Oleh : Hafi Shalimar

Mediaoposisi.com-Ternyata tanggal 15 Mei merupakan hari peringatan untuk keluarga. Ya, 15 Mei adalah Hari Keluarga Internasional yang diperingati setiap tahun.Akan tetapi untuk hari Keluarga Nasional (Harganas) setiap tahunnya diperingati pada tanggal 29 Juni.

Untuk tahun ini, puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-26 akan digelar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada awal Juli dengan mengambil tema "Hari Keluarga, Hari Kita Semua", dengan slogan "Cinta Keluarga, Cinta Terencana".Puncak seremoni akan jatuh pada 6 Juli 2019.

Disampaikan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN, M. Yani, berbagai kegiatan akan digelar dalam mewarnai peringatan Harganas, baik pra puncak peringatan maupun pasca acara.

Di antaranya Festival Penggalang Ceria, GenRe Edu Camp, One Stop Service pelayanan untuk anak anak, One Day for Children untuk anak-anak terlantar. Selain itu akan diadakan pula beberapa kegiatan seminar di antaranya tentang kependudukan dan perkawinan anak.

Tujuan dari peringatan Hari Keluarga Nasional adalah untuk meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera dalam kerangka ketahanan keluarga.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penerapan delapan fungsi keluarga antara lain agama, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pendidikan, reproduksi, sosial dan budaya serta lingkungan.

Terlintas program hari keluarga ini memang bagus, tapi sebagai netizen terkhusus generasi milineal kita harus cerdas melihat semua fenomena yang disajikan di depan kita. karena apa ? yaps, karena sekarang banyak keburukkan yang dikemas dengan keindahan.

Maka dari itu penting bagi kita mempunyai saringan yaitu aqidah Islam yang kuat untuk menyaring berbagai informasi yang disajikan kepada kita.

Ambil contoh saja program hari keluarag seperti ini. Supaya lebih gambling dan kita bisa bersama-sama melihat ada apa di balik hari keluarga yuk kita sama-sama melihat latar beakang munculnya hari keluarga.

Sedikit menengok awal mula kemunculan hari keluarga adalah dimulai dari tingkat internasional yaitu  digaungkan pertama kali oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1993 memproklamasikan hari keluarga yang jatuh 15 Mei tersebut lewat resolusi A/RES/47/237 dan mempertimbangkan kepentingan hubungan komunitas internasional dengan keluarganya.

Dan biasanya diperingati dengan mempromosikan kesadaran pentingnya berhubungan dengan keluarga dan meningkatkan pengetahuan terhadap proses sosial, ekonomi, dan demografi terhadap keluarga.

Sedangkan awal mula kemunculan hari keluarga nasional karena dimaksudkan untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.

Keluarga diharapkan menjadi sumber yang selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi.

Dari sejarahnya memang terlihat baik, tapi tunggu dulu karena ketika kita berbicara Hari Keluarga dimana keluarga terdapat unsur ayah, ibu, anak atau mungkin saudara lainnya maka, akan ada kekuatan diam-diam yang siap mennyisipkan programnya ke segala penjuru dunia.

Ada yang tau apa ? Yaps program feminisme, sebuah program yang terus digaungkan oleh UN Women. Sebuah Entitas Perserikaan Bangsa-Bangsa untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, serta bekerja untuk memberdayakan perempuan dan anak-anak perempuan.

Mereka tak kenal lelah menjajakan programnya yang maka tak heran jika peringatan hari keluarga di negara manapun berada pasti terselip program UN Woman di dalamnya.

Yang dalam saat yang sama mereka juga mengkampayekan tentang aggota keluarga itu boleh terdiri dari Gay, Lesbi dll, yang itu berarti  mereka secara tak langsung mengkampayekan LGBT yang jelas-jelas itu dilarang dalam syariat Islam.

Tujuan mereka jelas yaitu supaya LGBT bisa di terima banyak pihak. Hal ini bisa dilihat dari kampanye UN Women dalam sepenggal video yang di sajikan dengan judul What’s My Family ?. Cek ya .

Dari melihat latar belakang kemunculannya jelas sudah bahwa dibalik program yang indah tersembunyi proyek menyeramkan dan melanggar syariat Islam, contohnya tentang LGBT tadi. Jadi masih mau ikut-ikutan merayakan hari keluarga ?

Sebenarnya jika ingin mendapatkan program-program yang Nampak baik dari Harganas ini tidak perlu susah-susah membuat hari khusus. Why ??

Karena ternyata  di dalam syariat Islam semua itu sudah di ajarkan. Yaps, Islam memang agama yang sempurna, semua yang kita inginkan sudah ada dalam Islam.

Apapun itu lengkap banget dan pastinya sesuai dengan Fitrah kita sebagai manusia. Sebab memang yang membuat aturan itu adalah Zat yang menciptakan kita. Itulah Allah, Tuhan kita yang menciptakan kita dari air hina yang muncul dari tulang Sulbi laki-laki.

Maka Allah tau betul pernak-pernik manusia sebagai makhluknya. Akan berbeda cerinya jika aturan atau program-program itu bersumber atau dibuat oleh manusia, karena sebagaimana kita tau sifat manusia itu lemah dan terbatas, jika kita membuat aturan sendiri pasti sifatnya juga lemah dan terbatas.

Maka satu-satunya yang tidak lemah dan terbatas ya aturan yang dibuat oleh Allah SWT. Percaya dehh jika syariat Islam benar-benar di jalankan program hari keluarga yang kelihatan baik itupun sudah tercover di dalamnya.

Bahkan itu hanya sekelumit kecil dari syariat Islam yang jelas nyata kesempurnaanya. Maka dari itu yuk bersama-sama kita kembali menjalankan syaraiat Islam secara Kaffah. [MO/vp]
           

Posting Komentar