oleh: Siti Nurhayati (Aktivis Muslimah Jakarta Utara)

Mediaoposisi.com-Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto wajib disyukuri. Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo hari ini terjadi di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Jakarta. Dikutip dari (Republika.co.id).

Baginya, pertemuan pada Sabtu (13/7) pagi tadi adalah pertemuan antarsahabat. Jokowi pun berharap momentun pertemuan dirinya dengan Prabowo hari ini bisa ikut merajut kembali persatuan Bangsa Indonesia.

"Jadi kalau kita kadang-kadang bersaing, kadang-kadang saling mengritik itu tuntutan politik dan demokrasi," ujar Prabowo saat memberikan keterangan bersama Presiden Joko Widodo di stasiun MRT Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019). (Kompas.com).

Pendiri Kantor Hukum Lokataru Hariz Azhar tak melihat rekonsiliasi konkret dalam pertemuan dua kontestan pemilihan presiden tersebut. “Tidak terlihat yang menjadi obyek rekonsiliasinya, apa keterbelahan masyarakat? Ini tidak mungkin dibicarakan dalam pertemuan yang singkat di MRT tadi,” kata dia dalam diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 13 Juli 2019. (Tempo.co)

Demokrasi berasal dari bahasa yunani. Demos yang artinya Rakyat, dan Kratos artinya Pemerintahan. Sehingga Demokrasi dapat diartikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Demokrasi adalah buah ide dari sekulerisme. Sekulerisme ini memiliki ide pemikirin untuk memisahkan agama dari kehidupan dan negara. 

Mari perhatikan dengan seksama apakah arti dari "Demokrasi" yang sesungguhnya tadi ada pada rakyat? Jawabannya tentu tidak!! Pada pemerintahan saat ini Demokrasi bukan di tangan rakyat, melainkan ada di tangan para pemilik modal. Mereka menipu rakyat seolah-olah kedaulatan ada di tangan rakyat. Jadi, jika terjadi adanya perubahan itu bukan dilandasi dengan kedaulatan rakyat, demokrasi tidak akan pernah memberikan hal itu. Yang berdaulat dan berkuasa dalam demokrasi adalah orang-orang yang memiliki modal besar. 

Demokrasi di tengah-tengah kehidupan masyarakat itu bagaikan Topeng di dalam kehidupan. Hakekatnya Demokrasi akan selalu jadi topeng kerakusan kekuasaan saat ini. 

Saling berebut kekuasaan yang tidak ada habisnya. Kemarin lawan, saat ini sudah menjadi kawan. Hanya demi keuntungan pribadi dan golongan, mereka mampu melakukan apa saja. Bahkan mereka membuat gerakan menyingkirkan anti demokrasi.

Demokrasi juga melahirkan jual beli antara jabatan dan kekuasaan. Sehingga ketika berkuasa ia menjadi monster nyata berbentuk manusia yang sangat buas, memeras rakyat bahkan merampok uang negara. 

Setelah ia berkuasa bahkan hukum pun berpihak kepadanya. Yang berkuasa selalu di lindungi. Rakyat biasa jika berbuat anarkis langsung ditindaklanjuti diberi hukuman sampai mati bahkan dipenjara.

Berbeda halnya jika salah satu keluarganya yang bersangkutan dengan orang yang berkuasa atau orang yang memiliki modal besar. Pastinya hukuman bahkan penjara pun tidak berlaku terhadap mereka! Miris memang melihat fakta yang sering terjadi di sekeliling kita saat ini. Tanpa ada rasa malu bahkan rasa bersalah pun tidak ada!

Seperti inilah kehidupan masyarakat jika dipisahkan dari agama, bobroknya sistem demokrasi hanya bisa diberantas dengan sistem Islam.

Begitulah kira-kira gambaran sistem demokrasi bagi kehidupan masyarakat, yang sudah jelas bertentangan dengan Islam.

Berbeda halnya jika kita menerapkan aturan Islam. Negara sebagai Khilafah yang sempurna. Menerapkannya secara pari purna dari urusan negara bahkan sampai ke urusan rakyatnya. Menciptakan kesejahteraan dan kebahagian yg sesungguhnya, serta mencegah segala bentuk ancaman, kejahatan dan hal lainnya guna untuk melindungi semua Rakyatnya.

Stop Berjuang dijalur Demokrasi! 

Tidak rindukah kita dengan Islam? Agama yang membawa kedamaian, menjaga kesejahteraan rakyatnya, melindungi ketakutan rakyatnya. Sungguh tidak akan pernah ada perubahan dalam negeri ini, jika negeri ini masih berdiri di kaki demokrasi. Institusi Islam satu-satunya jalan perubahan peradaban secara pari purna. 

Masih maukah berdiri di atas kaki demokrasi? Sedangkan realita kehancuran sudah terpapar jelas di depan mata. Tidak akan pernah ada yang bisa menuntaskan masalah kemunduran peradaban jika masih berdiri di atas demokrasi

Sebuah Institusi yang berdiri di atas kaki Islam. Yaitu bernama Khilafah. Satu-satunya cara untuk mengatasi segala problematika umat. Sudah sepatutnya seluruh kaum muslim menerapkan syariat Islam secara Keseluruhan. Maka dari itu mari bersama-sama berjuang untuk tegaknya suatu Negara yang mengemban Islam secara sempurna.

Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim. (Q.S. Al-Ma'idah:5:45)

Sudah menjadi suatu keharusan bagi seluruh umat untuk menolak sistem yang sedang diterapkan dinegeri ini, dimana sistem tersebut adalah gerbong kehancuran suatu negara. Maka dari itu cara yang pantas untuk mengubah sistem bathil yang tidak diridhai allah ini dengan cara mengganti sistemnya sesuai aturan Islam. Dan juga Pemimpin yang menerapkan aturan Islam. Mengakhiri sistem demokrasi yang sudah berjalan ± 90 tahun di Indonesia adalah kesadaran pemimpin akan tugas sebagai pelindung rakyat, serta rakyatnya yang senantian mengikuti aturan-aturan sesuai dengan Islam. 

Cukuplah Allah menyampaikan segala bentuk kerusakan dan kemungkaran yang terjadi di dunia ini, karena sudah terlalu jauhnya Isam dari sisi kehidupan manusia. Khilafah adalah solusi utama memberantas segala bentuk kemungkaran yang terjadi. Mengatasi tiap-tiap problema umatnya. Karena Khilafah adalah ajaran yang dibawa Rasulullah, yang sudah jelas sumbernya dari Allah ta'ala. 

Begitulah gambaran ketika Islam kembali ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Segala bentuk ancaman dan rasa ketakutan tidak akan ada lagi di setiap diri manusia. Karena apa? Sudah merasa Sejahtera, karena tegaknya sistem Islam yang disebut Khilafah. Pemimpin yg senantiasa turut serta menjaga Rakyatnya. Sudah waktunya bangkit dan berjuang demi tegaknya sistem Islam atau Khilafah.

because the Khilafah is the only bearer of the prosperity. Khilafah Yes, No Democracy! We Need Khilafah! [MO/sg]

Posting Komentar