Oleh: Siti Mariyam, S.Pd
(Anggota Komunitas Penulis “Setajam Pena”)





Mediaoposisi.com-Masih belum hilang kiranya kasus pembakaran bendera Tauhid beberapa waktu yang lalu karena dituduh sebagai bendera dari salah satu organisasi yang sudah dibubarkan di negeri ini, kini bendera Tauhid kembali dipermasalahkan dan menjadi sorotan.
Berawal dari beredarnya foto siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sukabumi yang mengibarkan bendera tauhid di sekolah mereka.
Peristiwa ini kemudian menjadi sorotan karena rencana investigasi yang akan dilakukan oleh Kemenag terhadap peristiwa tersebut. Dengan masih memakai alasan yang sama, yaitu indikasi bahwa bendera tersebut mempunyai afiliasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 
Sungguh sangat disayangkan apa yang dilakukan oleh Kemenag, terlebih menteri Agama itu sendiri juga seorang muslim. Sehingga tindakan investigasi cepat yang dilakukan oleh kemenag justru dianggap aneh dan berlebihan oleh umat Islam.
Sebagai seorang muslim, seharusnya kita memahami bahwa bendera bertuliskan Tauhid tersebut adalah simbol dari umat Islam dan bukan hanya milik organisasi tertentu. Jika ada pihak atau organisasi Islam yang menggunakan bendera tersebut, sah-sah saja bukan? Toh bendera tersebut adalah milik umat Islam. Siapapun dari umat Islam bisa menggunakannya.
Dan tidak ada yang aneh dari bendera tersebut. Yang ada justru seharusnya kita bangga terhadap bendera Tauhid tersebut, kita junjung tinggi dan kita muliakan karena kalimat Tauhid di dalamnya.
Bukankah beberapa waktu yang lalu juga sudah dijelaskan bahwa bendera ini adalah milik umat Islam dan HTI pun juga mengatakan demikian? Tapi mengapa bendera Tauhid ini kembali dipermasalahkan? 
Islamophobia yang tak pernah padam
Gerakan cepat yang dilakukan oleh Kemenag khususnya perintah dari Menteri Agama untuk segera melakukan investigasi terhadap pengibaran bendera Tauhid di salah satu sekolah justru menimbulkan pertanyaan besar.
Mengapa dengan pengibaran bendera Islam Menag memerintahkan untuk cepat melakukan investigasi sedangkan di sisi yang lain Menag malah meminta untuk memberikan ruang untuk bendera Pelangi alias LGBT? Ada apa sebenarnya?
Ketakutan akan adanya bendera Islam dengan cara mengaitkannya kepada HTI menunjukkan adanya ketakutan terhadap Islam (Islamophobia).
Islamopobhia ini sengaja disusupakn oleh pihak yang tidak suka terhadap Islam yaitu pihak sekuler liberal. Mereka tidak suka jika umat Islam semakin mencintai agamanya dan mereka tidak suka  terhadap kebangkitan Islam.
Maka mereka berusaha untuk menyusupkan ide Islamophobia ini di tengah-tengah umat Islam. Semua itu dilakukan untuk mencegah Islam dan umat Islam tidak bisa bangkit lagi dan membahayakan mereka.
Para pengusung ide sekuler liberal dan kapitalis ini akan terus berusaha menanamkan Islamophobia di dalam dada umat Islam. Tidak hanya kasus bendera Tauhid ini saja, dari dahulu sekuler kapitalis Barat terus berupaya menjadikan umat Islam itu sendiri benci terhadap Islam.
Dengan mengopinikan bahwa Islam itu radikal dan teroris, muslimah yang bercadar dipermasalahkan dan dibatasi geraknya, kajian-kajian Islam dipersekusi karena dianggap membahayakan NKRI. 
Begitupun dengan salah satu ajaran Islam yaitu Khilafah . Khilafah Islam yang sebenarnya adalah salah satu ajaran dalam Islam, bahkan dalam kitab-kitab Fiqih para ulama pun juga telah menyebutkan dan membahasnya.
Ajaran Khilafah yang mulia tapi membahayakan bagi kaum kapitalis barat kemudian oleh mereka diputarbalikkan dan dihembuskan bahwa Khilafah adalah berbahaya dan membahayakan bagi Pancasila dan NKRI. 
Seperti itulah yang dilakukan oleh kaum sekuler liberal yang tidak suka dengan kebangkitan Islam. Karena kebencian mereka terhadap Islam dan ketakutan mereka terhadap kebangkitan Islam, maka  sampai kapan pun mereka akan terus menanamkan ketakutan pada Islam (Islamopobhia) ini di tengah-tengah umat Islam.
Mereka akan terus berbuat makar dan ketakutan di tengah-tengah umat Islam untuk menghadang kebangkitan Islam. Sebagaimana yang telah Allah katakan dalam QS. Ali Imran ayat 54 yang artinya:
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka. Dan Allah sebaik-baiknya pembuat tipu daya.” 
Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita tidak boleh kaget dan takut terhadap opini yang menyudutkan Islam. Karena semua itu hanya upaya dari pihak yang benci Islam agar Islam menjadi hal yang menakutkan.
Sebagai umat Islam kita harus bangga terhadap Islam dan ajaran-ajarannya maupun simbol-simbolnya. Kita tunjukkan kepada mereka bahwa ajaran Islam bukan ajaran yang berbahaya dan menakutkan. Ajaran dan simbol Islam seperti bendera tauhid, Khilafah Islam, cadar dan ajaran Islam yang lain adalah mulia dan akan memberikan rahmat bagi seluruh manusia. 
Wallaahu a’lam bisshowab [MO/sg]

Posting Komentar