Oleh : Rizkya Amaroddini

Mediaoposisi.com-  Pertemuan yang membuat kontroversi dalam ranah public terkait pertemuan Jokowi-Prabowo membuat masyarakat naik darah dan terpukau. Pemilu kali ini tidak hanya berhenti pada keputusan KPU saja. Namun pemilu kian memanas dengan pengajuan kepada MK sampai menginginkan bala bantuan dari Peradilan Internasional.

Bukan hal biasa jika perpolitikan hanya di warnai kecurangan dan terjadinya konspirasi bagi penguasa yang akan menduduki Negara Indonesia. “ Mereka “ akan menghalalkan segala cara demi mewujudkan kepentingan mereka. Bukan hanya kedudukan sebagai presiden saja melainkan penempatan-penempatan seluruh cabinet Menteri yang akan mengendalikan segala jaringan di Indonesia untuk  melancarkan kepentingan pribadi mereka.

Prediksi kehancuran Indonesia juga bukan main-main, banyak para intelektual yang mengatakan demikian. Dalam pertempuran pemilu 2019, prabowo memang melakukan kesalahan yakni mengajukan gugatan kepada MK hingga ranah Internasional.

Namun masyaakat sangat di kejutkan dengan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo di stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Seluruh media menayangkan bahwa hal itu wujud perdamaian antara 2 kudu yang di dukung dengan statement “ kebetulan memakai baju putih yang melambangkan sebuah perdamaian”.

Saya katakan semua itu BOHONG !!!

Kalau kita peduli dengan nasib Indonesia, apakah secara gampang kita menyatakan bahwa semua itu selesai. Saya merasa semua itu adalah settingan. Sudah jelas ia menginginkan ada pengakuan dari lawan jika ia telah sah menjabat menjadi Presiden, dengan membuat situasi yang seolah-olah hal itu adalah kebetulan. Namun faktanya adalah sebuah  rancangan yang telah di persiapkan sebelum pertemuan.

Wahai Saudaraku…

Apakah kalian memahami langkah apa yang ingin di tuju oleh Rezin Anti-Islam ini untuk kedepan ?

Akankah kalian tertipu dan kalah oleh konspirasi ini ?

Apakah kalian sadar, Jika yang menjadi korban adalah kalian ?

Sedikit demi sedikit “Mereka” mengendalikan opini di ranah Nasional, untuk mengalihkan isu dan menggencarkan rancangan yang selama ini ingin mewujudkan kepentingan pribadi “Mereka”.

Tulisan ini bukan semata-mata untuk mencuci otak para pembaca, Namun penulis menyadari bahwa akan ada kehancuran kedepan yang belum di sadari oleh semua orang.

Sudah cukup kalian berleha-leha saudaraku, mau menunggu sampai kapan lagi ?

Kehancuran sudah di depan mata, cukupkah jika kalian hanya menjadi penonton tanpa melakukan perjuangan ?

Ironisnya, justru pemuda saat ini sangat apatis. Mereka sibuk dengan urusan pribadi masing-masing tanpa mau peduli dengan nasib Indonesia. Saya justru yakin bahwa mereka yang menggaungkan “ NKRI Harga Mati ” bisa bangkit jika ada yang  akan mengancam dirinya sendiri atau bisa jadi akan mengancam  kepentingan “Mereka”.

Atau bisa jadi mereka yang meneriakkan hal demikian termasuk pendukung terjadinya kerusakan ini melalui dukungan suksesnya konspirasi yang telah di rancang. Sungguh miris, di saat “Kebenaran” di sampaikan justru banyak yang menikam kita semua.

Saya camkan kepada kalian Para Penghianat bahwa kejahatan yang kalian poles tidak akan bisa bertahan secara lama. Waktu yang akan membuktikan.

Dan perlu kalian tau, “Kebenaran” akan selalu menang. Karena hakikatnya yang hak dan bathil tidak bisa di persatukan layaknya minyak dan air. Dan yang paling terpenting adalah “Cahaya Kebangkitan telah Nampak”, dan kalian para penghianat tak perlu risau karena masih banyak jiwa-jiwa muda yang akan berjuang menjemput kemenangan itu layaknya Muhammad Al-Fatih yang mewujudkan bisyarah Rasulullah SAW.

Cukup kalian merancang segala konspirasi, namun akhir dari ini Kebenaran lah yang akan menang. Dan tentu kalian yang merancang atau mendukung konspirasi akan bertekuk lutut di depan “Kebenaran”. Salam Kebangkitan Saudaraku [MO/ra]

Posting Komentar