Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com-Repot hidup di negeri sekuler untuk menjalankan syariat Allah dianggap melanggar tata tertib yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Seperti yang terjadi di SMAN 1 Maumere, Siswi yang ingin menutup auratnya harus terhalang karena dianggap melanggar tata tertib.  Permen dikbud no.14 tahun 2014 yang mengatur tata tertib tentang seragam sekolah hanya boleh menggunakan rok 5 cm dibawah lutut. Itu berarti siswi SMAN yang beragama Islam tidak bisa menjalankan syariat Allah untuk menutup auratnya karena bertentangan dengan tata tertib sekolah.

Kepala sekolah yang tidak bijak, meletakkan tata tertib diatas syariat Allah. Tata tertib harusnya tidak bertentangan dengan syariat Allah jika tidak, ada yang salah dengan tata tertib itu dan harus dirubah. Syariat Allah adalah harga mati dan tidak bisa diganti. Tata tertib yang harus dirubah agar sesuai dengan syariah. 

Wajar jika orang tua ingin melindungi anaknya dari bahaya sekulerisme yang mengancam. Mereka menuntut anaknya bisa menjalankan perintah Allah dengan diizinkan menggunakan busana muslim yang menutup aurat mereka.

Dalam sistem demokrasi akan banyak hal haram dihalalkan dan sebaliknya yang halal diharamkan karena demokrasi menggunakan standar kebenaran dari sudut pandang manusia yang lebih mengedepankan hawa nafsu mereka. 

Jelas kebenaran manusia tidak memenuhi unsur keadilan dan kebaikan untuk menusia. Allah yang Maha Adil dan Maha Tahu yang bisa membuat aturan yang tepat untuk mengatur kehidupan manusia.

Contoh hal haram yang dihalalkan adalah pembiaran LGBT dalam melakukan aksinya di tempat terbuka. LGBT berani menunjukan wajah aslinya karena tidak ada aturan yang melarang LGBT dalam sistem demokrasi. 

Mereka ingin diakui sebagai manusia dan tidak mau diperlakuan berbeda padahal perilaku mereka sudah bertentangan dengan hakekat penciptaan manusia yakni berpasang-pasangan, laki-kaki dan perempuan. Inilah demokrasi yang haram jadi halal sementara yang wajib dilarang.

Miraspun yang haram dijual bebas dalam sistem demokrasi karena dianggap menguntungkan dan menjadi sumber pemasukan negara. Yang haram dihalalkan dan bahkan diperjual belikan secara bebas. Malapetaka bagi manusia membiarkan miras yang menjadi penyebab hilangnya akal dijual bebas.

Perzinaan selama suka sama suka dilegalkan. Sungguh, negeri yang akan diwarnai kemaksiatan dan akan mengundang murka Allah. Ngeri, perselingkuhan dimana-mana dan berujung pada konflik keluarga. Bahkan, perdagangan perempuan juga sudah mulai marak. Lebih parah lagi seorang suami bisa tega menjual istrinya sendiri. 

Itu semua hanya bisa terjadi dalam sistem demokrasi dan menjadi konsumsi berita setiap hari. Masihkah kita pertahankan sistem demokrasi yang rusak dan bertentangan dengan Islam. Keyakinan kita dirusak dan agama kita dinistakan.

Sementara wacana menghilangkan pelajaran agama dibiarkan seolah sengaja untuk mengetahui response masyarakat. Jika tidak ada protes dan keberatan atas wacana gila itu, pasti akan segera diterapkan. 

Mereka terus menyuarakan propaganda menghilangkan pelajaran agama di sekolah karena agama dituduh sebagai penyebab radikalisme dan konflik horizontal. Padahal fakta menunjukkan bukan agama penyebab semua itu tapi demokrasi dan ambisi mempertahankan dan meraih kekuasaan yang mrnyebabkan tensi politik memanas.

Kerusakan moral, perilaku menyimpang, sadisme dan kriminalitas terus meningkat dan selalu ada dalam pemberitaan harian. Semua menjadi biasa dan menjadi gaya hidup masyatakat dalam sistem demokrasi.

Hanya sistem Islam yang bisa menerapkan syariat Allah secara kaffah. Islam akan menjaga akidah umat dan menjamin umat untuk bisa menjalankan syariat Allah tanpa ada ketakutan akan melanggar hukum positive yang diberlakukan di suatu negara.

Tentu perilaku menyimpang tidak ditemukan dalam sistem Islam karena Islam sangat menjaga dan mencegah umat dari perbuatan menyimpang. Keran kebebasan berperilaku yang dibuka lebar dalam sistem demokrasi, diatur dengan aturan Islam yang akan menjaga umat dari kerusakan  

Hanya sistem Islam yang bisa menyelamatkan kita dari kehancuran dan murka Allah yang akan memberi adzab yang sangat pedih pada hambanya yang melampaui batas. Sungguh nyaman hidup dalam sistem Islam. Umat bisa secara maksimal menjalankan syariat Allah dalam kehidupan nyata yang Islami. Orang tua merasa tenang dan aman. 

Anak-anak akan tumbuh menjadi pemuda hebat yang berkepribadian Islam karena lingkungannya bersih dari sekularisme. Ajaran Islam telah membentuk remaja yang rela diatur dengan Islam. Mereka menjadi pemuda berkarakter dengan selalu mengkaitkan perilaku dan pemikiranya dengan Islam. Tontonan yang mengundang birahi dan memicu tindak kekerasan tidak lagi bisa ditemukan karena situs-situs terlarang akan hilang dari peredararan.  

Pintu-pintu langit akan terbuka lebar dan keberkahan akan turun ke bumi. Kesejahteraan akan dirasakan semua orang baik yang beragama Islam maupun bukan. Pemimpin akan dicintai rakyatnya dan rakyatnya juga akan mencintai pemimpinnya. 

Mereka saling menjaga untuk mewujudkan negeri yang kaya raya ini menjadi surga setiap orang yang tinggal di dalamya. Sungguh indah tinggal disuatu negeri yang menerapkan syariat Allah dalam satu sistem pemerintahan yang disebut khilafah.[MO/vp]



Posting Komentar