Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com-Mewajibkan penghuni lapas untuk bisa baca al-Qur'an adalah kebijakan kepala lapas yang layak didukung dan dapat apresiasi bukan malah dimutasi. Menjadikan penghuni lapas bisa membaca al-Qur'an merupakan langkah maju bagi lapas agar bisa menyadarkan mereka yang bisa saja khilaf sehingga melakukan kesalahan di masa lalu. Apa yang salah jika penghuni lapas bisa baca al-Qur'an. Bukankah itu sangat bagus  apalagi jika dilanjutkan dengan mengkaji isi kandungan al-Qur'an.

Mencintai al-Qur'an harus ditumbuhkan pada semua muslim termasuk juga para penghuni lapas. Sebuah prestasi bagi kepala lapas jika bisa membuat semua penghuninya bisa baca al-Qur'an. Apalagi jika mereka bisa membacanya setiap hari di lapas pasti akan menyejukkan hati bagi siapa saja yang tinggal disana. 

Lantunan bacaan al-Qur'an akan melunakkan hati -hati yang keras karena banyaknya maksiat yang diperbuat. Hati yang lembut dan bersih akan segera bertaubat dan berubah menjadi lebih baik. Lapas ibarat sekolah yang akan merubah mereka yang terjerat hukum karena sebuah kesalahan dengan al-Qur'an yang mulia.

Lebih mantab lagi jika mereka mau mengkaji isi kandungan al-Qur'an, pasti hidup di lapas akan lebih berkah dan indah. Al-qur'an akan membentuk pemahaman mereka, meluruskan yang bengkok dan membersihkan yang kotor. Lapas akan menjadi pesantren bagi mereka. Saat keluar dari lapas mereka siap terjun di masyarakat dengan pribadi yang berbeda. Mereka memiliki kepribadian Islam yang siap merubah masyarakat dengan Islam.

Lalu apa yang salah? Yang salah adalah orang yang tidak ingin al-Qur'an dibaca dan dikaji. Al-Qur'an pasti akan membawa kebaikan sebagi petunjuk bagi orang-orang bertaqwa. Mereka takut hanya kepada Allah. Mereka akan melakukan sesuatu karena itu perintah Allah dan meninggalkan satu perbuatan karena itu dilarang oleh Allah. 

Masyarakat bertaqwa inilah masyarakat yang ideal yang akan membuka pintu rezeki baik turun dari langit maupun keluar dari bumi karena Allah sehingga keberkahan dan kesejahteraan akan tercipta bagi kita semua.

Jangan melihat sebelah mata pada para penghuni lapas karena mereka juga manusia yang punya kesempatan untuk bertaubat. Dengan banyak membaca al-Qur'an insyaallah hatinya terbuka untuk mendapat hidayah dari Allah. 

Selama ini penjahat yang keluar dari lapas tidak malah sadar dari kesalahannya tapi menjadi penjahat profesional yang menjadi biang masalah di tengah masyarakat. 

Mewajibkan mereka bisa membaca al-Qur'an merupakan terobosan baru agar menjadikan mereka yang terlibat tindakan kriminal menjadi sadar dan kembali di tengah masyarakat dengan wajah baru sebagai orang yang bermanfaat dan membawa kebaikan saat berbaur di tengah masyarakat.

Mari, kita tumbuh suburkan kesadaran untuk kembali pada al-Qur'an. Kita tingkatkan rasa cinta kita pada al-Qur'an. Kita jadikan al-Qur'an kita sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan salah. 

Sebagai muslim kita harus dukung gerakan kembali pada al-Qur'an, mencintai al-Qur'an, membacanya, mengkajinya dan menerapkan kandungan isinya dalam kehidupan yang nyata. Tinggalkan hukum kufur dan campakkan demokrasi yang sudah melanggengkan kekufuran dan menghalangi diterapkannya hukum Allah secara kaffah.[MO/vp]

Posting Komentar