Oleh : Annisah fatona


x
Mediaoposisi.com-Lembaga riset Pew Research Center di Amerika Serikat, melaporkan bahwa pelanggaran terhadap segala hal yang berhubungan dengan keagamaan kian meningkat di banyak negara di dunia. Pelanggaran ini tidak hanya ditemukan pada negara di bawah rezim otoriter saja tetapi juga di negara-negara demokrasi.
Selama dekade 2007 hingga 2017, pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah yang mencakup undang-undang, kebijakan, dan tindakan oleh pejabat negara yang membatasi keyakinan dan praktik keagamaan meningkat tajam di seluruh dunia, menurut laporan lembaga yang bermarkas di Washington, DC, ini.
Sementara itu di Indonesia sendiri,  menurut penelitian yang berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan lembaga keagamaan menemukan bahwa sebanyak 50 pemerintah memberikan batasan dalam level tinggi terhadap hal yang terkait agama. Jumlah inipun meningkat dari sebelumnya hanya 40 pemerintah yang melakukan hal serupa.
Pemerintah Indonesia sendiri saat ini terus melakukan aturan-aturan Islamophobia. Seperti yang kita ketahui baru-baru ini  Menteri Agama Indonesia sedang sibuk menginvestigasi mengenai foto siswa MAN yang sedang mengibarkan bendera tauhid.
Sementara itu ditempat lain Menteri Agama RI yang sempat menghadiri acara penghargaan LGBT menyatakan bahwa harus adanya upaya mengayomi kaum LGBT di tengah-tengah masyarakat saat ini. Tidak hanya itu Menko Polhukam Wiranto bahkan menegaskan bahwa tidak diperbolehkannya penyebaran paham Khilafah di tengah-tengah masyarakat saat ini dikarenakan mengancam NKRI.  
Itulah mengapa organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendapatkan pencabutan badan hukum karena paham Khilafah yang bertentangan dengan Pancasila. Selain itu Wiranto menjelaskan bahwa eksistensi HTI sebagai organisasi sudah tidak perlu diperdebatkan karena dinyatakan sebagai organisasi terlarang.
Meski begitu aktivis HTI masih diperbolehkan untuk melakukan kegiataan keagamaan maupun sosial asal tidak bertentangan dengan Pancasila dan NKRI padahal Khilafah adalah janji Allah yang mana tersirat dalam QS An-Nur ayat 55
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”
Menurut Asep Syariudin, yaitu sebagai pelaksana tugas ketua PA 212 menyatakan bahwa Khilafah atau sistem kenegaraan yang berlandaskan Islam dan tidak terlarang. Beliau mengungkapkan, dirinya banyak belajar konsep sistem kenegaraan berlandaskan Islam.
Justru menolak khilafah sama dengan menolak ajaran Islam. Karena Khilafah yang merupakan bagian dari syariat Islam. Harapannya di tahun 2024 yang akan datang Khilafah dapat tegak di Indonesia. Keinginan ini dikarenakan sistem kenegaraan di Indonesia yang belum bisa menangani kedaulatan agama.
Keterbalikan nalar ini membuat kita seharusnya semakin sadar akan kebobrokan sistem saat ini yang bukannya bisa melindungi agama juga  menjunjung tinggi ajarannya, tapi sayangnya malah menolak dan mendukung para pelaku LGBT yang sangat jelas di murkai oleh Allah.
Pemerintah seakan terlalu sibuk menginvestigasi siswa yang mengibarkan bendera tauhid tapi diam dan bungkam dengan tayangan film-film yang saat ini beredar yang sama sekali tidak mendidik remaja.
Seakan ada yang salah dengan bendera tauhid, seakan terlarangnya Khilafah. Padahal bendera tauhid dan Khilafah adalah simbol dan ajaran Islam. Sebegitu menakutkannya kah Islam?. Yang lebih ditakutkan lagi apabila ummat terpengaruh dengan paham-paham Islamphobia tersebut. Padahal Islam adalah agama sempurna lagi paripurna.
Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa-idah: 3]
Maka dari itu ridhailah Islam untuk diri kalian, karena ia merupakan agama yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla. Karenanya Allah mengutus Rasul yang paling utama dan karenanya pula Allah menurunkan Kitab yang paling mulia (Al-Qur-an).[MO/sg]

Posting Komentar