OleZulaika
Ibu rumah tangga dan Pegiat dakwah

Mediaoposisi.com-Orang yang menuduh Islam itu radikal, dia itu orang radikal. Islam bukan agama radikal, yang mengatakan Islam radikal, itu radikal. (KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Ponpes Modern Darussalam Gontor)

Foto siswa-siswi madrasah yang mengibarkan bendera bertuliskan tauhid bikin geger jagat maya. Foto yang dimaksud memperlihatkan sekelompok siswa berada di lapangan sekolah. Mereka mengibarkan bendera ar Rayah dan al Liwa. Ada pula yang membawa bendera merah putih. Terlihat ada tulisan 'MAN 1 Sukabumi ' di salahsatu bendera lainnya (detikNews).

Anggota DPR komisi VIII, Ace Hasan Syadzily, mengomentari foto tersebut serta menautkannya kepada Menteri agama, Lukman Hakim Syaifudin. 

Ace meminta Lukman untuk segera mengklarifikasi dan mencari tahu kebenaran foto tersebut. "Seharusnya madrasah apalagi yang dikelola Kemenag harus mengedepankan semangat NKRI daripada penggunaan bendera yang identik dengan organisasi yang terlarang" kata Ace. 

"Sejak semalam sudah ada tim khusus dari pusat yang ke lokasi untuk investasi. Saat ini proses penanganan di lapangan masih berlangsung. Kami serius menangani kasus ini," kata Menteri agama, Lukman Hakim pada ahad, 21 Juli 2019 (TEMPO.Com).

"Bagaikan kebakaran jenggot" para pejabat negara ini mendengar perihal pengibaran bendera ini dan segera mengusut kasus tersebut. Sepertinya kasus ini adalah kasus yang sangat urgent dan berbahaya. Padahal kasus ini tidak mengancam nyawa atau berbahaya bagi siapapun. Lalu apa kabar dengan kasus korupsi, pelecehan seksual, pembunuhan dan lain sebagainya? 

Bukankah kasus-kasus tersebut yang seharusnya menjadi perhatian lebih para penguasa saat ini? Ada apa dengan pola pikir penguasa saat ini yang memandang kebaikan sebagai keburukan dan memandang keburukan sebagai sesuatu yang baik. Hal ini tentu saja merupakan kesesatan pola berpikir yang kini di alami oleh rezim sekuler saat ini.

Penguasa saat ini seolah-olah penganut paham Islamphobia. Mereka takut bila umat Islam bangkit. Penguasa saat ini telah dicuci otak oleh sistem kapitalis-sekuler dimana umat muslim dijauhkan dari ajaran agamanya sendiri bahkan cenderung takut. Para penjajah Barat dan pengusung liberalisme sengaja memunculkan isu-isu bahwa Islam adalah pemecah belah persatuan, pemicu radikalisme, teroris dan lain sebagainya. 

Mereka takut bila umat Islam bangkit jelas akan menghalangi kelicikan yang saat ini tengah mereka lakukan. Maka para penguasa saat ini berkuasa pun merasa takut jika umat bangkit, maka kesenangan, kemewahan dan kekuasaan yang tengah mereka nikmati akan berakhir. Padahal mayoritas penguasa saat ini beragama Islam namun mereka lupa dan takut dengan ajaran agamanya sendiri.

Apakah mereka lupa bahwa setiap pemimpin atau penguasa akan dimintai pertanggungjawaban nya kelak dihadapan Allah SWT? Seperti sabda Rasulullah Saw: " Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang penguasa adalah pemimpin dan akan ditanya akan kepemimpinannya.."(Shahih Bukhari 893)

Berdasarkan hadits tersebut, jelaslah bahwa setiap pemimpin akan ditanya seberapa baik ri'ayah nya pada seluruh yang dipimpinnya, seberapa taat dalam menerapkan menerapkan syariat Allah di dalam kepemimpinannya. Betapa berat tanggungjawabnya kelak tatkala tak menjadikan hukum syara sebagai standar perbuatan seperti yang terjadi saat ini. 

Penguasa saat ini merasa bebas saat menerapkan sistem kapitalis-sekuler, melakukan kezaliman besar-besaran kepada umat namun mereka tidak akan bebas saat dihadapkan pada pengadilan Allah kelak. Semestinya penguasa saat ini bersyukur dengan semangat berislam para remaja yang mengarahkan mereka lebih santun dan terikat dengan agamanya  daripada terperosok dengan budaya hedonis, liberal dan sekularis.

Padahal para siswa-siswi tersebut mengibarkan bendera tauhid secara spontan. Mereka hanya mengekspresikan ghirah terhadap agama mereka (Islam) lewat bendera. Sebagai umat Islam, adalah wajar mengekspresikan ketakwaan kita dengan mengagungkan syiar-syiar Islam, mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari serta mendakwahkannya kepada saudara-saudara muslim lainnya.

Islam adalah agama yang sempurna yang diturunkan oleh Allah SWT kepada manusia melalui Rasulullah Saw. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dengan aturan-aturannya yang tanpa cacat. Mulai dari hubungan manusia dengan sang Khalik, dengan dirinya sendiri dan sesamanya. 

Mulai dari muamalah, makanan, minuman, pakaian, ekonomi, politik bahkan pemerintahan. Islam telah mengatur agar manusia tidak terjebak pada langkah-langkah setan yaitu dengan menerapkan hukum syara. standar perbuatan baik atau buruk dapat kita ukur dari hukum syara. 

Maka pada saat ini penguasa mengalami kesesatan berpikir karena mereka tidak menerapkan hukum syara. Mereka tidak mau berhukum dengan hukum syara karena mereka memilih untuk menerapkan sistem kapitalis-sekuler yang banyak menguntungkan bagi mereka. Alhasil, banyak kezaliman yang mereka lakukan pada rakyat. 

Oleh karena itu agar kezaliman ini tidak berlarut-larut, maka kita sebagai umat Islam yang taat harus bersama-sama memperjuangkan syariat Islam agar keberkahan hidup dan keridhoan Allah dapat kita raih yaitu dengan cara mencampakkan sistem kapitalis-sekuler saat ini dan menggantinya dengan sistem Islam yang sesuai dengan ajaran Rasulullah Saw yaitu Daulah Khilafah man hajj an- nubuwwah. Wallahu a'lam bi ash showwab

Posting Komentar