Oleh : Sugal
(Indonesian political monitors)

Kecenderungan Demokrasi dimanapun dia berada adalah menciptakan kedaruratan-kedaruratan bahkan membuat darurat politik seolah darurat bencana sehingga dalam kasus hari ini diskussi dengan HTI pun dilarang

Mediaoposisi.com-Seorang seniman bernama Sudjiwo Tejo memberikan statemen yang menarik pada saat acara ILC tadi malam (2 /7/19)

Di saat akhir kalimat Sudjiwo bercerita tentang kecenderungan-kecenderungan Demokrasi yang berbahaya dan terjadi dimanapun dia berada yaitu menciptakan kedaruratan.

"Sekarang ada tren di dunia, kecenderungan demokrasi dimanapun sekarang adalah memanfaatkan rasa kedaruratan, Jadi prinsipnya demokrasi itu menggantikan rezim-rezim totaliter, tirani-tirani, ketika tirani itu dirontokkan, tahta itu sebetulnya masih belum diduduki people, kira-kira begitu, belum diduduki rakyat" Tegas Sudjiwo Tejo di ILC (2/7/190

Sujiwo bahkan menyampaikan bahwa larangan diskusi dengan HTI adalah adalah bagian dari kedaruratan yang diciptakan rezim dan itu berbahaya.

"Dan tahta itu yang dimasuki pemerintah dan atas nama itu pemerintahkan darurat, darurat intelektual HTI tidak boleh. Kenapa tidak dibuka diskusi saja?" Ujar Sujiwo Tejo

"Marzuki darusman mengatakan Rezim Demokrasi cenderung menerapkan kedaruratan, kedaruratan, kedaruratan. Bahkan menangani darurat politik sama dengan menangani darurat bencana, yaitu orang-orang tidak boleh digarong pikirannya, orang-orang tidak boleh diskussi sama HTI, tidak boleh diskussi sama eks ini eks itu karena takut digarong pikirannya dan itu membahayakan. Lanjutnya[MO/S]

Posting Komentar