Oleh: Amirah Syafiqah

Mediaoposisi.com-Bukan menjadi hal yang luar biasa lagi ketika mendengar pembatalan kajian salah satu ustadz yang terkenal karena lantangnya menyuarakan Islam dan tegasnya dalam menolak kemaksiatan serta kedzaliman.


Ya, siapa yang tak kenal beliau Ustadz Felix Siauw yang paling sering di persekusi kajiannya.  Akhir-akhir ini diberitakan bahwa beliau batal mengisi kajian di Masjid Fatahillah Balaikota DKI Jakarta. 

Beliau sendiri mengaku bahwa beliau merasa heran dan aneh dengan pembatalan-pembatalan kajian beliau yang sejak sebelum pilpres hingga sampai saat ini, yang lebih mengejutkan lagi alasan pembatalan kajian beliau adalah alasan klasik serta fitnah yang ditujukan kepada beliau yang tak terbukti kebenarannya

Sudah menjadi opini umum bahwa Ustadz Felix Siauw ialah salah satu pendakwah yang gencar menjadi membawa ide Khilafah yang sebenarnya termasuk dalam ajaran islam, yang biasa ditemukan dalam kitab-kitab fiqih, serta menjadi buah bibir para ulama terdahulu.  

Lalu, ketika khilafah yang telah terbukti sebagai ajaran islam, mengapa banyak kaum muslimin yang menolak dan bahkan menganggap khilafah bagaikan monster yang menyeramkan?

Apakah ajaran Khilafah sebagai salah satu ajaran islam itu salah? atau manusialah yang dengan egonya dan kepentingannya sehingga enggan menggunakan hukum Allah Subhanahu Wa Ta'ala bahkan  menolaknya dan mengkriminalisasikan nya.

Hal ini sangat bertentangan dengan firman Allah Swt:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Padahal ayat di atas telah menyampaikan bahwa ketika kita benar-benar mencintai Allah maka sudah pasti kita akan mencintai hukum dan ajaran yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Yang mana semua hukum Allah Swt dapat terlaksanakan secara keseluruhan dengan adanya institusi Islam yakni dengan Khilafah Rasyidah.

Melihat pembatalan kajian-kajian Ustadz Felix Siauw dengan alasan yang dituding kepada beliau yakni sebagai aktivis yang membawa ide Khilafah, dapat kita lihat bahwa bukan karena akhlaq atau buruknya diri belaiu menjadi alasan ditolaknya diri beliau, tapi karena ajaran Islam yang beliau bawa yakni khilafah yang membuat ditolak kajiannya.

Dengan dakwah beliau inilah yang membawa ajaran islam, menjadi bukti ketika Islam menjadi objek kebencian maka syariah Islam akhirnya ditolak dan di pilah- pilih sesuai dengan kehendak manusia dan kepentingan mereka masing-masing apakah memberi manfaat atau tidak. Padahal Allah Swt telah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (Al-Baqarah:208)

Akhirnya Surat Al Baqarah ayat 208 yang diperintahkan untuk masuk kedalam Islam secara Kaffah (Keseluruhan) telah terlalaikan begitu saja, tanpa melihat seberapa dosanya manusia yang telah yan melalaikan ajaran Islam tersebut.

Lalu bagaimana dengan pertanggungjawaban di akhirat kelak?[MO/vp]

Posting Komentar