Oleh: Septa Yunis
Mediaoposisi.com-Lagi, bendera tauhid menjadi perbincangan nasional. Kali ini terkait dikibarkannya bendera tauhid di salah satu Madrasah Aliyah Negeri di Sukabumi. Banyak pihak yang bereaksi atas hal ini, tak terkecuali Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin. 
Seperti yang dilansir Poskotanews.com (21/07/2019) Menteri Agama (Menag) Lukman Saifuddin turun tangan terkait pengibaran bendera tauhid di Madrasah Aliyah Negeri di Sukabumi. 
Kementerian Agama (Kemenag) menurunkan tim untuk mencari tahu kegiatan dalam gambar yang tersebar itu. “Sejak semalam sudah ada tim khusus dari Pusat yg ke lokasi untuk investigasi. Saat ini proses penanganan di lapangan masih sedang berlangsung,” kata Menag dalam akun pribadinya di Twitter, @lukmansaifuddin, Minggu (21/7/2019).
Ada apa sebenarnya dibalik investasi yang dipakukan Kemenag terkait pengibaran bendera tauhid? Ini sudah termasuk mendiskreditkan Islam, pasalnya bendera tauhid adalah salah satu simbol islam, namun di negeri ini bendera tersebut dilambangkan sebagai paham radikal, intoleran dan anti pancasila.
Apakah masuk akal anggapan semacam itu? Atau sebenarnya negeri ini sudah anti dengan Islam? Maka dari itu para penguasanya berusaha mendiskreditkan simbol-simbol Islam. 
Perlu dimengerti, kebencian terhadap bendera tauhid adalah secuil bukti jika rezim ini adalah rezim yang anti Islam. Dan ada ketakutan akan kebangkitan umat Islam. Setelah beberapa kali terjadi persekusi ulama, pembubaran pengajian, bahkan penghadangan dakwah melalui pembubaran ormas islam yang berusaha mendakwahkan Islam kaffah.
Bendera tauhid bukan ancaman, bukan pula simbol radikal maupun teroris yang beberapa lalu digembor-gemborkan Abu Janda. Akan tetapi bendera tauhid adalah simbol Islam. Yang berwarna hitam adalah Panjinya Rasulullah, sedangkan yang berwarna putih adalah bendera kenegaraan.
Dari Ibnu ‘Abbas ra dituturkan bahwasanya ia berkata:
 “Raayahnya (panji) Rasul saw berwarna hitam, sedangkan benderanya (liwa’nya) berwarna putih”.
Dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwasanya ia berkata:
 “Panji Nabi saw terbuat dari beludru berwarna hitam, dan berada di tangan ‘Aisyah ra; sedangkan liwa’nya berwarna putih”.


Ketakutan terhadap bendera tauhid adalah ketakutan yang dibuat-buat untuk mengelabuhi umat islam dan akhirnya umat islam dijauhkan dari simbol-simbol agamanya sendiri.
Sebenarnya yang paling harus ditakutkan umat islam adalah ideologi kapitalisme yang sudah berhasil merongrong negeri ini. Negara- negara imperialis sudah berhasil menguasai hampir seluruh kekayaan Indonesia.
Dan sudah bisa kita indera akibat penerapan kapitalisme ini, kemiskinan merajalela, pengangguran semakin menggunung, serta menjadi surganya para koruptor. Inilah sesungguhnya ancaman sejati Indonesia yang harus diwaspadai dan harus dihentikan.[MO/sg]

Posting Komentar