Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com-Banyak pihak memprediksi siapa yang akan dimenangkan dalam sengketa pilpres di MK. Kemenangan akan berpihak pada petahana meskipun bukti kecurangan nyata ada. 

Kecurangan dianggap bukan kesalahan tetapi strategi untuk mencapai kemenangan dan itu biasa dalam sistem demokrasi. Kecurangan bukan kejahatan yang layak dapat hukuman tapi penghargaan karena sudah memenangkan pertandingan.

Tapi kalau kita berfikir jernih dan berpegang pada idealisme pasti akan menganggap kecurangan adalah kejahatan yang layak dapat hukuman. Coba tanya pada hati nuarani yang terdalam siapa yang mau dicurangi oleh cara licik dan culas dari penguasa yang punya ambisi untuk terus berkuasa. 

Namun, keberanian hakim sudah terbeli dan tidak mungkin mampu berfikir jernih untuk memutuskan berdasarkan apa yang dianggap benar. Hakim hanya bisa memutuskan sesuatu berdasarkan skenario sang penguasa. 

Semua orang berfikir pragmatis menganggap kecurangan harus dilakukan untuk sebuah kemenangan karena yang berpegang pada ideslisme sering terkalahkan oleh kepiawaian seseorang dalam mempermainkan kebenaran.

Sudahlah semua sudah diprediksikan mulai dari sebelum pilpres bahwa kemenangan akan berpihak pada petahana yang mampu menggunakan kekuasaannya untuk meraih kemenangan meskipun harus menggunakan cara curang. 

Hasil sengketa pilpres, semua orang juga sudah tahu siapa yang akan dimenangkan oleh hakim MK setelah gelar perkara dengan menampilkan saksi dan bukti dari masing-masing paslon, baik dari pihak pemohon atau termohon.

Meskipun kita geram dan marah melihat cara-cara curang yang ditampakkan oleh petahana, rakyat bisa berbuat apa karena keputusan sudah ditentukan oleh skenario dari penguasa. Setidaknya rakyat bisa berkaca dari kejadian ini dan bisa melihat fakta bagaimana kecurangan dimainkan dalam politik untuk meraih kursi kekuasaan. 

Sungguh kotor politik dalam sistem demokrasi yang hanya ingin kekuasaan dengan mengabaikan cara-cara elegan dan bersih untuk meraihnya. Rakyat yang masih mau berfikir dan berhati bersih akan muak dengan sistem demokrasi yang akan menghasilkan pemimpin curang dari pemilu curang. 

Padahal kita tahu bahwa pemilu sudah banyak menelan banyak korban dan biaya yang sangat besar. Biaya yang tinggi hanya akan menambah utang luar negeri yang membumbung tinggi. Banyak Korban sia-sia berjatuhan hanya untuk mendukung sistem demokrasi yang rusak untuk ambisi kekuasaan dari pemimpin buruk yang haus kekuasaan.

Hasil Keputusan MK tentang sengketa pilpres yang rencananya disampaikan tanggal 28 Juni dan diajukan sehari sebelum itu, pasti akan mengecewakan banyak orang, seperti halnya saat rakyat menunggu hasil piplres 2019 yang sama dengan hasil quick count atau survei yang sudah diprediksikan dan dirancang oleh petahana. 

Walaupun rakyat kecewa dan menuntut agar hasil pilpres didiskualifikasi, suara kedaulatan rakyat tidak ada artinya. Insiden 22 Mei adalah bukti sejarah atas ketidakpuasan rakyat atas hasil pilpres 2019. Rakyat melihat dan menilai namun semua itu tidak cukup untuk membatalkan hasil pemilu yang dianggap rakyat curang.

Rakyat harus siap untuk kecewa dengan menerima hasil putusan MK atas sengketa pilpres 2019. Hasilnya sudah bisa diprediksikan banyak orang bahwa kemenangan akan diberikan pada petahana. Rakyat disuruh legowo menerima semua keputusan dari MK yang sesuai dengan skenario atas arahan penguasa. Sementara untuk meredam kekecewaan oposisi, bisa jadi ada bagi-bagi kue kekuasaan pada kubu pemohon.

Akhirnya, selesailah drama sengketa pilpres dengan kemenangan petahana, sementara kelompok oposisi harus legowo menerimanya dengan bagian kue kekuasaan yang ditawarkan petahana. Pengorbanan rakyat yang menjadi korban kisah ini seolah tidak ada artinya karena kisahnya sudah selesai. 

Kecurangan dimenangkan dan kejujuran akan terkalahkan karena dalam demokrasi kecurangan adalah bagian dari strategi untuk mencapai kemenangan. Inilah kisah sebuah negeri dan akan tertulis dalam sejarah tetang kecurangan bagian dari demokrasi yang akan terus membentuk mindset anak negeri bahwa kecurangan harus dilakukan untuk meraih kemenangan.[MO/vp]

Posting Komentar