Oleh : Khaulah Al-Azwar

Mediaoposisi.com- Perpolitikan demokrasi tak jauh dari sebuah konspirasi antar individu dan kelompok. Rakyat berusaha di bungkam dengan menerima rekonsiliasi. Namun keadaan semakin kacau dan pelik. Di sisi lain partai-partai menarik para pengusaha yang menduduki jabatan Negara untuk menyiapkan pion-pion yang maju di tahun 2024.

Wahai Ummat…

Apakah kau sadar jika “Mereka” yang mengatasnamakan perwakilan rakyat dan mau mengurusi rakyat justru menikammu dari belakang. Rakyat di buat untuk tidak memahami realita yang ada dan meredam massa yang menggelorakan kebenaran.

Apakah engkau masih mengharapkan pada rezim ini ?

Apakah engkau masih mengharapkan di sistem ini ?

Apakah engkau masih mengharapkan perubahan terjadi di rezim dan sistem ini ?

Saya katakan tidak bisa saudaraku.

Dulu saya dan orang-orang pernah berharap bahwa perubahan itu bisa terwujud dengan pergantian Presiden dan kabinet-kabinetnya. Harapan itu tergantungkan pada sistem sebagai poros segala aturan. Namun kini semua itu sirna, karena tidak ada yang bisa di harapkan dengan semua itu.

Tulisan ini mewakili kekecewaan saya dan orang-orang yang terdzalimi kepada Rezim Tirani dan Sistem yang di berlakukan. Kekecewaan yang kami rasakan bukan tanpa sebab, silahkan saudara-saudara melihat realita dengan jeli. Saya yakin kalian semua pasti merasakan kekecewaan yang mendalam atas Rezim dan Sistem ini.

Mungkin kalian bisa menyangkal tulisan ini. Namun buka mata anda dan berfikirlah sejenak tanpa ada ego. Kesusahan hidup faktanya memang kita rasakan, kesusahan itu ada di segala aspek. Persoalannya bukan terletak pada bagaimana seorang  kepala rumah tangga menghidupi keluarganya.

Persoalan itu bermuara pada aturan main yang ada di Negara, karena segala kebijakan bisa di sahkan dari kedudukan yang di dapatkan. Coba amati apakah persoalan masyarakat bahkan sampai tataran keluarga terselesaikan ? Negara tidak pernah mengontrol seluruh lini dengan detail.

Pengontrolan yang di lakukan Negara hanya sebatas formalitas namun tidak mendetail. Sampai detik ini kesusahan hidup belum terselesaikan. Cobalah kita lihat bukan pada hidup kita saja, melainkan kehidupan saudara-saudara kita di luar sana.

Ke manakah Negara  ? Ke manakah para penguasa ? Siapa yang akan bertanggung jawab dengan keadaan ini ?

Siapa yang menguasai perpolitikan maka akan bisa mengendalikan segalanya. Namun siapa yang gagal dalam menduduki kursi kekuasaan maka ia pun akan menarik para pengusaha lain untuk mempermainkan politik ke depan.

Faktanya semua memperebutkan kekuasaan namun apakah “Mereka” memperhatikan bagaimana nasib rakyatnya ? Saya rasa “Mereka” tidak perduli. “Mereka” hanya peduli pada tujuan mereka. Kepedulian yang di tampakkan di depan khalayak hanya sebatas formalitas agar rakyat tetap di lenakan.

Saya yakin jika kalian melihat keadaan umat yang terpuruk ini kalian akan berujar seperti saya. Tulisan ini saya tujukan kepada umat agar kalian sadar dan tidak di lenakan lagi. Kalian itu mutiara umat yang akan menorehkan kegemilangan di masa depan.

Harapan pada Rezim dan Sistem ini sudah sirna saudaraku.

Kini tumpuanku hanya kepada Rabbku, Allah.

Ketundukan kepada-Nya mampu menggerahkan tulisan ini sampai kepada kalian semua. Saya tidak ingin generasi di masa depan akan merasakan kekecewaan yang mendalam dengan mengharap pada Rezim dan Sistem ini.

Sekarang menjadi pilihanmu, masihkah mengharap pada Rezim dan Sistem ini ?

Masihkah berdiam diri dan menjadi penonton saja ?

Saatnya bangkit saudaraku !! [MO/ra]

Posting Komentar