Oleh : Irianti Aminatun

Mediaoposisi.com-Tertangkapnya Selebriti kondang Tri Retno Prayudati alias Nunung saat pesta narkoba di rumahnya, membuktikan bahwa narkoba masih menjadi masalah besar di negeri ini. Puluhan jiwa melayang setiap hari akibat konsumsi narkoba, tak lantas  membuat masyarakat jera untuk menikmati barang haram itu.

Bahkan kasus narkoba telah merambah diberbagai kalangan masyarakat. Bukan saja di kalangan selebritis, tapi juga pejabat dan wakil rakyat.  Bukan saja dari    tingkat menengah ke atas, tapi juga dari kalangan bawah.  Dari anak SD hingga ke orang tua, semua tersambangi narkoba.

Korban narkoba di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan hasil survei prevalensi penyalahgunaan narkoba, jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai lebih dari 4 juta orang.  Lebih miris lagi tren penggunaan narkoba setiap tahunnya semakin meningkat.

BNN menyebut, penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja makin meningkat. Ada peningkatan sebesar 24 hingga 28 persen remaja yang menggunakan narkotika.

Kejahatan narkoba menjadi ancaman besar bagi masyarakat dan generasi. Bonus demografi yang mestinya menjadi generasi penerus bangsa, justru menjadi generasi sakit lahir batin akibat narkoba.
Maraknya peradaran narkoba tidak terlepas dari prinsip-prinsip ekonomi kapitalis yang diadopsi oleh negeri ini.

Dalam ekonomi kapitalis tidak ada istilah haram atau halal. Selama barang tersebut masih dibutuhkan oleh orang maka barang tetap diproduksi. Tak heran di Indonesia bisnis narkoba berkembang dan memutar dana puluhan triliun.

Penegakan hukum dalam masalah narkoba juga sangat buruk. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak narapidana narkoba masih bisa terus menjalankan bisnis narkobanya dari dalam penjara. Hal ini diakui oleh Wapres Yusuf Kalla.

“Jaringannya luas sekali. Begitu luasnya sehingga orang di penjara pun bisa mengomandoi upaya-upaya narkoba ini. Kalau orang di penjara bisa mengatur, apalagi orang yang bebas,” kata Wapres saat menghadiri peringatan Hari Antinarkotika Internasional yang digelar BNN.

Terungkapnya sindikat narkoba internasional yang beroperasi di LP Nusa Kambangan dengan omset miliaran rupiah, beberapa tahun lalu, jelas menegaskan hal ini. Seorang kurir narkoba di Ekuador, Amerika Latin, mendapatkan order narkoba dari Nusa Kambangan. Padahal di sana diberlakukan keamanan tingkat tinggi.

Hukuman yang dijatuhkan dalam kasus narkoba yang tidak memberikan efek jera makin memperparah masalah. Sejumlah terpidana narkoba justru menikmati perlakuan istimewa di dalam rutan. Sebagian lagi mendapatkan keringanan hukuman.

Masih ingat kasus ratu maryuana Schapelle Corby dari Australia beberapa tahun lalu? Ia divonis 20 tahun penjara karena kedapatan membawa maryuana sebanyak 4 kg, tapi justru mendapat keringan berupa grasi selama 5 tahun dari Presiden. Jangankan membuat jera orang lain, orang yang sudah dihukum pun tidak jera.

Di sisi lain sekulerisme mengakibatkan banyak manusia yang lalai atau tak faham tujuan hidup. Tak faham akan adanya hari akhir dan kedahsyatannya. Lupa bahwa kehidupan ini adalah ladang beramal untuk akhirat. Masyarakat diubah menjadi pemburu kesenangan dan kepuasan.

Prinsipnya bukan halal-haram atau pahala-dosa, tetapi “uang saya sendiri, badan saya sendiri, terserah saya, asal tidak mengganggu anda”. Akhirnya miras, narkoba, perzinaan, seks bebas, pelacuran menjadi gaya hidup sebagian  masyarakat.

Ini semua adalah buah dari sistem kapitalis yang dengan standar manfaatnya melahirkan gaya hidup hedonis. Gaya hidup yang memuja kenikmatan jasmani. Doktrin liberalisme mengajarkan setiap orang harus diberi kebebasan mendapatkan kenikmatan setinggi-tingginya. Maka, hiburan malam yang sering erat dengan peredaran narkoba makin marak dan sulit dicegah. Dengan sekulerisme yang meminggirkan agama, sempurnalah kerusakan ini.

Ketika akar masalahnya adalah sekulerisme dan pengabaian hukum dari Pencipta alam semesta ini, maka solusi mendasar agar tak ada lagi korban berjatuhan akibat narkoba adalah dengan mencampakkan sekulerisme dan mengambil hukum yang berasal dari Allah Pencipta alam semesta beserta isinya. Rasulullah SAW menegaskan “...Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan mereka memilih-milih apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan bencana di antara mereka” (HR Ibnu Majah).

Memberantas narkoba harus dilakukan dengan membongkar landasan hidup masyarakat yang rusak dan menggantinya dengan sistem yang benar, yang sesuai fitrah manusia, memuaskan akal dan menentramkan hati, yaitu akidah Islam. Dari sisi akidah, Islam mengajarkan bahwa setiap perbuatan yang sesuai dengan aturan Allah akan menadapatkan ganjaran di akhirat. Sebaliknya jika menyelisihi aturan Allah, termasuk penyalahgunaan narkoba akan dijatuhi siksa yang pedih di akhirat, meski pelakunya bisa meloloskan diri dari hukuman di dunia.

Ketika syariat Islam diterapkan, maka peluang penyalahgunaan akan tertutup. Islam mewajibkan negara untuk membina ketakwaan warga negaranya. Ketakwaan yang terwujud akan mencegah seseorang terjerumus dalam kejahatan narkoba.

Di samping itu Islam akan memberikan hukuman yang tegas terhadap seluruh orang yang terlibat dalam narkoba. Dalam Islam, kejahatan narkoba merupakan perbuatan dosa dan perbuatan kriminal yang termasuk jenis ta’zir. Bentuk, jenis, dan kadar sanksinya diserahkan kepada ijtihad Khalifah atau Qadhi.

Dalam konteks narkoba, sanksi yang ringan bisa dijatuhkan pada orang yang tergelincir mengkonsumsi narkoba untuk pertama kalinya. Selain itu ia harus diobati dan mengikuti program rehabilitasi. Bagi yang sudah kecanduan, sanksinya bisa lebih berat lagi. Sedangkan bagi pengedar narkoba, mereka tidak layak mendapatkan keringan hukuman, sebab selain melakukan kejahatan narkoba, mereka juga melakukan kejahatan membahayakan masyarakat.

Bahkan demi keselamatan umat, para pengedar narkoba harus dijatuhi hukuman berat, bisa sampai hukuman mati sehingga menimbulkan efek jera.

Demikianlah, sistem sekuler telah gagal melindungi masyarakat dari kejahatan narkoba. Bila kita mau memakai hukum – hukum Allah dalam segala lini kehidupan, maka kejahatan narkoba akan bisa dihentikan. Masyakat pun terhindar dari kehancuran.
Wallahu A’lam Bishowab. [MO/vp]

Posting Komentar