Oleh : Muhlisa
( Aktivis Remaja Muslimah)

Menikmati media internet sudah merambah ke berbagai kalangan dan keberadan internetpun membawa banyak kemudahan bagi kehidupan manusia.

Mediaoposisi.com-Sayangnya pesatnya teknologi ini digunakan remaja untuk berselancar di dunia maya tanpa batas, tidak menutup mata dari fakta bahwa ternyata media internet sangat ampuh untuk menyebarkan pornografi dan mengajak pada pornoaksi, jutaan situs porno bertebaran tanpa ada batas untuk dinikmati, konten porno dalam bentuk game, film, iklan sudah sangat membanjiri dunia maya. 

Ternyata pengguna intenet di Indonesia pun paling banyak diduduki oleh remaja, hal ini dibuktikan dengan studi yang dilakukan UNICEF dengan kominfo ,The Berkman Center of Internet and Society, dari Havard University menghasilkan setidaknya terdapat 30 juta remaja di Indonesia mengakses internet secara regular (komenkominfo, 2014)

Dilansir ANTARA, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menilai internet di Indonesia belum layak anak karena masih ada iklan rokok yang mudah diakses dan dilihat anak-anak. 

Dia juga menyatakan sedang dalam proses mewujudkan internet yang layak anak, salah satunya dengan memberikan edukasi kepada pihak-pihak yang terlibat di internet tentang pelindungan anak.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga telah menerbitkan peraturan tentang Pedoman Pemberitaan Ramah Anak.

Masifnya iklan yang muncul di dunia digital harus dikontrol secara intensif apalagi mengingat pengunjungnya dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Mereka menggunakan media digital sehari-hari dengan porsi waktu yang besar.

Hal ini tentu tidak bisa diselamatkan dengan proyek ‘internet aman’. Meskipun sudah banyak konten porno atau merebaknya iklan yang dinilai sangat tidak layak yang berusaha diblokir, orang tua yang dihimbau untuk meningkatkan perannya dirumah guna mengawasi putra-putri mereka tampaknya juga tidak memberikan dampak besar.

Namun kamuflasenya terus tumbuh dan dengan mudah mereka bisa mengaksesnya. Mengapa demikian ? Karena kecanggihan era kini bernafaskan sekulerisme dan kebebasan, hal tertinggi yang ingin dicapai manusia adalah kepuasan materi atau jasmani, seperti eksistensi, berhubungan seksual dan makanan yang enak, jalan jalan, yang intinya adalah kebahagiaan materialistis.

Masalah utamanya bukan kecanggihan media sosial yang sebenarnya juga kita butuhkan. Namun media sosial yang bersinergi dengan sekulerisme dan kebebasan, menunjukkan gaya hidup hedon, konten konten kenikmatan duniawi seperti pamer makanan, jalan jalan, keeksisan, produk produk ol-shop yang membuat mereka terus mengikuti tren, bahkan sampai ke pornografi dan pornoaksi. 

Sehingga jika mengambil soslusi harus pada problem inti yaitu arus sekulerisasi yang menjelma dalam berbagai bentuk dan harus dicabut dari media sosial.

Selama kebebasan berekspresi diusung dan dijamin dalam demokrasi. Maka selama itu pula kebebasan berperilaku dijadikan tameng untuk melindungi perilaku-perilaku menyimpang. Iklim sekulerisme atau pemisahan agama dari kehidupan, membuat sebagian orang merasa tak perlu melibatkan agama dalam bertingkah laku.

Dan selama bisa mendatangkan rupiah, segala upaya dapat dilakukan tanpa memedulikan nilai-nilai yang berlaku. Bahkan dengan sengaja mereka menanamkan paham liberalisme di tengah-tengah kaum muslimin melalui media. Media digital menjadi mesin penghancur generasi yang terbukti ampuh karena standar bebas yang dimilikinya.

Islam tak pernah melarang ummatnya untuk tidak berkecimpung di dunia media digital/sosial, sebaliknya hal ini akan berpotensi untuk mendakwahkan Islam menjadi lebih cepat dan efektif sampai kepada masyarakat.

Islam mengatur bagaimana negara dan orang tua mengontrol para generasi muda agar tak terjebak pada penggunaan media digital ke arah yg kelam. Islam mengatur bagaimana seharusnya penggunaan Media Internet yang baik dan benar.

Pertama adalah negara mengendalikan arus informasi dan menjaga media sosial dari penyalahgunaan penggunaan. Menfilter film, game, iklan, dan konten-konten yang akan merusak masyarakat dengan unsur sensualitas, seksualitas dan kebebasan berekspresi.

Kedua peran memberikan pendidikan yang mengarahkan remaja khususnya atau masyarakat pada umumnya untuk menjadi orang orang yang berkepribadian mulia. Pendidikan bukan berbasis materi dan hanya mengejar ijazah, mengejar pekerjaan semata, sukses duniawi semata tapi minus keimanan dan ketaqwaan, tapi orang yang berilmu dan berkepribadian Islam.

Ketiga mengatur sistem sosial dengan aturan yang sempurna. Pengaturan antara interaksi laki-laki dan wanita yang sekarang bebas dan gaya hidup foya-foya, Pengaturan berpakaian dan bertingkah laku yang sesuai dengan aturan Pencipta manusia.

Dan masih banyak lagi peran besar dari negara mengkondusifkan sistem ekonomi, karena banyak remaja atau wanita yang menjual diri karena masalah ekonomi. belum lagi intergrasi penting dari aspek politik, kesehatan, keamanan dll.

Begitulah istimewanya Islam, seluruh aspek kehidupan ada aturan. Kemajuan digital akan menjadi baik apabila diproduksi oleh ideologi yang baik yaitu Islam. Jadikan media digital untuk meningkatkan ketakwaan bukan malah terjebak dalam jurang kemaksiatan.

Islam datang untuk memberikan rahmat pada manusia, memberikan keberkahan dalam kehidupan dan mensejahterakan umat manusia, dan sebaliknya jika kita abaikan islam, maka implikasi yang pasti adalah bahwa kita tidak akan mendapat keberkahan dalam kehidupan. Lebih jauh lagi karena mengabaikan islam sama dengan bermaksiat kepada Allah swt maka pasti akan menghancurkan umat manusia. Sudah terbukti kapitalisme-sekuler telah gagal membentuk kehidupan bahkan 
mengantarkan pada kerusakan generasi.

“ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jaan yang benar ”. (Q.S Ar Ruum 41)

Maka tugas kita bersama untuk berkontribusi memberikan solusi pada masalah generasi, masyarakat wajib berkontribusi, orang tua harus peduli pada anak anak mereka, individu wajib menjaga diri dan yang terbesar adalah negara wajib menjalankan peran besarnya untuk menyelamatkan generasi dengan mengambil islam sebagai solusi satu satunya dalam kehidupan. Allahu a’alam.[MO/vp]



Posting Komentar