Oleh : Nita Nopiana, Pendidik Generasi Muslim

Mediaoposisi.com-PEMUDA adalah penerus bangsa dan tonggak perubahan. Sederet kata tentang pemuda yang seringkali kita dengar dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut KBBI pemuda adalah seorang laki-laki atau perempuan yang sudah mencapai tahap dewasa. Pemuda adalah individu yang mencapai tahap progresif dan dinamis. Idealisme tinggi, semangat bergelora, produktif, inovatif, prestatif, dan memiliki kekuatan fisik dan mental yang prima.

Lain dulu lain sekarang, pemuda sekarang berbeda. Kini faktanya pemuda seperti kehilangan identitas dan jati diri mereka. Terombang-ambing dengan arus hedonis dan permisif. Lebih banyak mencontoh pergaulan kekinian yang kebablasan. Lebih bangga dengan idola artis kekinian. Pemuda tak lagi sebagai tonggak perubahan tapi justru menjadi lumbung kerusakan.

Sederet fakta yang bisa kita saksikan atas rusaknya generasi kita, seperti pergaulan bebas, narkoba, hedonis,tawuran dsb. Apalagi media saat ini dengan mudahnya beralih fungsi sebagai alat penghancur generasi remaja. Seperti film “dua garis biru” yang menjadi kontroversi ditengah –tengah masyarakat. Menyusul film-film sebelumnya  seperti, Dilan, kucumbu tubuh indahku,dan film film yang sejenis.

Bahkan dikatakan Film Dua Garis Biru sudah meraih lebih dari satu juta penonton dalam enam hari penayangan perdananya sejak Kamis lalu(11/7/2019). Hal itu disampaikan langsung oleh sutradara sekaligus penulis film Gina S. Noer melalui akun Twitternya. Dua Garis Biru menceritakan kisah cinta sepasang anak muda, yakni Dara yang diperankan Zara JKT48 dan Bima yang diperankan Angga Yunanda.

Kisah percintaan yang dipenuhi dengan tawa, canda serta romansa anak sekolahan ini didukung keluarga serta teman-teman terdekat mereka. Namun, kegembiraan itu kemudian hilang seketika, digantikan oleh rasa takut serta bingung ketika Dara hamil. Semua dukungan yang mereka dapatkan dari keluarga dan teman turut menghilang.  (CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019)

Film tersebut mempertontonkan bagaimana kenakalan remaja di usia yang dimana mereka di tanamkan rasa penasaran terhadap sesuatu yang tidak seharusnya mereka lakukan. Sehingga hasil dari rasa penasaran itu pada akhirnya terjadilah kenakalan remaja yang berdampak negatif bukan hanya pada individu melainkan keluarga dan sekolah.

Kasus seperti ini sudah sering terjadi, penayangan film-film yang seharusnya mampu mendidik kaum muda, malah menyajikan film/tontonan yang merusak pemikiran, dengan mempertontonkan sesuatu yang tidak semestinya tidak terjadi, dan melanggar aturan pemenuhan naluri individu. 

Diusia remaja sangat tertarik dengan film/tontonan yang sesuai dengan usia mereka, tanpa mereka pikirkan pengaruh tontonan mereka terhadap tingkah laku mereka nantinya. Karena dalam masa remaja mereka masih mempunyai pemikiran yang labil dan belum benar-benar bisa memilah antara hal yang baik dan yang buruk dan apa yang kita lihat dan tonton secara terus menerus maka itu akan mempengaruhi pola tingkah laku setiap individu.

Liberalisasi, Pangkal Kerusakan
Di usia remaja sekarang itu, sangat tertarik dengan film/tontonan yang sesuai dengan usia mereka, tanpa mereka pikirkan pengaruh tontonan mereka terhadap tingkah laku mereka nantinya. Karena dalam masa remaja mereka masih mempunyai pemikiran yang labil dan belum benar-benar bisa memilah antara hal yang baik dan yang buruk dan apa yang kita lihat dan tonton secara terus menerus maka itu akan mempengaruhi pola tingkah laku setiap individu.

Pemerintah seharusnya bersikap tegas, membuat aturan yang memberikan efek jera, yang sifatnya tidak sementara dan lemah, tidak hanya memberikan petisi, lalu kemudian penayangan film masih tetap di lanjutkan. Sebab jika demikian para pembuat film akan tetap membuat film yang semisal sebab tidak ada aturan yang melarang secara tegas untuk pembuatan film yang merusak kaum muda Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah sebagai penegak hukum harus tegas memberikan hukuman terhadap pembuat film dan yang menayangkan film yang mampu menyesatkan atau merusak generasi muda. Dan untuk menerapkan hukum yang tegas dan adil tidak dapat terealisasikan dalam sistem demokrasi sebab sistem hari ini lahir dari ideologi kapitalisme, yang menilai semuanya dari materi. Maksudnya selama aturan yang dibuat Pemerintah menguntungkan bagi para pembuat hukum maka akan tetap seperti itu aturannya, meskipun dengan aturan tersebut banyak pihak di rugikan oleh aturan tersebut, terutama masyarakat kecil, masyarakat awam.

Islam Menjaga Remaja, Terbukti!
Masa Remaja adalah masa dimana seseorang mulai bisa beridola, yakni mulai bisa tertarik akan sesuatu yang telah ada di dalam fikirannya. Sehingga kaum muda terkadang lebih condong meniru tentang apa yang sedang trend atau sedang mengglobal. Namun, terkadang hal yang ditiru kurang tepat karena bertentangan dengan aturan, kebiasaan yang dilakukan,adat istiadat,serta aturan agama sehingga akan menimbulkan sebuah kerusakan moral. Karena masa remaja ialah masa dimana manusia menjadi labil. 

Semestinya media massa seperti film menjadi alat pendukung pembinaan generasi berkualitas, bukan sebaliknya menjadi sangat kontradiktif. Di bawah kepemimpinan yang sekuler saat ini, masyarakat dibiarkan bertarung sendiri menghadapi berbagai kerusakan, sementara Negara terlihat berlepas tangan. Masyarakat yang miskin iman pun diterjunkan untuk berperang melawan bombardir virus nilai-nilai yang merusak dan sajian intensif media yang mendorong kemaksiatan.

Padahal dalam islam ketika kita menggunakan media massa seperti film akan menyelaraskan pembinaan generasi sesuai dengan tujuannya, karena media massa merupakan media komunikasi yang berfungsi dalam menciptakan sebuah opini publik yang kemudian menjadi opini umum.  Berisi konten yang mendidik, berisi hal hal yang bisa meningkatkan ketakwaan dan memberikan gambaran kepada masyarakat bagaimana kehidupan bernegara yang baik dan lain sebagainya.

Maka, Kondisi kerusakan seperti saat ini tentu harus menjadi perhatian yang serius bagi kita semua, baik itu orang tua, masyarakat maupun negara. Kita tidak rela jika suatu saat nanti kita akan dipimpin oleh generasi yang rusak secara akhlak.  Dengan melawan arus liberalisasi, itulah upaya yang harus dibangun bersama untuk menyelamatkan generasi bangsa dengan mengambil islam secara keseluruhan sebagai satu-satunya solusi yang mengatur kita didalam kehidupan.

Dalam Islam mulai dari kecil hingga remaja memang kaum muda harus di tanamkan akidah yang benar yakni Islam, Pendidikan agama merupakan pondasi utama. Dengan memberikan pondasi agama yang kuat, memberikan pemahaman-pemahaman yang berlandaskan Islam serta ada peran keluarga dalam mengontrol setiap anak, memberikan pendidikan dini tentang tujuan manusia diciptakan yakni beribadah. Sehingga dengan begitu setiap individu bisa dipastikan tidak akan terjadi lagi penurunan moral remaja sehingga remaja mempunyai kualitas hidup yang lebih baik. Dan semuanya itu tidak terlepas dari masyakat dan negara yang harus hadir memberikan kebijakan-kebijakan yang bersifat menyeleluruh yang tentunya bisa menghasilkan pelajar yang terbaik dan tentunya kebijakan  tersebut sesuai dengan fitrah manusia.

Dalam sejarah selama kurun waktu penerapan Islam. Islam mampu mencetak generasi-generasi remaja rabbani yang bertingkah laku sesuai dengan Islam, serta mampu menjadi pemimpin perubahan di tengah-tengah umat. Kita bisa melihat sosok remaja Mus’ab bin Umair serta Muhammad Al-Fatih penakluk konstantinopel. Di usia belia mereka dihabiskan untuk berjuang di jalan Allah, menebar manfaat bagi Islam dan masyarakat serta mereka hadir menjadi remaja pemimpin umat di usia belia, dengan ketakwaan dan keimanan yang tinggi serta mampu menjadi teladan sepanjang masa. 

Maka dengan penerapan Islam secara komprehensif kita akan mampu melahirkan generasi hebat layaknya Mus’ab bin Umair dan Muhammad Al-Fatih yang akan menjadi oase di era modern seperti sekarang. 

Maka dengan penerapan Islam secara kaffah akan melindungi generasi dari kerusakan media dan pergaulan bebas secara komprehensif. Peradaban Islam akan melahirkan generasi yang berkualitas, generasi yang sholeh dan sholehah, bertaqwa, penyejuk bagi orang tua, pengemban dakwah yang cerdas dan intelektual dan menjadi pemimpin umat terbaik.

Alhasil, Islam adalah agama yang komprehensif memberikan solusi secara sempurna dan menyeluruh dalam setiap problem kehidupan termasuk dalam hal menyelesaikan kriminalitas remaja. Sehingga solusi tuntas dari segala problematika remaja dan masyarakat secara umum adalah penerapan sistem Islam, yakni membuat aturan sesuai dengan aturan sang pencipta dalam naungan Khilafah Islamiyyah. Wallahu a’lam.[MO/sg]

Posting Komentar