Oleh: Naurah Ahlam Putri
Mediaoposisi.com-Umat sampai saat ini mengalami situasi yang sangat rentan dan tidak aman akibat adanya invasi pemikiran, budaya, politik dan sistem Barat yang selalu menghantui pemikiran umat dan mengontrol tindakan serta yang menjadi polemik perilaku bangsa.

Penerapan sistem Barat atau lebih dikenal dengan sistem Kapitalisme yang secara tidak transparan dan terbungkus oleh yang namanya Demokrasi, dimana demokrasi ini telah cacat dari lahir hingga saat ini, bahkan semakin memburuk

Hal ini dapat diperkuat oleh adanya beberapa krisis yang melanda negeri ini mulai dari peningkatan tingkat kemiskinan, pengangguran, manajemen yang buruk dalam sektor ekonomi, infrastruktur, transportasi dan pendidikan, serta menjadikan dirinya sebagai kambing hitam dari yang namanya penjajahan.

Pemerintah demokrasi dari berbagai negara pengemban kapitalistik mencoba menipu rakyatnya dengan menampilkan dirinya sebagai pemerintah yang seolah-olah bersih dan pro rakyat, dan memainkan retorikanya melalui media-medianya untuk menghimbau masyarakat segera memberikan suara dalam pemilihan umum

Membuat janji-janji yang tinggi, memberikan pekerjaan disetiap rakyat. Namun, alih-alih memenuhi harapan dan hak serta aspirasi rakyat, justru penguasa ini secara brutal membungkam suara dan tuntutan rakyat.

Dengan demikian hal ini di perkuat oleh fenomena yang baru-baru terjadi dimana dunia Muslim di suguhkan fakta akan sikap represifisme yang kejam yang dilakukan oleh para penguasa. 

Rezim diktator ini pada umatnya, dan umat sendiri setelah mengetahui hal itu gigih untuk melalukan pembebasan diri dari kondisi kebobrokan ini, dan berusaha mengguncangkan kursi-kursi para penguasa yang zalim melalui perjuangan dan aksi-aksi nya untuk terpenuhi haknya sebagai bangsa dalam negara.

Tindakan umat tersebut merupakan sebuah tuntutan untuk perubahan sistem negara yang telah membuat penguasa ketakutan

Namun, tetap saja problematika ini tidak akan ada habisnya, apabila mereka terus bergerak melebihi kecepatan pergerakan rakyat dan terus berusaha menekankan pergerakan rakyat, membungkam suara rakyat dengan janji-janji palsu, atau bahkan melalui cara-cara yang licik seperti represifitas, penangkapan dan penindasan yang bersifat anarkis.

Dan lebih-lebih menyakitkan lagi ketika tradisi politik di Indonesia ini membuktikan bahwa uang dan kekuasaan lebih besar nilainya dan lebih penting daripada mensejahterahkan rakyat

Hal ini menyebabkan standar kehidupan dunia Muslim memburuk secara perlahan, karena umat menyadari bahwa mereka tidak dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang tentu saja pemiliknya adalah para pemilik modal (uang).

Akibatnya semakin meningginya tingkat kemiskinan dalam negara, kaum muda tenggelam dalam pengangguran, dan mungkin saja banyak yang beralih ke kecanduan dan bunuh diri akibat tidak dapat mengatasi frustasi dalam masalah tersebut.

Begitulah penguasa agen-agen Barat yang telah memainkan perannya dengan teliti untuk menekan semangat revolusi hakikat umat dan mengontrol pemikiran serta tindakan umat melalui retorikannya. Dengaa begitu telah jelas negara induk kapitalisme yakni Amerika Serikat menangani rezim-rezim ini seperti “melatih harimaunya”.

Islam Sebagai Solusi dari Penerapan Sistem yang Salah

Hal pertama yang harus ditekankan, bahwa umat perlu menyadari setiap detik mereka adalah waktu yang tepat untuk mengenali aktor-aktor dalam ancaman penerapan sistem nya, dan umat haruslah mampu menuntut mereka untuk berhenti mewarnai pemikiran dan emosi kaum Muslim, dan kaum Muslim harus segera menolak untuk dibodohi oleh para pemimpin dalam sistem palsu saat ini.

Kedua, umat Muslim harus bangkit dan berdiri bersama identitas Islam mereka yang bersinar, melawan narasi imperialis dan antek-antek nya, serta bersiap untuk mencegah invasi baik berupa fisik maupun non-fisik lebih lanjut di negeri-negeri Muslim untuk mendapatkan kembali hak-hak yang diambil paksa oleh penjajah (agen Barat/Kapitalis).

Tetapi ini hanya mungkin jika kita memiliki perisai yang menerapkan syariah secara kaffah (Menyeluruh) untuk melindungi dan membebaskan umat dari belenggu penjajahan modern

Memiliki seorang pemimpin yang adil, yang berdiri di atas negara, yang menerapkan syariah, yang tentu saja akan menghancurkan kepentingan penjajah dari keserakahannya untuk merusak kehidupan dan akidah kaum Muslim serta ajarannya.

Lalu Bagaimana Caranya?

Yaitu dengan menggunakan metode pengangkatan penguasa yang adil dari sistem yang ditentukan oleh wahyu, yang memisahkan hak-hak dasar seperti pangan, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, dan keamanan agar terpenuhinya hak-hak seluruh warga negara.

Dan cara ini hanya bisa ditempuh apabila ketakutan dari umat terlebih dahulu di lenyapkan, dan menyatukan kekuatan umat dalam bingkai perjuangan untuk menolak kepemimpinan penguasa yang zalim serta fokus terhadap tujuan akhir yaitu membangun kembali peradaban yang mulia dan cemerlang berdasarkan tuntutan wahyu, yang merupakan satu-satunya jalan menuju pembebasan.

Maka bangkit dan bersatulah dalam satu tuntutan untuk menghapus sistem yang merusak ini, dan bergeraklah dalam bingkai perjuangan, melawan perang pemikiran, fisik, intelektual dan politik untuk membangun kembali tegaknya hukum-hukum Allah, serta melanjutkan kembali kehidupan yang Islami.[MO/ad]

Posting Komentar