Siti Masliha, S.Pd,
(Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Mediaoposisi.com-  Dena Rachman mengikuti pagelaran New York Pride 2019. Foto-foto momen tersebut dibagikan melalui Instagram pribadinya, Rabu (4/7/2019). Dalam sebuah foto, Dena Rachman tampak membawa bendera Indonesia. Pelaku transgender itu pun berjalan bersama beberapa orang yang mengenakan pakaian adat Bali.
Untuk diketahui, New York Pride merupakan ajang untuk merayakan komunitas LGBT setiap tahunnya. Dalam acara tersebut, Dena Rachman hadir bersama Kelompok Satu Pelangi, sebuah organisasi nonprofit yang merangkul komunitas LGBTQ Indonesia di Amerika Serikat. (Suara.com)
Penyebaran kaum LGBT di dunia dari hari ke hari semakin menyesakkan dada. Kaum LGBT berjuang keras untuk mendapat pengakuan dari dunia. Mereka berusaha berdiri di depan publik untuk menunjukkan eksistensinya.
Mereka beranggapan meski mereka punya kelain orentasi seksual mereka masih bisa berprestasi atau berkontribusi positif di masyarakat. Sebagai contoh seorang atlet lesbian pertama di India, Dutee Chand. Pelari cepat berusia 23 tahun ini secara terang-terangan mengakui hubungan sesama jenis.
Chand mengungkapkan bahwa “belahan hatinya” adalah perempuan berusia 19  tahun di desanya. Chand dipuji oleh aktivis hak LGBT India Harish Iyer, karena Chand secara terang-terangan mengaku hubungan sesame jenisnya. Menurut Harish, Chand telah membuka jalan bagi atlet gay lainya. 
Lain Chand lain juga Tanwarin. Tanwarin adalah salah satu anggota parlemen di Taiwan dari kaum LGBT. Tanwari mencalonkan diri sebagai kandidat dari partai Future Forward, partai politik yang baru berusia setahun. Media sempat menilai partai yang menjunjung Tanwarin memiliki prospek yang cemerlang.
Tanwarin berniat  mewakili suara LBGT di parlemen karena manurutnya hak-hak LBGT belum terpenuhi dan masyarakat masih memandang LGBT sebagai sebagai suatu lelucon. Pemerintrah belum mampu memahami keberagaman gender sebagai sesuatu yang manusiawi, kata Tanwarin.
Pergerakan kaum LBGT di dunia ini sudah tidak terbendung lagi, berbagai upaya dilakukan namun upaya ini tidak membuahkan hasil yang signifikan. Hasilnya kaum LBGT semakin merebak di masyarakat. Merebaknya kaum LBGT ini disebabkan oleh:
Pertama, kampanye massif dan terorganisir dari kaum LBGT. Kaum LBGT melakukan kampanye yang sangat massif dan terornanisir untuk memperjuangkan hak-haknya di masyarakat. Mereka ingin mendapatkan pengukuan di masyarakat.
Mereka ingin menyampaikan ke masyarakat meski mereka punya kelainan orentasi seksual mereka bisa berpartisipasi di masyarakat dan bisa berprestari. Gerakan berskala global ini juga mengintai anak-anak sebagai sasaran untuk memperluas jumlah komunitas mereka. Bahkan, tidak sedikit yang menyasar anak-anak sebagai korban.
Kedua, sokongan dana yang besar dari PBB. Untuk mendukung komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender dan interseks (LGBTI), sebuah badan PBB, United Nations Development Programme (UNDP) menjalin kemitraan regional dengan Kedutaan Swedia di Bangkok, Thailand dan USAID. Dana sebesar US$ 8 juta (sekitar Rp 108 miliar) pun dikucurkan dengan fokus ke empat negara: Indonesia, China, Filipina dan Thailand.
"Inisiatif ini dimaksudkan untuk memajukan kesejahteraan komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender dan interseks (LGBTI), dan mengurangi ketimpangan dan marginalisasi atas dasar orientasi seksual dan identitas gender (SOGI)," demikian disampaikan UNDP di situs resminya.
Ketiga, dukungan dari PBB. Menurut Kepala Isu Global Kantor Komisioner HAM atau OHCHR, Charles Radcliffe, “Ini merupakan bentuk komitmen lembaga PBB dan seruan agar pemerintahan di seluruh dunia berbuat lebih banyak guna menangani kekerasan dan diskriminasi homofobik dan transfobik.”
SekJen PBB Ban Ki-moon memuji lembaga-lembaga PBB ini karena “berbicara dengan satu suara” mengenai isu kritis ini. Menurutnya, “PBB yang saya pimpin tak akan mundur dalam perang melawan diskriminasi. Kami tak akan berhenti melindungi kaum yang paling terpinggirkan dan rawan. Ini bukan hanya komitmen pribadi melainkan institusi.”
Keempat, adanya HAM (Hak Asasi Manusia). HAM menjelma sebagai Tuhan baru bagi kaum LBGT. Mereka berdalih bahwa mereka melakukan kebebasan atas Hak Asasi Manusia. Aturan Tuhan sudah tidak berlaku disini. Asal mereka suka maka mereka bebas mekukan apa saja termasuk orentasi seksual. Dari sinilah kaum LGBT semakin massif melakukan aksinya.
Berbagai upaya dilakukan oleh kaum pelangi (baca: LGBT) agar hak-haknya diakui oleh dunia dan mereka mendapat tempat di masyarakat. Mereka berusaha sekuat tenaga dan hasilnya cukup mencengangkan, pertumbuhan kaum pelagi semakin hari semakin meningkat. Dengan berkembangnya kaum pelangi ini maka akan semakin merebak penyakit (baca: HIV-AIDS) di masyarakat. 
Berharap pada kapitalis untuk memberantas kaum kaum pelangi hanya isapan jempol belaka. Dunia butuh sistem alternatif untuk pemberantasanan pergerakan kaum pelangi. Islam, ya itulah jawabannya. Islam adalah agama yang sempurna. Dalam Islam LGBT hukumnya adalah haram. Nabi dengan tegas melaknat para pelaku penyimpangan seksual ini. Terhadap kaum waria, yaitu pria yang menjadi wanita, Nabi dengan tegas menyatakan:
“Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai wanita, dan kaum wanita yang menyerupai pria” (HR. Bukhari, Adu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’I dan Ibnu Majjah dari Ibn Abbas)
Hadits ini tidak hanya berlaku untuk waria, tetapi perempuan yang menyerupai laki-laki. Tidak hanya itu, nabi pun melaknat kaum pria yang memakai pakaian wanita, dan wanita yang memakai pakaian pria (HR. Ahmad dan Abu Dawud). Tidak hanya melaknat, Nabi pun memerintahkan agar mereka diusir (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah).
Nash-nash ini menurut Imam Nawawi, menegaskan keharaman tindakan penyimpangan perilaku tersebut. Adapun tindakan penyimpangan seksual, seperti Gay dan Lesbian dengan tegas dilaknat Allah; “Allah melaknat siapa saja yang melakukan tindakan kaum Luth, sebanyak tiga kali” (HR. Ahmad dari Ibn Abbas).
Tidak hanya itu Nabi juga dengan tegas memerintahkan agar membunuh pelaku (HR. Ahmad dari Ibn Abbas). Kedua nas ini juga dengan tegas menunjukkan haramnya penyimpangan seksual tersebut. [MO/ra]

Posting Komentar