Oleh : Nadhifah Zahra
(Ibu Rumah Tangga)

Mediaoposisi.com-Gayatri Wedotami mendesak presiden Jokowi dan wakil presiden Ma'ruf Amin untuk fokus untuk menyebarkan Islam Nusantara dan menghapuskan hijabisasi. Dia menyebutkan bentuk islamisasi ini diakomodasi dalam bentuk hijabisasi secara sistematis yang dilakukan di sekolah-sekolah umum. 


Dia menganggap islamisasi ini akan merusak keragaman dan menghapus budaya lokal sehingga akan menyuburkan arabisasi.

Hal senada juga disampaikan seorang Praktisi Pendidikan Setyo Djuandi Darmono meminta agar Presiden Jokowi meniadakan pelajaran agama di sekolah. 

Agama cukup diajarkan oleh orang tua atau oleh lewat guru di luar sekolah."Mengapa agama sering menjadi alat politik? Karena agama dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Di sekolah, siswa dibedakan ketika menerima mata pelajaran agama. Akhirnya mereka merasa kalau mereka itu berada" kata Damono usai bedah bukunya yang berjudul Bringging CivilizationsTogether di Jakarta, Kamis (4/7/2019).(GElLORA.CO).

Menurutnya, sebagai gantinya mata pelajaran Budi pekerti yang dikuatkan. Sehingga sikap toleransi siswa lebih menonjol dan rasa kebinekaan semakin kuat. Kalo agama dijadikan identitas akan memunculkan radikalisme. Tentu pernyataan di atas sangat disayangkan. Sebagai seorang muslim seharusnya mereka bangga dengan identitas sebagai muslim bukan malah ketakutan dengan Islam.

Islam ajaran yang satu

Islam menggunakan standar yang satu untuk menilai seluruh manusia, yaitu ketaqwaan. Orang Nusantara tidaklah lebih mulia daripada orang Arab maupun Eropa kecuali dengan ketaqwaannya. Islam agama universal yang ditujukan untuk seluruh umat manusia yang memberikan perlindungan pada semua kalangan baik muslim maupun non muslim.

Orang-orang non muslim dipersilakan melaksanakan ibadah, makan, minum, berpakaian dan pernikahan sesuai dengan agama dan keyakinan mereka. Siapapun dilarang memaksa mereka untuk melepaskan agamanya, merusak kehormatannya, hartanya dan darahnya.

Toleransi Islam secara historis


Secara historis hukum-hukum Islam terbukti memelihara dan merawat kerukunan umat manusia selama 14 abad. Pada saat Rasulullah hijrah di Madinah, telah hidup berdampingan bersama kaum musyrikin, Nasrani dan Yahudi.

Di Mesir kaum Kristen Koptik tetap terjaga ketika Mesir ditaklukkan oleh pasukan Islam yang dipimpin oleh Amr bin Ashim. Terbukti keberadaan mereka masih eksis sampai hari ini.

Dalam kepemimpinan Islam Spanyol, dikenal dalam sejarah sebagai negara dengan tiga agama: Islam, Nasrani dan Yahudi. Justru mengalami diskriminasi dan berdarah-darah setelah jatuh ke tangan Ratu Isabela yang memaksa bkaum muslimin dan bangsa Yahudi memeluk agama Kristen.

Itulah kemuliaan Islam dan juga syariatnya yang akan membawa keberkahan di langit dan bumi, sekaligus akan mengayomi semua golongan baik muslim maupun non muslim, ketika Islam diterapkan secara kaffah dalam bingkai Khilafah Islamiyyah Ala minhajin nubuwah.
Wallahu A'lam.[MO/vp]

Posting Komentar