Oleh : Elviana

Mediaoposisi.com-Setelah film " kucumbu tubuh indahmu" yang telah di boikot oleh beberapa pemerintah kota. Kini, muncul lagi film " Dua Garis Biru" yang di sutradarai Ginatri S Noer yang menceritakan sepasang remaja yang telah melampaui batas dalam pergaulan hingga mengakibatkan hamil di luar nikah  dan memberikan solusi yang lain adalah pernikahan dini

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, M Yani mengatakan " film dua garis biru dapat membantu BKKBN dalam menjangkau remaja indonesia lebih leluasa dengan Program Generasi Berencana (GenRe)". jakarta, kamis

Bahkan, Deputi Bidang Kekeluargaan  Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Dwi Listyawarnu mengatakan bahwa film tersebut menjadikan edukasi kesehatan reproduksi kepada remaja yang menontonnya. Dalam segala hal pasti akan ada konsekuensi bahkan dalam film dua garis biru pun akan ada resiko jika terjadi pada remaja itu sendiri.bahkan film ini hanya memberikan solusi yang berujung pernikahan dini.

Bagi sebagian remaja arti dari pacaran ialah  menjalin suatu hubungan dimana seorang pria bertemu dengan wanita melakukan serangkaian aktivitas agar saling mengenal satu sama lain,tak ayal adanya rasa kepemilikan dan keterbukaan diri serta adanya keterikatan emosi. Tanpa sadar adanya dampak negatif yang bisa mengakibatkan diri mereka rugi dengan melakukan pacaran seperti di film " Dua Garis Biru"

Dampak negatif akibat remaja berpacaran ialah:

● Remaja mudah terjerumus kepada perzinahan

● Menipisnya iman karena berpacaran mengakibatkan lupa beribadah

● Seringnya berbohong kepada orang tua apabila telat pulang sekolah karena keasyikan pacaran

● Seringnya melamun dan berangan angan membuat diri mengkhayal dan tidak realistis lagi

● Menurunnya produktivitas dalam berkarya

● Gaya hidup menjadi boros, karena pacaran butuh biaya. Dll

Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa.Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan.Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil.Oleh karena itu, hendaknya anak diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan.bahkan tak ayal remaja sering menyalah artikan pergaulan bebas yang mereka anggap terbebas dari segala peraturan yang orang tua atau sekolah berikan.

Bahkan masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa.Pergaulan bebas sering dikonotasikan dengan sesuatu yang negatif seperti seks bebas, narkoba, kehidupan malam, dan lain-lain.Pada hal pergaulan bebas yang sangat menyorot adalah pada “free sex”.

Pemikiran yang masih labil membuat remaja merasa bisa menjalani hidup tanpa aturan, merasa diri bisa membentengi diri yang tak jarang ketika orang tua menasehati tak di dengar, masuk kuping kanan keluar kuping kiri.


Bagaimana cara mengatasi pergaulan remaja??


Dari berbagai permasalahan yang terjadi dikalangan remaja masa kini, maka tentunya ada beberapa solusi yang saya tawarkan dalam pembinaan dan perbaikan remaja masa kini.

Pertama,membentuk lingkungan yang baik. Sebagaimana di sebutkan diatas lingkungan merupakan factor terpenting yang mempengaruhi prilaku manusia.Rasulullah r bersabda :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ »

Dari Abu Hurairah t dari nabi r bersabda : seseorang itu atas din saudaranya. Maka lihatlah salah seorang diantara kalian, siapa yang ditemani. (HR. Ahmad)



Kedua, Pembinaan dalam Keluarga.Sebagaimana disebut diatas bahwa kelurga juga punya andil dalam membentuk pribadi seorang anak, jadi untuk memulai perbaikan, maka kita harus mulai dari diri sendiri dan keluarga. Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak.Rasulullah r bersabda :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَرضى الله عنهقَالَ قَالَ النَّبِىُّصلى الله عليه وسلم – « كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan firah. Maka bapaknyalah yang menjadikan ia yahudi, atau nasrani, atau majusi (HR. Bukhori)


Ketiga,Pemerintahan dalam hal ini yang lebih spesfiknya adalah lembaga pendidikan atau sekolah.

Seorang tabi’in terkenal Muhammad bin sirin berkata :

إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ.

“Sesungguhnya ilmi ini ( ilmu sanad) adalah agama maka lihatlah dari siapa kamu mengambil agama kamu”.[ muqoddimah sohih muslim]

Firman Allah swt dalam Al-qur’an surat Al-Hujurat ayat 13 :

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Pergaulan bebas merupakan suatu fitrah bagi manusia karena sesungguhnya manusia merupakan mahkluk sosial. Manusia juga memiliki sifat tolong-menolong dan saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Namun, di zaman sekarang ini banyak sekali remaja yang terjerembab dalam kemaksiatan akibat salah pergaulan, seperti maraknya video mesum, pemerkosaan, dan berbagai perilaku menyimpang lainnya. Hal ini dapat terjadi karena pergaulan tidak dibentengi dengan iman yang kokoh sehingga mudah tergoyahkan oleh arus pergaulan yang bersifat negatif.


Allah swt telah jelas melarang manusia untuk mendekati zinah karena sesungguhnya zinah merupakan perbuatan yang keji. Zinah dapat disebabkan oleh kurang kokohnya iman seorang manusia dan akhirnya terbawa dalam pergualan bebas. Islam mengatur batasan-batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan, batasan-batasan tersebut dibuat bukan untuk mengekang kebebasan manusia, namun merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah swt terhadap umat manusia sebagai makhluk yang mulia.

Selain seorang muslim harus menjaga pandangan matanya dari lawan jenis dengan secara berlebihan, seorang muslim juga harus menjaga masing masing auratnya dengan berbusana islami agar terhindar dari fitnah,serta tidak berbuat sesuatu yang dapat mendekatkan diri dari perbuatan zina.

 Nabi bersabda,“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah berkhalwat dengan seorang wanita (tanpa disertai mahramnya) karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaithan (HR. Ahmad).

Dan menjauhi pembincangan atau cara berbicara yang bisa membangkitkan selera.Berkaitan dengan suara perempuan Ibnu Katsir menyatakan, “Perempuan dilarang berbicara dengan laki-laki asing (non mahram) dengan ucapan lunak sebagaimana dia berbicara dengan suaminya.” (Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3)

Dan hindarilah bersentuhan kulit dengan lawan jenis, termasuk berjabatan tangan sebagaimana dicontohkan Nabi saw, “Sesungguhnya aku tidak berjabatan tangan dengan wanita.” (HR. Malik, Tirmizi dan Nasa’i).

Hal ini dilakukan Nabi tentu saja untuk memberikan teladan kepada umatnya agar melakukan tindakan preventif sebagai upaya penjagaan hati dari bisikan syaitan.

hendaknya tidak melakukan ikhtilat, yakni berbaur antara pria dengan wanita dalam satu tempat. Hal ini diungkapkan Abu Asied, “Rasulullah saw pernah keluar dari masjid dan pada saat itu bercampur baur laki-laki dan wanita di jalan, maka beliau berkata: “Mundurlah kalian (kaum wanita), bukan untuk kalian bagian tengah jalan; bagian kalian adalah pinggir jalan (HR. Abu Dawud).


Begitu indah islam mengatur pergaulan untuk remaja. Wallahualam bi'showab. [MO/vp]

Posting Komentar