Oleh: Siti Masliha, S.Pd
(Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Mediaoposisi.com-Seperti tak pernah kehabisan bahan sensasi, dunia artis kembali dikejutkan oleh tertangkapnya artis dengan kasus narkoba. Setelah pelawak Nunung Srimulat, kali ini artis Jefri Nichol ditangkap oleh polisi dengan kasus yang sama. Dari pemeran utama film 'Dear Nathan' itu, polisi menyita barang bukti ganja.
"Sementara yang sudah kita timbang itu (ganja) 6,01 gram," kata Kapolres Jaksel Kombes Indra Jafar kepada wartawan di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (23/7/2019). Indra menjelaskan Jefri ditangkap pada Selasa (23/7) dini hari di rumahnya di kawasan Jakarta Selatan. (DetikNews.com)
Dunia artis seolah tidak terlepas dari jeratan narkoba. Begitu banyak deretan nama artis yang tertangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba. Meski sudah biasa merebaknya narkoba dikalangan artis tetap menjadi sorotan di masyarakat. Pasalnya artis adalah public figur yang tindak tanduknya menjadi contoh di masyarakat.
Jika kita telisik merebaknya narkoba dikalangan artis hal ini disebabkan oleh:
Pertama, pengaruh lingkungan. Lingkungan adalah hal yang paling kuat mempengaruhi seseorang, baik positif maupun negatif. Lingkungan artis pemakai narkoba akan bisa “menyeret” artis lain yang belum pernah menggunakan narkoba.
Banyak artis yang awalnya tidak menggunakan narkoba, namun karena pengaruh lingkungan membuat artis tersebut jadi pecandu narkoba.
Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh komedian Nunung Srimulat. Nunung menggunakan narkoba sejak 20 tahun yang lalu. Hal ini berawal dari teman-temannya sesama pelawak yang menggunakan narkoba. Coba-coba narkoba membuat Nunung terlena, kemudian Nunung sempat berhenti dan kembali lagi memakainya.
Kedua, kehidupan yang glamour dan hedonis. Gaya hidup artis yang hedonis membuat narkoba rentan masuk ke dunia artis. Tuntutan pekerjaan mereka sering harus bergaul dengan selebritis lainnya membuat mereka tak bisa menolak masuk ke dunia hitam.
Godaan harta yang melimpah juga menjadi salah satu penyebab utama mengapa mereka begitu gampang masuk dalam jeratan narkoba. Apalagi mereka dituntut untuk selalu tampil prima dan menyenangkan. Kepenatan atau tingkat stres yang tinggi dalam bekerja memicu mereka untuk mencari kesenangan semu tersebut.
Ketiga, tuntutan pekerjaan.  Jam kerja di dunia artis yang tidak manusiawi (dari pagi ke pagi lagi). Karena tuntutan kebutuhan dan gaya hidup para artis rela menjalankan pekerjaannya yang melampaui batas kerja manusia normal.
Mereka tidak memikirkan kondisi tubuhnya. Inilah alasan yang membuat para artis melirik menggunakan narkoba sebagai tambahan stamina agar tubuhnya tetap dalam keadaan prima. Hal ini sebagaimana dilakukan oleh Nunung Srimulat, Nunung mengatakan menggunakan narkoba salah satu alasannya karena supaya tubuhnya selalu dalam keadaan prima.
Keempat, Indonesia adalah pasar potensial bagi perdagangan narkoba dunia. Indonesia tidak hanya dilirik pasar Asia sebagai pasar perdagangan narkoba, namun juga pasar dunia. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengakui bahwa negara Indonesia menjadi sasaran perdagangan gelap narkoba karena jumlah penduduknya yang besar.
Maka pasar barang haram tersebut menjadi potensial. Selain itu Indonesia secara geografis terbuka dari segala penjuru. Hasilnya memudahkan bandar narkoba menjual barang berbahaya tersebut ke masyarakat Indonesia. Apalagi penduduk Indonesia khususnya generasi muda dinilai begitu mudah goyah oleh kegiatan penyalahgunaan narkoba.
Selain itu wilayah perairan juga dimanfaatkan oleh jaringan internasional menyelundupkan barang haram tersebut. Menurut Kapolri Tito Karnavian di perairan Batam sudah beberapa kali terjadi penangkapan.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani. Tingginya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya jumlah kelas menengah membuat Indonesia dijadikan target pasar besar untuk peredaran narkoba. “Dalam 2 bulan saja 2,9 ton, 1 tahun kemarin 2,1 ton”, tutur Sri Mulyani.
Kelima, Negara tidak berdaya. Tidak berdayanya negara melawan gempuran narkoba dari luar negeri membuat Indonesia menjadi negara darurat narkoba. Tidak adanya sanksi yang tegas dari negara untuk menindak para pelaku penyalahgunaan narkoba membuat kasus ini menjadi sesuatu yang biasa.
Banyak kasus artis yang keluar masuk penjara membuktikan bahwa mereka tidak jera atas sanksi yang dijatuhkan oleh negara kepada mereka. Bahkan dalam bui pun peredaran narkoba masih bisa ditembus. 
Harus ada upaya serius dari negara agar Indonesia terbebas dari jeratan narkoba. Kondisi penyebaran narkoba di Indonesia sudah cukup memprihatinkan. Dari anak-anak sampai orang tua menjadi sasaran keganasan narkoba. Berharap pada sistem saat ini untuk memberantas narkoba hasilnya adalah nihil. Negara butuh sistem alternatif yang mampu memberantas narkoba hingga ke akarnya. 

Memutus Mata Rantai Penyalahgunaan Narkoba 
Narkoba merupakan barang yang haram diproduksi, dikonsumsi dan didistribusikan di tengah masyarakat. Keharamannya telah dinyatakan dalam hadits Nabi SAW:
"Rasulullah SAW melarang setiap zat yang memabukkan dan menenangkan (mufattir)" (HR. Abu Dawud dan Ahmad) 
Mufattir adalah setiap zat penenang, yang kita kenal sebagai obat psikotropika dan narkoba. 
Dalam negara islam barang haram tidak dianggap sebagai barang ekonomi (economic goods). Karena itu tidak boleh diproduksi, dikonsumsi dan didistribusikan di tengah masyarakat. Maka memproduksi, mengkonsumsi, dan mendistribusikannya di tengah masyarakat dianggap sebagai bentuk kejahatan (jarimah) yang harus ditindak. 
Meski narkoba sanksinya tidak ditetapkan dalam nash sebagaimana khamr. Sanksi dalam islam itu berfungsi sebagai zawajir dan jawabir. Zawajir sebagai pencegah orang lain untuk berbuat kejahatan dan jawabir sebagai penebus dosa bagi pelaku sehingga di akhirat tidak dihukum lagi. 
Berdasarkan filosofi fungsi sanksi yang dijatuhkan untuk kejahatan tersebut. Maka hakim bisa mempertimbangkan kadar sanksi untuk pelakunya dari hukuman ringan hingga hukuman berat. Mulai pengumuman, diekspos di tengah masyarakat, penjara, denda, cambuk, bahkan hukuman mati dengan melihat tingkat kejahatan dan bahayanya bagi masyarakat. 
Selain Narkoba dalam negara Islam juga akan dilakukan tindakan yang tegas jika ada warganya yang melakukan kemaksiatan. Kehidupan artis yang ditandai dengan dunia serba gemerlap, pakaian yang terbuka, campur-baur dan sebagainya nyata-nyata itu adalah profesi haram. Sebab didalamnya dipenuhi aktivitas-aktivitas haram. [MO/sg]



  

Posting Komentar