oleh : Restiana
(Komunitas Mahasiswi Jambi Menulis)

Mediaoposisi.com-"Pak Menag @lukmansaifuddin mohon segera diklarifikasi tentang penggunaan atribut bendera ini yang kabarnya berada di MAN 1 Sukabumi. Seharusnya Madrasah, apalagi yang dikelola @Kemenag_RI harus mengedepankan semangat NKRI daripada penggunaan bendera yang identik dengan organisasi yang terlarang," cuit Ace.

"Sejak semalam sudah ada tim khusus dari pusat yang ke lokasi untuk investigasi," kata Lukman lewat Twitter, Minggu (21/7/2019).  



Di media sosial, beredar foto siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) mengibarkan bendera bertuliskan tauhid di sekolah. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, melakukan investigasi.
Foto itu disorot oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily. Komisi VIII DPR membidangi bidang keagamaan dan bermitra dengan Menteri Agama. Ace langsung mention Menag Lukman di cuitannya.
Cuitan Ace itu ditanggapi langsung oleh Menag Lukman. Kemenag telah menerjunkan tim ke MAN tersebut untuk mendapatkan penjelasan. 
Ada anak didik, di MAN 1 Sukabumi membentangkan atau mengibarkan bendera tauhid langsung di investigasi oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dan sangat serius megusut hal ini.
Bisa jadi anak didik di MAN 1 Sukabumi mengibarkan bendera tersebut karena kecintaannya kepada kalimat tauhid. Pejabat lagaknya yang paling menjaga NKRI, langsung menyorot dan menyudutkan anak didik MAN 1 yang katanya bendera itu milik organisasi terlarang. 
Padahal, anak didik ini hanya berfoto mengibarkan bendera yang berlafadzkan Lailahaillallah Muhammadurrasulullah. Bukan sedang tawuran, bukan membully guru, bukan sedang seks bebas, bukan sedang nyabu, bukan gay atau pelaku LGBT.
Bendera Tauhid dikhawatirkan tetapi Bendera Pelangi dibiarkan. Bukan hanya bendera pelangi yang dibiarkan. Pelaku LGBT pun mendapatkan pengakuan dari Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. 
Anggota DPR dari Golkar, Ace Hasan Syadzily. juga terlalu mengkhawatirkan foto tersebut. Yang katanya harus lebih mengedepankan NKRI. Kekhawatiran nya ini seharusnya dialamatkan kepada kader nya yang banyak tersandung kasus korupsi.
Menolak lupa bahwa Golkar resmi menjadi partai penyumbang koruptor paling fenomenal, Ketum dan Sekjen terkena kasus korupsi. Ah, itu baru dari Golkar belum yang lainnya.  
Lanjut, dari Partai yang paling banyak koruptor, langsung saja lirik Menag. Bukannya Menag ini juga kena kasus jual beli jabatan.
Katanya sedang enak menikmati duit bisyaroh? Duit rujakan? dekat dengan Romi yang konon katanya sahabat Jokowi? kok jadi mengurusi bocah yang sedang cinta kepada kalimat tauhid sih? Menag sendiri, menurut  Maman PKB, Lukman gagal ngurusi Kemenag. Parkir saja susah. 
Ah sudahlah Pak Menag fokus kesini saja dulu, amankan kursi  Menag dari Rongrongan Maman PKB dan perbaiki internal partai agar tak meraup uang rakyat. Urusan besar dikecilkan, urusan yang bukan masalah dipermasalahkan.
Penguasa itu seharusnya melindungi dan melayani rakyat, tapi malah memalak dan meneror rakyat. Bukankah berat tanggung jawab penguasa di hadapan Allah SWT tatkala tak menjadikan hukum syara sebagai standar perbuatan?
Dan harus difahami, kebencian pada simbol Islam, khususnya bendera tauhid itu adalah akibat dari penolakan terhadap hukum Khilafah. Dan siapapun yang menolak simbol-simbol Islam karena kebenciannya terhadap Khilafah yang membenci bisa dipastikan ada masalah dalam akidah dan keyakinannya.
Apalagi bendera ini dinyatakan dalam nas: Dari Ibnu ‘Abbas ra dituturkan bahwasanya ia berkata: Raayahnya (panji) Rasul saw berwarna hitam, sedangkan benderanya (liwa’nya) berwarna putih”. Fal ‘iyadzu bilLah. [MO/sg]

Posting Komentar