Oleh: Supiani
(Member Forum Muslimah Peduli Umat, Serdang Bedagai)

Mediaoposisi.com-Children are the world’s most valuable resource and its best hope for the future. Anak-anak adalah sumber daya dunia yang paling bernilai, dan mereka harapan terbaik untuk masa depan. Begitulah John F. Kennedy, Presiden ke-36 Amerika Serikat memaknai betapa besarnya potensi anak-anak yang disampaikannya dalam Pidato UN pada 1963.

Namun sangat disayangkan, anak-anak saat ini rentan oleh berbagai marabahaya yang siap menyerang mereka. Anak-anak dalam pengasuhan yang salah, rawan mendapatkan pemahaman dan pengurusan yang keliru bagi kehidupan mereka.

Adalah anak-anak kaum Muslim yang siap menjadi mangsa bagi para kafir barat. Melalui neoimperialisme, mereka melakukan penjajahan gaya barunya melalui penyebaran ide-ide kafir demi menjadikan anak-anak kaum Muslim jauh dari agamanya. Bahkan mungkin perlahan meninggalkan agamanya.

Berbagai macam cara dilakukan. Mereka, kafir barat penjajah, sebagai pihak yang memiliki akses bagi segala informasi pun memanfaatkan kekuatan mereka dalam mengendalikan media massa. Kanal-kanal informasi mereka atur sesuai dengan keinginan mereka. Demi tersebarnya ide-ide sepilis mereka.

Internet menjadi lahan paling subur bagi mereka untuk menanamkan ide-ide sesat nan menyesatkan. Namun sayangnya, beberapa negeri-negeri Muslim justru terjebak oleh standar informasi yang mereka sampaikan. Menjadikan apa yang mereka bawa sebagai sudut pandang dan rujukan dalam tiap kebijakan.

Illusi Internet Layak Anak

Indonesia sebagai negeri dengan penduduk mayoritas Muslim nyatanya belum mampu mewujudkan Internet yang layak bagi anak. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menilai internet di Indonesia belum layak anak. Hal ini disebabkan masih adanya iklan rokok yang mudah diakses dan dilihat anak-anak.

Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Lenny N. Rosalin menyampaikan, “sebagai contoh, salah satu indikator Kabupaten/ Kota Layak Anak adalah tidak ada iklan, promosi dan sponsor rokok. Bila masih ada iklan rokok, berarti internet di Indonesia belum layak anak.” (Antaranews.com, 23/06/19)

Saat ini KPPPA sedang dalam proses mewujudkan internet layak anak. Bahkan dewan pers menyampaikan telah menerbitkan peraturan tentang Pedoman Pemberitaan Ramah Anak.

Anak-anak kaum Muslim berada dalam ancaman yang sungguh luar biasa dahsyatnya. Sebab, kemurnian pikiran mereka, yang mudah mengingat sesuatu namun minim informasi shahih, menjadikan mereka sasaran empuk bagi ide-ide sesat kafir barat. Maka sesungguhnya bahaya bagi anak bukan hanya iklan rokok semata. Namun konten-konten yang disampaikan dalam internet.

Oleh karena itu, internet layak anak adalah illusi semata, sebab negara masih mempertahan paradigma sekulerisme demokrasi. Sekulerisme menjadikan aturan negara harus terpisah dari agama, sehingga kehidupan tak boleh diatur menggunakan aturan agama. Demokrasi pun menjadikan suara mayoritas sebagai suara Tuhan, hingga menenggelamkan seruan Tuhan yang sesungguhnya.

Kedua hal tersebut (sekulerisme dan demokrasi) mengeliminasi aspek halal haram bagi kehidupan. Sehingga peran agama pun kian terpinggirkan dari kehidupan. Hal ini jelas makin mengacaukan tatanan kehidupan kaum muslim, terutama dalam hal ini adalah anak-anak yang rentan akan bahaya informasi sesat.

Islam Penyelamat Anak-anak Kaum Muslim

Anak-anak adalah tonggak bagi peradaban emas Islam. Lentera kejayaan Islam berada di genggaman mereka. Kemenangan Islam berada di atas bahu-bahu anak-anak kaum Muslim. Namun sungguh ironi, anak-anak kaum Muslim kian menjadi sasaran bagi kafir barat penjajah atas ide-ide mereka.

Sejatinya, internet adalah hal yang sangat penting dalam pencarian informasi. Namun monopoli informasi oleh pihak tertentu dan hanya diarahkan pada satu sudut pandang, menjadikan internet rawan untuk diakses tanpa pengawasan.

Maka daripada itu, suatu kedaruratan agar internet aman dari bahaya iklan-iklan tidak senonoh, membawa paham sipilis, porno, syirik dan lain sebagainya. Hal ini jelas kemustahilan terwujud di bawah naungan sekulerisasi. Hanya sistem islamlah satu-satunya sistem terbaik yang punya mekanisme komprehensif dalam penjagaan generasi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ

“Dijadikan indah pada pandangan (manusia) kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga). [Ali Imran:14].”

Kini sudah saatnya kita jaga anak-anak dan mengembalikan fitrah mereka sebagai suatu yang indah di pandangan. Selamatkan anak-anak kaum muslim dari bahaya internet yang tidak sesuai standar Islam dengan kembali menegakkah daulah khilafah islamiyah.[MO/vp]

Wallahu ‘alam bish-showab.

Posting Komentar