrasi adalah sistem yang gagal (failed system); gagal sedari konsep awalnya, gagal dalam proses penerapannya, dan gagal dalam mencapai tujuannya yang utopis.  

Sungguh Tidak layak umat Islam sebagai khayru ummah masih menerapkan sistem batil ini yang tidak mampu menjaga ummat dari keamanan dan kesejahteran. Maka dari itu, tinggalkanlah demokrasi, sudah saatnya ummat kembali pada Islam! Dengan Syariah dan Khilafahnya !

Karena sejatinya yang kita butuhkan adalah bangkitnya kembali Khilafah Rasyidah yang mampu menyelesaikan semua permasalahan ummat. Yang mampu menerapkan semua sistem Islam secara kaffah dalam semua aspek kehidupan.

Indonesia Negara kaya raya hanya bisa kuat dan berdaya, baik kedalam maupun keluar ketika punya landasan kokoh, yakni ideologi dan diurus dengan aturan yang benar, yakni aturan Islam dalam naungan khilafah rasyidah ala minhajinnubuwwah.

Tanpa khilafah, niscaya banyak sekali hukum syariah yang tidak diterapkan dalam kehidupan, sebagaimana saat ini. Bisnis kapitalisme dengan mudahnya menghancurkan umat islam, sampah impor dengan mudahnya masuk ke Indonesia dan membahayakan kesehatan dan kesejahteraan ummat. 

Karena ummat tidak memiliki pemimpin/ seorang imam (khalifah) yang bertugas melindungi mereka dari berbagai ancaman musuh yang berniat untuk menghancurkan mereka.

Khilafah juga akan menjadi junnah (perisai) yang melindungi Ummat Islam. Tidak seperti sekarang, Ummat Islam benar-benar seperti anak yatim tanpa pelindung. 

Yang hanya dijadikan tumbal oleh para pelaku bisnis kapitalis untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Tanpa peduli kerugian dan kerusakan yang harus ditanggung ummat.

Karena itu kita semua harus berjuang menegakkan syariah dan khilafah. Karena hanya dengan tegaknya khilafah, ketaatan pada syariah secara kaffah dapat diwujudkan, dan Islam Rahmatan Lil’Allamiin dapat dirasakan semua ummat.
WalLahu’alam bisshowab[MO/vp]


Posting Komentar