Oleh: Lusi Damayanti

Mediaoposisi.com-Indonesia merupaka negara yang terdiri dari banyak pulau. Para masyarakat menggunakan transportasi darat, laut dan udara.

Saat ini, transportasi udara banyak dikeluhkan oleh masyarakat akibat biaya atau harga tiket pesawat yang terlalu mahal. Kenaikan biaya tiket pesawat terjadi semenjak akhir tahun 2018 hingga saat ini, ongkos yang harus dibayarkan sudah melampaui jangkauan masyarakat.

Padahal pesawat merupakan transportasi yang penting. Mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan, jika sebuah perjalanan dilakukan melalui darat atau laut maka akan memakan waktu yang lama, oleh sebab itu dengan dengan adanya pesawat maka dapat mempermudah masyarakat dalam menyingkat waktu perjalan.

Naiknya harga tiket pesawat berdampak pada segala sektor bisnis yang lain. Karena orang-orang akan enggan bepergian, seperti bisnis perhotelan, pihak perhotelan akan menaikkan biaya sewa menginap, tempat-tempat wisata mulai sepi didatangi pengunjung, jasa pengiriman barang yang sangat tergantung dengan jalur penerbangan pesawat juga serupa menaikkan tarif. Dan, para pihak maskapai domestik juga pasti mengalami kerugian dengan adanya penurunan jumlah penumpang.
Untuk mengatasi permasalahan dan keluhan masyarakat, pemerintanh akan mengundang maskapai dari luar negeri. Menurut pemerintah dengan adanya pihak maskapai asing maka akan menimbulkan daya saing harga, hal ini diharapkan akan dapat menurunkan tarif tiket pesawat yang sudah terlanjur mahal dan sangat membebani pihak masyarakat.

Namun, apakah benar dengan mengundang pihak maskapai luar negeri merupakan solusi untuk mengatasi segala permasalahan yang ada? Justru ini akan menambah kerumitan masalah.

Anggap saja pihak maskapai asing memberikan harga murah, maka masyarakat akan berbondong-bondong membeli tiketnya.

Maka hal ini mengakibatkan semakin ketergantungan kebutuhan masyarakat terhadap pihak asing. Dan adanya pihak maskapai asing maka, maskapai domestik akan mengalami kebangkrutan, karena tarif domestik tetap mahal, dan masyarakat enggan membeli tiketnya.

Juga pihak-pihak usaha lainnya yang selama ini bergantung dengan maskapai domestik perlahan juga akan semakin merugi.

Dengan penerapan sistem kapitalis, semua masalah-masalah yang telah disebutkan di atas pasti akan terjadi, karena  hanya memikirkan keuntungan semata dan hanya untuk pihak-pihak tertentu saja tanpa memikirkan kepentingan bersama, dan pihak-pihak yang tidak mendapat keadilan hingga menimbulkan kerugian.

Pihak pemerintah terkesan lepas tangan terhadap masalah ini, padahal sudah menjadi tugas pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi masyarakat terkait bisnis penerbangan yang kini tarifnya sungguh meresahkan banyak pihak.

Daripada memasukkan pihak maskapai asing, alangkah baiknya jika pemerintah membenahi urusan masalah tarif penerbangan domestik ini agar harga dapat terjangkau bagi masyarakat.

Sebuah riwayat hadist dari Bukhari Muslim mengatakan “Ibn umar r.a berkata : saya telah mendengar rasulullah saw bersabda : setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya.

Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya.

Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya.

Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya.

Tiap-tiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya. Namun, sungguh miris melihat yang terjadi saat ini, dimana sistem kapitalis sangat bebas diterapkan dalam segala aspek kehidupan, pemerintah justru melemparkan masalah ini ke pihak asing untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di dalam negeri sendiri.

Adanya sistem syariat Islam tidak akan pernah membiarkan seorang pemimpin lepas dari tanggung jawabnya dalam mengurus setiap permasalahan warga negaranya, dan tidak akan penah memimpin warganya dengan berlandaskan keuntungan bisnis semata. Syariat Islam akan mengedepankan kepentingan bersama, kepentingan umat.[MO/ad]

Posting Komentar